2018Unpublished venueRequires access

Analysis of Portrayal of the Protagonist in Sylvia Plath's The Bell Jar

Ellena Puspa Indah

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam tugas akhir ini, saya menganalisis karakteristik tokoh utama dalam novel The Bell Jar yang ditulis oleh Sylvia Plath. Melalui tokoh utamanya, Plath menggambarkan kehidupan seorang remaja ambisius dan naif yang mengalami kebingungan akibat dari norma dan standar ganda bagi perempuan pada era tahun 1950-an di Amerika Serikat yang tidak sesuai dengan harapannya, sehingga kondisi tersebut membuatnya depresi. Tokoh utama cerita ini adalah Esther Greenwood, seorang remaja perempuan berusia sembilan belas tahun yang digambarkan sebagai seseorang yang ambisius dan naif. Dalam kenaifannya, Esther menentang norma-norma masyarakat yang dianggapnya tidak adil bagi wanita. Esther juga bermimpi suatu saat ingin menjadi seorang penulis yang pada saat itu dianggap karir yang tidak wajar bagi seorang perempuan. Karena sifat ambisiusnya, Esther mendapat kesempatan untuk magang di sebuah majalah terkenal di New York. Namun, pandangan dan tuntutan masyarakat terhadap pilihan karirnya membuat Esther merasa bingung. Esther sadar bahwa pandangan masyarakat mustahil untuk diubah sehingga ia menjadi depresi dan melakukan upaya bunuh diri. Melalui novel ini, Plath ingin menunjukkan bahwa norma dan standar ganda masyarakat pada jaman tersebut dapat menyebabkan seorang perempuan muda yang naif, ambisius, dan kurang pengalaman hidup mengalami kebingungan

About this research paper

What this paper is about

Dalam tugas akhir ini, saya menganalisis karakteristik tokoh utama dalam novel The Bell Jar yang ditulis oleh Sylvia Plath. Melalui tokoh utamanya, Plath menggambarkan kehidupan seorang remaja ambisius dan naif yang mengalami kebingungan akibat dari norma dan standar ganda bagi perempuan pada era tahun 1950-an di Amerika Serikat yang tidak sesuai dengan harapannya, sehingga kondisi tersebut membuatnya depresi. Tokoh utama cerita ini adalah Esther Greenwood, seorang remaja perempuan berusia sembilan belas tahun yang digambarkan sebagai seseorang yang ambisius dan naif. Dalam kenaifannya, Esther menentang norma-norma masyarakat yang dianggapnya tidak adil bagi wanita. Esther juga bermimpi suatu saat ingin menjadi seorang penulis yang pada saat itu dianggap karir yang tidak wajar bagi seorang perempuan. Karena sifat ambisiusnya, Esther mendapat kesempatan untuk magang di sebuah majalah terkenal di New York. Namun, pandangan dan tuntutan masyarakat terhadap pilihan karirnya membuat Esther merasa bingung. Esther sadar bahwa pandangan masyarakat mustahil untuk diubah sehingga ia menjadi depresi dan melakukan upaya bunuh diri. Melalui novel ini, Plath ingin menunjukkan bahwa norma dan standar ganda masyarakat pada jaman tersebut dapat menyebabkan seorang perempuan muda yang naif, ambisius, dan kurang pengalaman hidup mengalami kebingungan

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam tugas akhir ini, saya menganalisis karakteristik tokoh utama dalam novel The Bell Jar yang ditulis oleh Sylvia Plath. Melalui tokoh utamanya, Plath menggambarkan kehidupan seorang remaja ambisius dan naif yang mengalami kebingungan akibat dari norma dan standar ganda bagi perempuan pada era tahun 1950-an di Amerika Serikat yang tidak sesuai dengan harapannya, sehingga kondisi tersebut membuatnya depresi. Tokoh utama cerita ini adalah Esther Greenwood, seorang remaja perempuan berusia sembilan belas tahun yang digambarkan sebagai seseorang yang ambisius dan naif. Dalam kenaifannya, Esther menentang norma-norma masyarakat yang dianggapnya tidak adil bagi wanita. Esther juga bermimpi suatu saat ingin menjadi seorang penulis yang pada saat itu dianggap karir yang tidak wajar bagi seorang perempuan. Karena sifat ambisiusnya, Esther mendapat kesempatan untuk magang di sebuah majalah terkenal di New York. Namun, pandangan dan tuntutan masyarakat terhadap pilihan karirnya membuat Esther merasa bingung. Esther sadar bahwa pandangan masyarakat mustahil untuk diubah sehingga ia menjadi depresi dan melakukan upaya bunuh diri. Melalui novel ini, Plath ingin menunjukkan bahwa norma dan standar ganda masyarakat pada jaman tersebut dapat menyebabkan seorang perempuan muda yang naif, ambisius, dan kurang pengalaman hidup mengalami kebingungan

Key concepts: Humanities, Art, Psychology, Psychoanalysis

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of Portrayal of the Protagonist in Sylvia Plath's The Bell Jar — Research Paper | ScholarLens