2019Unpublished venueRequires access

Analysis of Portrayal of the Protagonist in Jamaica Kincaid's Lucy

Henni Sidabungke

Open publisher page 0 citations

Abstract

Di dalam skripsi ini, saya membahas novel karya Jamaica Kincaid yang berjudul Lucy. Saya membahas karakteristik tokoh utama dalam pencarian cinta dan kebahagiaannya. Tokoh utama dalam novel ini adalah Lucy, seorang gadis remaja yang merasa dikhianati atau tidak dicintai lagi oleh ibunya sesudah kelahiran saudara laki-lakinya. Pengkhianatan itu berujung pada ketidakbahagiaan Lucy. Oleh sebab itu, dia pergi ke Amerika, negeri yang selalu dia impikan, dengan pikiran bahwa ia akan menemukan kebahagiaannya di sana. Namun, sesampainya di Amerika, Lucy tidak mampu mendapatkan kebahagiaan itu. Kekecewaan dan kepahitan di masa lalunya telah membentuk Lucy menjadi seorang yang berkarakter negatif. Ia digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan amarah, kekecewaan, keinginan untuk menyakiti perasaan orang lain, dan keraguan akan kebaikan orang lain, yang pada akhirnya tidak membuat hidupnya lebih baik. Setelah menganalisis novel ini, saya meyakini bahwa penulis menciptakan karakteristik seperti itu karena ingin menyampaikan pesan pada semua ibu untuk mencintai anaknya dengan adil karena pengalaman tidak dicintai atau dikhianati oleh seorang ibu dapat mempengaruhi karakter dan masa depan anak secara negative, yang bisa menjadi penghambat untuk mencapai keinginan seseorang untuk hidup lebih baik lagi.

About this research paper

What this paper is about

Di dalam skripsi ini, saya membahas novel karya Jamaica Kincaid yang berjudul Lucy. Saya membahas karakteristik tokoh utama dalam pencarian cinta dan kebahagiaannya. Tokoh utama dalam novel ini adalah Lucy, seorang gadis remaja yang merasa dikhianati atau tidak dicintai lagi oleh ibunya sesudah kelahiran saudara laki-lakinya. Pengkhianatan itu berujung pada ketidakbahagiaan Lucy. Oleh sebab itu, dia pergi ke Amerika, negeri yang selalu dia impikan, dengan pikiran bahwa ia akan menemukan kebahagiaannya di sana. Namun, sesampainya di Amerika, Lucy tidak mampu mendapatkan kebahagiaan itu. Kekecewaan dan kepahitan di masa lalunya telah membentuk Lucy menjadi seorang yang berkarakter negatif. Ia digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan amarah, kekecewaan, keinginan untuk menyakiti perasaan orang lain, dan keraguan akan kebaikan orang lain, yang pada akhirnya tidak membuat hidupnya lebih baik. Setelah menganalisis novel ini, saya meyakini bahwa penulis menciptakan karakteristik seperti itu karena ingin menyampaikan pesan pada semua ibu untuk mencintai anaknya dengan adil karena pengalaman tidak dicintai atau dikhianati oleh seorang ibu dapat mempengaruhi karakter dan masa depan anak secara negative, yang bisa menjadi penghambat untuk mencapai keinginan seseorang untuk hidup lebih baik lagi.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Di dalam skripsi ini, saya membahas novel karya Jamaica Kincaid yang berjudul Lucy. Saya membahas karakteristik tokoh utama dalam pencarian cinta dan kebahagiaannya. Tokoh utama dalam novel ini adalah Lucy, seorang gadis remaja yang merasa dikhianati atau tidak dicintai lagi oleh ibunya sesudah kelahiran saudara laki-lakinya. Pengkhianatan itu berujung pada ketidakbahagiaan Lucy. Oleh sebab itu, dia pergi ke Amerika, negeri yang selalu dia impikan, dengan pikiran bahwa ia akan menemukan kebahagiaannya di sana. Namun, sesampainya di Amerika, Lucy tidak mampu mendapatkan kebahagiaan itu. Kekecewaan dan kepahitan di masa lalunya telah membentuk Lucy menjadi seorang yang berkarakter negatif. Ia digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan amarah, kekecewaan, keinginan untuk menyakiti perasaan orang lain, dan keraguan akan kebaikan orang lain, yang pada akhirnya tidak membuat hidupnya lebih baik. Setelah menganalisis novel ini, saya meyakini bahwa penulis menciptakan karakteristik seperti itu karena ingin menyampaikan pesan pada semua ibu untuk mencintai anaknya dengan adil karena pengalaman tidak dicintai atau dikhianati oleh seorang ibu dapat mempengaruhi karakter dan masa depan anak secara negative, yang bisa menjadi penghambat untuk mencapai keinginan seseorang untuk hidup lebih baik lagi.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of Portrayal of the Protagonist in Jamaica Kincaid's Lucy — Research Paper | ScholarLens