2009Unpublished venueRequires access

The Portrayal of The Protagonist in 'Fasting, Feasting' By Anita Desai and 'Darjeeling' By Bharti Kirchner

Zenitha Astria

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam skripsi ini, saya menganalisis tokoh utama wanita dalam novel Darjeeling karya Bharti Kirchner dan novel Fasting, Feasting karya Anita Desai. Dua tokoh wanita India ini digambarkan hidup dalam lingkungan keluarga yang masih memegang erat tradisi India yang mempengaruhi perkembangan karakteristik mereka. Novel Fasting, Feasting menggambarkan Uma, seorang wanita India yang dilahirkan kurang beruntung dalam hal fisik, tidak menarik, bodoh dan kikuk dalam berperilaku. Karena itulah, pernikahannya selalu gagal, dan pada akhirnya dia hanya hidup menumpang dengan orang tuanya, tunduk, mematuhi segala perintah orang tuanya dan mengalami stress karena hidup dalam kungkungan keluarga. Novel Daarjeling menggambarkan Sujata, seorang wanita yang inferior jika dibandingkan dengan kakaknya, Aloka hanya karena dia seorang wanita yang tidak tertarik pada segala sesuatu yang feminim melainkan lebih tertarik pada dunia bisnis. Sujata adalah seorang wanita yang tidak menarik dalam penampilan, tetapi pintar dalam hal bisnis perkebunan teh. Sujata dianggap tidak sempurna sebagai seorang wanita, pembangkang dan sulit diatur maka dia menjadi tidak percaya diri. Tetapi setelah dia mendapat kesempatan pindah ke Kanada, dia menjadi percaya diri karena keluarganya yang di Kanada mendukung Sujata dalam hal apapun. Akhirnya Sujata menjadi seorang wanita yang menarik, percaya diri, dan sukses. Setelah melakukan analisis, saya menyimpulkan bahwa pembentukan karakter seorang wanita India ditentukan terutama oleh keluarga. Lebih lanjut saya berpendapat bahwa wanita India harus diberikan kebebasan yang lebih besar dan tidak dikungkung dalam tradisi yang malah menyebabkan hal-hal negatif dalam diri wanita India tersebut.

About this research paper

What this paper is about

Dalam skripsi ini, saya menganalisis tokoh utama wanita dalam novel Darjeeling karya Bharti Kirchner dan novel Fasting, Feasting karya Anita Desai. Dua tokoh wanita India ini digambarkan hidup dalam lingkungan keluarga yang masih memegang erat tradisi India yang mempengaruhi perkembangan karakteristik mereka. Novel Fasting, Feasting menggambarkan Uma, seorang wanita India yang dilahirkan kurang beruntung dalam hal fisik, tidak menarik, bodoh dan kikuk dalam berperilaku. Karena itulah, pernikahannya selalu gagal, dan pada akhirnya dia hanya hidup menumpang dengan orang tuanya, tunduk, mematuhi segala perintah orang tuanya dan mengalami stress karena hidup dalam kungkungan keluarga. Novel Daarjeling menggambarkan Sujata, seorang wanita yang inferior jika dibandingkan dengan kakaknya, Aloka hanya karena dia seorang wanita yang tidak tertarik pada segala sesuatu yang feminim melainkan lebih tertarik pada dunia bisnis. Sujata adalah seorang wanita yang tidak menarik dalam penampilan, tetapi pintar dalam hal bisnis perkebunan teh. Sujata dianggap tidak sempurna sebagai seorang wanita, pembangkang dan sulit diatur maka dia menjadi tidak percaya diri. Tetapi setelah dia mendapat kesempatan pindah ke Kanada, dia menjadi percaya diri karena keluarganya yang di Kanada mendukung Sujata dalam hal apapun. Akhirnya Sujata menjadi seorang wanita yang menarik, percaya diri, dan sukses. Setelah melakukan analisis, saya menyimpulkan bahwa pembentukan karakter seorang wanita India ditentukan terutama oleh keluarga. Lebih lanjut saya berpendapat bahwa wanita India harus diberikan kebebasan yang lebih besar dan tidak dikungkung dalam tradisi yang malah menyebabkan hal-hal negatif dalam diri wanita India tersebut.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam skripsi ini, saya menganalisis tokoh utama wanita dalam novel Darjeeling karya Bharti Kirchner dan novel Fasting, Feasting karya Anita Desai. Dua tokoh wanita India ini digambarkan hidup dalam lingkungan keluarga yang masih memegang erat tradisi India yang mempengaruhi perkembangan karakteristik mereka. Novel Fasting, Feasting menggambarkan Uma, seorang wanita India yang dilahirkan kurang beruntung dalam hal fisik, tidak menarik, bodoh dan kikuk dalam berperilaku. Karena itulah, pernikahannya selalu gagal, dan pada akhirnya dia hanya hidup menumpang dengan orang tuanya, tunduk, mematuhi segala perintah orang tuanya dan mengalami stress karena hidup dalam kungkungan keluarga. Novel Daarjeling menggambarkan Sujata, seorang wanita yang inferior jika dibandingkan dengan kakaknya, Aloka hanya karena dia seorang wanita yang tidak tertarik pada segala sesuatu yang feminim melainkan lebih tertarik pada dunia bisnis. Sujata adalah seorang wanita yang tidak menarik dalam penampilan, tetapi pintar dalam hal bisnis perkebunan teh. Sujata dianggap tidak sempurna sebagai seorang wanita, pembangkang dan sulit diatur maka dia menjadi tidak percaya diri. Tetapi setelah dia mendapat kesempatan pindah ke Kanada, dia menjadi percaya diri karena keluarganya yang di Kanada mendukung Sujata dalam hal apapun. Akhirnya Sujata menjadi seorang wanita yang menarik, percaya diri, dan sukses. Setelah melakukan analisis, saya menyimpulkan bahwa pembentukan karakter seorang wanita India ditentukan terutama oleh keluarga. Lebih lanjut saya berpendapat bahwa wanita India harus diberikan kebebasan yang lebih besar dan tidak dikungkung dalam tradisi yang malah menyebabkan hal-hal negatif dalam diri wanita India tersebut.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
The Portrayal of The Protagonist in 'Fasting, Feasting' By Anita Desai and 'Darjeeling' By Bharti Kirchner — Research Paper | ScholarLens