2009Unpublished venueRequires access

Analysis of Theme Through The Protagonist in Philippa Gregory's 'The Other Boleyn Girl'

Erni Verlisa

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis tokoh utama dalam novel The Other Boleyn Girl karya Philippa Gregory. Tokoh utama ini digambarkan hidup dalam lingkungan kerajaan pada zaman Raja Henry VIII di Kerajaan Inggris. Anne, tokoh utama novel ini, merupakan seorang wanita muda yang mempunyai sebuah mimpi yang teramat tinggi. Di awal cerita, Anne digambarkan seorang wanita yang baik dan peduli terhadap orang lain serta pintar. Akan tetapi, saat mimpinya berubah menjadi sebuah obsesi, Anne berubah menjadi seorang wanita yang jahat, egois dan licik. Anne melakukan segala cara untuk memenuhi obsesinya walaupun ia akan melakukan perbuatan yang sangat buruk. Pada akhirnya obsesi tersebut membawanya pada kehancuran. Ia tidak hanya mengalami kehancuran tetapi juga kehilangan nyawanya karena dihukum mati oleh Raja Henry VIII karena kelakuannya yang teramat buruk. Setelah melakukan analisis terhadap karakter Anne tersebut, saya menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki obsesi berlebihan akan membawanya pada kehancuran. Hal ini dikarenakan obsesi dapat merubah seseorang menjadi orang yang jahat yang akan menghalalkan segala cara guna memenuhi obsesinya. Oleh karena itu, saya berpendapat kita hanya bisa berusaha meraih mimpi kita tanpa memaksakan keadaan. Bila kita memaksanya, pada saat itulah obsesi itu akan muncul dan menghancurkan hidup kita.

About this research paper

What this paper is about

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis tokoh utama dalam novel The Other Boleyn Girl karya Philippa Gregory. Tokoh utama ini digambarkan hidup dalam lingkungan kerajaan pada zaman Raja Henry VIII di Kerajaan Inggris. Anne, tokoh utama novel ini, merupakan seorang wanita muda yang mempunyai sebuah mimpi yang teramat tinggi. Di awal cerita, Anne digambarkan seorang wanita yang baik dan peduli terhadap orang lain serta pintar. Akan tetapi, saat mimpinya berubah menjadi sebuah obsesi, Anne berubah menjadi seorang wanita yang jahat, egois dan licik. Anne melakukan segala cara untuk memenuhi obsesinya walaupun ia akan melakukan perbuatan yang sangat buruk. Pada akhirnya obsesi tersebut membawanya pada kehancuran. Ia tidak hanya mengalami kehancuran tetapi juga kehilangan nyawanya karena dihukum mati oleh Raja Henry VIII karena kelakuannya yang teramat buruk. Setelah melakukan analisis terhadap karakter Anne tersebut, saya menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki obsesi berlebihan akan membawanya pada kehancuran. Hal ini dikarenakan obsesi dapat merubah seseorang menjadi orang yang jahat yang akan menghalalkan segala cara guna memenuhi obsesinya. Oleh karena itu, saya berpendapat kita hanya bisa berusaha meraih mimpi kita tanpa memaksakan keadaan. Bila kita memaksanya, pada saat itulah obsesi itu akan muncul dan menghancurkan hidup kita.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis tokoh utama dalam novel The Other Boleyn Girl karya Philippa Gregory. Tokoh utama ini digambarkan hidup dalam lingkungan kerajaan pada zaman Raja Henry VIII di Kerajaan Inggris. Anne, tokoh utama novel ini, merupakan seorang wanita muda yang mempunyai sebuah mimpi yang teramat tinggi. Di awal cerita, Anne digambarkan seorang wanita yang baik dan peduli terhadap orang lain serta pintar. Akan tetapi, saat mimpinya berubah menjadi sebuah obsesi, Anne berubah menjadi seorang wanita yang jahat, egois dan licik. Anne melakukan segala cara untuk memenuhi obsesinya walaupun ia akan melakukan perbuatan yang sangat buruk. Pada akhirnya obsesi tersebut membawanya pada kehancuran. Ia tidak hanya mengalami kehancuran tetapi juga kehilangan nyawanya karena dihukum mati oleh Raja Henry VIII karena kelakuannya yang teramat buruk. Setelah melakukan analisis terhadap karakter Anne tersebut, saya menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki obsesi berlebihan akan membawanya pada kehancuran. Hal ini dikarenakan obsesi dapat merubah seseorang menjadi orang yang jahat yang akan menghalalkan segala cara guna memenuhi obsesinya. Oleh karena itu, saya berpendapat kita hanya bisa berusaha meraih mimpi kita tanpa memaksakan keadaan. Bila kita memaksanya, pada saat itulah obsesi itu akan muncul dan menghancurkan hidup kita.

Key concepts: Humanities, Girl, Art, Psychoanalysis, Psychology, Developmental psychology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of Theme Through The Protagonist in Philippa Gregory's 'The Other Boleyn Girl' — Research Paper | ScholarLens