2007Unpublished venueRequires access

Analysis of The Portrayal of The Female Protagonist as a Prostitute in Paulo Coelho's 'Eleven Minutes' and Stephen Crane's 'Maggie: A Girl of The Streets'

Kiky Imelda

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis karakter yang ada pada tokoh utama dalam novel Eleven Minutes karya Paulo Coelho serta Maggie: A Girl of the Streets karya Stephen Crane. Walaupun kedua tokoh utama tersebut berprofesi sama, yaitu menjadi pelacur, karakteristik yang ada pada kedua tokoh tersebut sangatlah berlawanan. Penggambaran seorang pelacur dalam tokoh utama yang bernama Maria dalam novel Eleven Minutes yang memiliki karakteristik berani, penasaran, sombong, religius, berkeinginan kuat, serta bijaksana mengundang perhatian banyak pembaca karena penggambarannya yang begitu positif. Hal ini dilakukan oleh Coelho karena ia ingin menampilkan konsep ide utamanya, yaitu pencarian jati diri melalui prostitusi. Sedangkan penggambaran pelacur dalam tokoh utama Maggie dalam novel Maggie: A Girl of the Streets sangatlah berlawanan dengan tokoh Maria. Maggie digambarkan sebagai seorang gadis yang tidak berpendidikan, naif dan pasrah sampai akhirnya kematian menjemputnya. Penokohannya sangatlah negatif. Hal ini dimaksudkan oleh Crane untuk menciptakan gambaran kehidupan nyata di Amerika, khususnya di kota New York pada saat industrialisasi mulai berkembang serta bentuk sindiran secara tidak langsung terhadap zaman romantisme yang digambarkan dengan kemewahan yang elegan.

About this research paper

What this paper is about

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis karakter yang ada pada tokoh utama dalam novel Eleven Minutes karya Paulo Coelho serta Maggie: A Girl of the Streets karya Stephen Crane. Walaupun kedua tokoh utama tersebut berprofesi sama, yaitu menjadi pelacur, karakteristik yang ada pada kedua tokoh tersebut sangatlah berlawanan. Penggambaran seorang pelacur dalam tokoh utama yang bernama Maria dalam novel Eleven Minutes yang memiliki karakteristik berani, penasaran, sombong, religius, berkeinginan kuat, serta bijaksana mengundang perhatian banyak pembaca karena penggambarannya yang begitu positif. Hal ini dilakukan oleh Coelho karena ia ingin menampilkan konsep ide utamanya, yaitu pencarian jati diri melalui prostitusi. Sedangkan penggambaran pelacur dalam tokoh utama Maggie dalam novel Maggie: A Girl of the Streets sangatlah berlawanan dengan tokoh Maria. Maggie digambarkan sebagai seorang gadis yang tidak berpendidikan, naif dan pasrah sampai akhirnya kematian menjemputnya. Penokohannya sangatlah negatif. Hal ini dimaksudkan oleh Crane untuk menciptakan gambaran kehidupan nyata di Amerika, khususnya di kota New York pada saat industrialisasi mulai berkembang serta bentuk sindiran secara tidak langsung terhadap zaman romantisme yang digambarkan dengan kemewahan yang elegan.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis karakter yang ada pada tokoh utama dalam novel Eleven Minutes karya Paulo Coelho serta Maggie: A Girl of the Streets karya Stephen Crane. Walaupun kedua tokoh utama tersebut berprofesi sama, yaitu menjadi pelacur, karakteristik yang ada pada kedua tokoh tersebut sangatlah berlawanan. Penggambaran seorang pelacur dalam tokoh utama yang bernama Maria dalam novel Eleven Minutes yang memiliki karakteristik berani, penasaran, sombong, religius, berkeinginan kuat, serta bijaksana mengundang perhatian banyak pembaca karena penggambarannya yang begitu positif. Hal ini dilakukan oleh Coelho karena ia ingin menampilkan konsep ide utamanya, yaitu pencarian jati diri melalui prostitusi. Sedangkan penggambaran pelacur dalam tokoh utama Maggie dalam novel Maggie: A Girl of the Streets sangatlah berlawanan dengan tokoh Maria. Maggie digambarkan sebagai seorang gadis yang tidak berpendidikan, naif dan pasrah sampai akhirnya kematian menjemputnya. Penokohannya sangatlah negatif. Hal ini dimaksudkan oleh Crane untuk menciptakan gambaran kehidupan nyata di Amerika, khususnya di kota New York pada saat industrialisasi mulai berkembang serta bentuk sindiran secara tidak langsung terhadap zaman romantisme yang digambarkan dengan kemewahan yang elegan.

Key concepts: Art, Girl, Humanities, Cartography, Art history, Psychology, Geography, Developmental psychology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of The Portrayal of The Female Protagonist as a Prostitute in Paulo Coelho's 'Eleven Minutes' and Stephen Crane's 'Maggie: A Girl of The Streets' — Research Paper | ScholarLens