Portrayal of The Protagonists In Sylvia Plath's 'The Bell Jar' and Paulo Coelho's 'Eleven Minutes'
Silvia silvia
Abstract
Silvia silvia
Abstract
Di dalam penulisan tugas akhir ini, saya menganalisis karakteristik dua tokoh wanita dalam novel The Bell Jar karya Sylvia Plath dan Eleven Minutes karya Paulo Coelho. Tokoh utama dalam The Bell Jar, Esther Greenwood, memiliki prestasi luar biasa di bidang akademik, namun ketidaksetaraan jender dalam masyarakat di mana dia berada membuat dia terpuruk. Dengan melakukan hubungan seks di luar pernikahan, Esther mendobrak nilai-nilai dalam masyarakat yang dianggapnya merugikan wanita. Selain itu, Esther juga mengembangkan diri menjadi karakter yang lebih baik. Tokoh utama dalam Eleven Minutes adalah seorang pelacur bernama Maria yang memiliki berbagai pengalaman seksual sejak usia muda. Maria mengalami beberapa tahap perkembangan diri dalam hidupnya sejak berumur sebelas tahun. Pada tahap terakhir, karakteristik dan cara pandang yang ditanamkan oleh masyrakatnya juga diubah. Walaupun seksualitas merupakan hal yang tabu di masyarakat mereka, seksualitas menjadi kunci untuk perkembangan diri Esther dan Maria ke arah yang positif. Bagi Esther, seksualitas adalah simbol kebebasan atas hidupnya sendiri. Sedangkan bagi Maria, pengalaman seksualnya merupakan simbol perkembangan dirinya.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Di dalam penulisan tugas akhir ini, saya menganalisis karakteristik dua tokoh wanita dalam novel The Bell Jar karya Sylvia Plath dan Eleven Minutes karya Paulo Coelho. Tokoh utama dalam The Bell Jar, Esther Greenwood, memiliki prestasi luar biasa di bidang akademik, namun ketidaksetaraan jender dalam masyarakat di mana dia berada membuat dia terpuruk. Dengan melakukan hubungan seks di luar pernikahan, Esther mendobrak nilai-nilai dalam masyarakat yang dianggapnya merugikan wanita. Selain itu, Esther juga mengembangkan diri menjadi karakter yang lebih baik. Tokoh utama dalam Eleven Minutes adalah seorang pelacur bernama Maria yang memiliki berbagai pengalaman seksual sejak usia muda. Maria mengalami beberapa tahap perkembangan diri dalam hidupnya sejak berumur sebelas tahun. Pada tahap terakhir, karakteristik dan cara pandang yang ditanamkan oleh masyrakatnya juga diubah. Walaupun seksualitas merupakan hal yang tabu di masyarakat mereka, seksualitas menjadi kunci untuk perkembangan diri Esther dan Maria ke arah yang positif. Bagi Esther, seksualitas adalah simbol kebebasan atas hidupnya sendiri. Sedangkan bagi Maria, pengalaman seksualnya merupakan simbol perkembangan dirinya.
Key concepts: Humanities, Art, Art history