2016•Unpublished venueRequires access

OPTIMIZATION OF STINGER ANGLE CONFIGURATION AND WATER DEPTH WITH LOCAL BUCKLING CHECK

Desak Made Ayu Pradnya Putri

Open publisher page 0 citations

Abstract

Semakin meningkatnya eksplorasi minyak dan gas maka akan semakin dibutuhkannya mode transportasi pengangkut minyak dan gas. Sistem perpipaan merupakan salah satu mode transportasi minyak dan gas yang banyak digunakan dikarenakan lebih efisien dan lebih efektif. Pada saat proses instalasi ada 2 kategori yang harus dianalisa yaitu overbend dan sagbend. Analisa dilakukan dengan bantuan OFFPIPE untuk menghitung besarnya tegangan Von Mises yang bekerja pada saat proses laying dengan variasi kedalaman dan sudut stinger. Setelah didapatkan tegangannya, maka akan dihitung local buckling yang terjadi pada daerah sagbend dan overbend pada saat proses laying. Studi kasus yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah proyek saluran pipa baru “EPCI for MRA-MMJ” dari PT. PHE ONWJ. Variasi sudut stinger yang digunakan adalah 6.66, 8.88, 11.1, 13.32, 15.54 derajat dan masing-masing case memiliki perbedaan pada kedalaman laut mulai case 1-9 yaitu 14.935, 15.979, 17.023, 18.067, 19.11, 20.155, 21.199, 22.243 dan 23.287 meter. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa sudut optimal adalah sudut 11.1 derajat. Selain itu dapat dikatakan bahwa pipeline tidak mengalami local buckling karena memenuhi premissible combination dari code DNV 1981.

About this research paper

What this paper is about

Semakin meningkatnya eksplorasi minyak dan gas maka akan semakin dibutuhkannya mode transportasi pengangkut minyak dan gas. Sistem perpipaan merupakan salah satu mode transportasi minyak dan gas yang banyak digunakan dikarenakan lebih efisien dan lebih efektif. Pada saat proses instalasi ada 2 kategori yang harus dianalisa yaitu overbend dan sagbend. Analisa dilakukan dengan bantuan OFFPIPE untuk menghitung besarnya tegangan Von Mises yang bekerja pada saat proses laying dengan variasi kedalaman dan sudut stinger. Setelah didapatkan tegangannya, maka akan dihitung local buckling yang terjadi pada daerah sagbend dan overbend pada saat proses laying. Studi kasus yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah proyek saluran pipa baru “EPCI for MRA-MMJ” dari PT. PHE ONWJ. Variasi sudut stinger yang digunakan adalah 6.66, 8.88, 11.1, 13.32, 15.54 derajat dan masing-masing case memiliki perbedaan pada kedalaman laut mulai case 1-9 yaitu 14.935, 15.979, 17.023, 18.067, 19.11, 20.155, 21.199, 22.243 dan 23.287 meter. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa sudut optimal adalah sudut 11.1 derajat. Selain itu dapat dikatakan bahwa pipeline tidak mengalami local buckling karena memenuhi premissible combination dari code DNV 1981.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Semakin meningkatnya eksplorasi minyak dan gas maka akan semakin dibutuhkannya mode transportasi pengangkut minyak dan gas. Sistem perpipaan merupakan salah satu mode transportasi minyak dan gas yang banyak digunakan dikarenakan lebih efisien dan lebih efektif. Pada saat proses instalasi ada 2 kategori yang harus dianalisa yaitu overbend dan sagbend. Analisa dilakukan dengan bantuan OFFPIPE untuk menghitung besarnya tegangan Von Mises yang bekerja pada saat proses laying dengan variasi kedalaman dan sudut stinger. Setelah didapatkan tegangannya, maka akan dihitung local buckling yang terjadi pada daerah sagbend dan overbend pada saat proses laying. Studi kasus yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah proyek saluran pipa baru “EPCI for MRA-MMJ” dari PT. PHE ONWJ. Variasi sudut stinger yang digunakan adalah 6.66, 8.88, 11.1, 13.32, 15.54 derajat dan masing-masing case memiliki perbedaan pada kedalaman laut mulai case 1-9 yaitu 14.935, 15.979, 17.023, 18.067, 19.11, 20.155, 21.199, 22.243 dan 23.287 meter. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa sudut optimal adalah sudut 11.1 derajat. Selain itu dapat dikatakan bahwa pipeline tidak mengalami local buckling karena memenuhi premissible combination dari code DNV 1981.

Key concepts: Physics

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
OPTIMIZATION OF STINGER ANGLE CONFIGURATION AND WATER DEPTH WITH LOCAL BUCKLING CHECK — Research Paper | ScholarLens