Analysis of Portrayal of the Protagonist in Jamaica Kincaid's Lucy
Henni Sidabungke
Abstract
Henni Sidabungke
Abstract
Di dalam skripsi ini, saya membahas novel karya Jamaica Kincaid yang berjudul Lucy. Saya membahas karakteristik tokoh utama dalam pencarian cinta dan kebahagiaannya. Tokoh utama dalam novel ini adalah Lucy, seorang gadis remaja yang merasa dikhianati atau tidak dicintai lagi oleh ibunya sesudah kelahiran saudara laki-lakinya. Pengkhianatan itu berujung pada ketidakbahagiaan Lucy. Oleh sebab itu, dia pergi ke Amerika, negeri yang selalu dia impikan, dengan pikiran bahwa ia akan menemukan kebahagiaannya di sana. Namun, sesampainya di Amerika, Lucy tidak mampu mendapatkan kebahagiaan itu. Kekecewaan dan kepahitan di masa lalunya telah membentuk Lucy menjadi seorang yang berkarakter negatif. Ia digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan amarah, kekecewaan, keinginan untuk menyakiti perasaan orang lain, dan keraguan akan kebaikan orang lain, yang pada akhirnya tidak membuat hidupnya lebih baik. Setelah menganalisis novel ini, saya meyakini bahwa penulis menciptakan karakteristik seperti itu karena ingin menyampaikan pesan pada semua ibu untuk mencintai anaknya dengan adil karena pengalaman tidak dicintai atau dikhianati oleh seorang ibu dapat mempengaruhi karakter dan masa depan anak secara negative, yang bisa menjadi penghambat untuk mencapai keinginan seseorang untuk hidup lebih baik lagi.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Di dalam skripsi ini, saya membahas novel karya Jamaica Kincaid yang berjudul Lucy. Saya membahas karakteristik tokoh utama dalam pencarian cinta dan kebahagiaannya. Tokoh utama dalam novel ini adalah Lucy, seorang gadis remaja yang merasa dikhianati atau tidak dicintai lagi oleh ibunya sesudah kelahiran saudara laki-lakinya. Pengkhianatan itu berujung pada ketidakbahagiaan Lucy. Oleh sebab itu, dia pergi ke Amerika, negeri yang selalu dia impikan, dengan pikiran bahwa ia akan menemukan kebahagiaannya di sana. Namun, sesampainya di Amerika, Lucy tidak mampu mendapatkan kebahagiaan itu. Kekecewaan dan kepahitan di masa lalunya telah membentuk Lucy menjadi seorang yang berkarakter negatif. Ia digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan amarah, kekecewaan, keinginan untuk menyakiti perasaan orang lain, dan keraguan akan kebaikan orang lain, yang pada akhirnya tidak membuat hidupnya lebih baik. Setelah menganalisis novel ini, saya meyakini bahwa penulis menciptakan karakteristik seperti itu karena ingin menyampaikan pesan pada semua ibu untuk mencintai anaknya dengan adil karena pengalaman tidak dicintai atau dikhianati oleh seorang ibu dapat mempengaruhi karakter dan masa depan anak secara negative, yang bisa menjadi penghambat untuk mencapai keinginan seseorang untuk hidup lebih baik lagi.
Key concepts: Humanities, Art