STRESS ANALYSIS DUE TO RISK OF BUCKLING ON THE PROCESS OF OFFSHORE PIPE LAYING
Andhika Haris Nugroho
Abstract
Andhika Haris Nugroho
Abstract
Dalam proses penggelaran pipa bawah laut, banyak sekali resiko yang dapat mengakibatkan struktur pipa gagal, yang dapat mengakibatkan kerugian waktu, material dapat berujung pada kerugian berbentuk materi. Karena berbeda dengan instalasi pipa di darat, penggelaran pipa bawah laut mendapatkan banyak pengaruh dalam proses instalasinya, mulai dari tekanan dalam laut yang harus di perhitungan besarnya, kecepatan arus, besarnya gelobang, dan tentunya faktor kedalaman dasar laut yang bervariasi. Tugas akhir ini dilakukan untuk mengestimasikan minimum bending stress yang terjadi pada daerah kritis agar sesuai dengan kriteria desain guna menghindari kegagalan pada proses instalasi dalam hal ini terjadinya buckling pada beberapa segmen pipa. Metode instalasi yang diamati ialah metode S-Lay. Dari hasil analisis pipa pada kasus ini dapat disimpulkan instalasi pipa tidak mengalami overstress maupun risiko local buckling serta propagation buckling di daerah manapun, ini dikarenakan nilai tegangan yang terjadi pada area sagbend dan overbend masih memenuhi kriteria, yakni masih kurang dari 87% SMYS pipa untuk standart DNV OS F101 “Submarine Pipeline System” dan masih kurang dari 85% SMYS pipa untuk standart DNV 1981 . Serta telah dilakukan validasi menggunakan software yang berbasis finite element yang untuk menampilkan pergerakan pipa serta persebaran tegangannya, dan pipa dapat dikatakan aman.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam proses penggelaran pipa bawah laut, banyak sekali resiko yang dapat mengakibatkan struktur pipa gagal, yang dapat mengakibatkan kerugian waktu, material dapat berujung pada kerugian berbentuk materi. Karena berbeda dengan instalasi pipa di darat, penggelaran pipa bawah laut mendapatkan banyak pengaruh dalam proses instalasinya, mulai dari tekanan dalam laut yang harus di perhitungan besarnya, kecepatan arus, besarnya gelobang, dan tentunya faktor kedalaman dasar laut yang bervariasi. Tugas akhir ini dilakukan untuk mengestimasikan minimum bending stress yang terjadi pada daerah kritis agar sesuai dengan kriteria desain guna menghindari kegagalan pada proses instalasi dalam hal ini terjadinya buckling pada beberapa segmen pipa. Metode instalasi yang diamati ialah metode S-Lay. Dari hasil analisis pipa pada kasus ini dapat disimpulkan instalasi pipa tidak mengalami overstress maupun risiko local buckling serta propagation buckling di daerah manapun, ini dikarenakan nilai tegangan yang terjadi pada area sagbend dan overbend masih memenuhi kriteria, yakni masih kurang dari 87% SMYS pipa untuk standart DNV OS F101 “Submarine Pipeline System” dan masih kurang dari 85% SMYS pipa untuk standart DNV 1981 . Serta telah dilakukan validasi menggunakan software yang berbasis finite element yang untuk menampilkan pergerakan pipa serta persebaran tegangannya, dan pipa dapat dikatakan aman.
Key concepts: Humanities, Physics, Mathematics, Art