2016•Unpublished venueRequires access

PIPELINE INTEGRITY ANALYSIS OWNED JOINT OPERATION BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA WHEN INSTALLATION

Alfariee Samudra Yudhanagara

Open publisher page 0 citations

Abstract

Instalasi pipa adalah proses pemasangan pipa di laut. Joint Operation Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) ingin menambah satu pipa offshore baru dengan menggunakan pipa berukuran 10 inchi sejajar disamping pipa existing yang berada di Palang Station ke FSO Cinta Natomas, Tuban, Jawa Timur. Hal yang harus diperhatikan dalam instalasi pipa offshore adalah besarnya tegangan (stress) yang terjadi pada pipa saat proses tersebut. Mulai dari saat pipa masih diatas laybarge, stinger dan saat pipa menyentuh seabed. Ada 2 kategori area yang harus dianalisa, yaitu overbend dan sagbend. Selain itu, stabilitas pipa bawah laut diperhitungkan dengan mempertimbangkan efek gaya-gaya hidrodinamika yang bekerja pada pipa. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis gaya dan stabilitas yang bekerja pada pipa saat instalasi serta analisis tegangan yang terjadi saat instalasi. Pemodelan dilakukan dengan software untuk mengetahui besar tegangan yang terjadi sedangkan untuk perhitungan stabilitas menggunakan codes DNV RP F109 dan dari hasil analisa menunjukkan besar stabilitas lateral sebesar 2,826 dan stabilitas vertikal sebesar 1,926, maka dari hasil tersebut sudah memenuhi syarat pada codes DNV RP F109. Saat instalasi dengan metode S-Lay, tegangan terbesar yang terjadi pada daerah overbend sebesar 60,20 %SMYS dan pada daerah sagbend sebesar 12,39 %SMYS, maka dari hasil tersebut tegangan terbesar pada daerah overbend dan sagbend tidak melebihi allowable stress pada material.

About this research paper

What this paper is about

Instalasi pipa adalah proses pemasangan pipa di laut. Joint Operation Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) ingin menambah satu pipa offshore baru dengan menggunakan pipa berukuran 10 inchi sejajar disamping pipa existing yang berada di Palang Station ke FSO Cinta Natomas, Tuban, Jawa Timur. Hal yang harus diperhatikan dalam instalasi pipa offshore adalah besarnya tegangan (stress) yang terjadi pada pipa saat proses tersebut. Mulai dari saat pipa masih diatas laybarge, stinger dan saat pipa menyentuh seabed. Ada 2 kategori area yang harus dianalisa, yaitu overbend dan sagbend. Selain itu, stabilitas pipa bawah laut diperhitungkan dengan mempertimbangkan efek gaya-gaya hidrodinamika yang bekerja pada pipa. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis gaya dan stabilitas yang bekerja pada pipa saat instalasi serta analisis tegangan yang terjadi saat instalasi. Pemodelan dilakukan dengan software untuk mengetahui besar tegangan yang terjadi sedangkan untuk perhitungan stabilitas menggunakan codes DNV RP F109 dan dari hasil analisa menunjukkan besar stabilitas lateral sebesar 2,826 dan stabilitas vertikal sebesar 1,926, maka dari hasil tersebut sudah memenuhi syarat pada codes DNV RP F109. Saat instalasi dengan metode S-Lay, tegangan terbesar yang terjadi pada daerah overbend sebesar 60,20 %SMYS dan pada daerah sagbend sebesar 12,39 %SMYS, maka dari hasil tersebut tegangan terbesar pada daerah overbend dan sagbend tidak melebihi allowable stress pada material.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Instalasi pipa adalah proses pemasangan pipa di laut. Joint Operation Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) ingin menambah satu pipa offshore baru dengan menggunakan pipa berukuran 10 inchi sejajar disamping pipa existing yang berada di Palang Station ke FSO Cinta Natomas, Tuban, Jawa Timur. Hal yang harus diperhatikan dalam instalasi pipa offshore adalah besarnya tegangan (stress) yang terjadi pada pipa saat proses tersebut. Mulai dari saat pipa masih diatas laybarge, stinger dan saat pipa menyentuh seabed. Ada 2 kategori area yang harus dianalisa, yaitu overbend dan sagbend. Selain itu, stabilitas pipa bawah laut diperhitungkan dengan mempertimbangkan efek gaya-gaya hidrodinamika yang bekerja pada pipa. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis gaya dan stabilitas yang bekerja pada pipa saat instalasi serta analisis tegangan yang terjadi saat instalasi. Pemodelan dilakukan dengan software untuk mengetahui besar tegangan yang terjadi sedangkan untuk perhitungan stabilitas menggunakan codes DNV RP F109 dan dari hasil analisa menunjukkan besar stabilitas lateral sebesar 2,826 dan stabilitas vertikal sebesar 1,926, maka dari hasil tersebut sudah memenuhi syarat pada codes DNV RP F109. Saat instalasi dengan metode S-Lay, tegangan terbesar yang terjadi pada daerah overbend sebesar 60,20 %SMYS dan pada daerah sagbend sebesar 12,39 %SMYS, maka dari hasil tersebut tegangan terbesar pada daerah overbend dan sagbend tidak melebihi allowable stress pada material.

Key concepts: Physics, Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
PIPELINE INTEGRITY ANALYSIS OWNED JOINT OPERATION BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA WHEN INSTALLATION — Research Paper | ScholarLens