Analysis of The Portrayal of The Protagonist in Albert Camus' 'The Fall'
Alfredo Souisa
Abstract
Alfredo Souisa
Abstract
Dalam tugas akhir ini, saya membahas penokohan tokoh utama dari novel karya Albert Camus yang berjudul The Fall. Jean-Baptiste Clamence adalah tokoh utama dalam novel Albert Camus ini. Dia digambarkan sebagai tokoh yang unik. Novel ini menceritakan tentang Clamence, seorang pengacara sukses di Paris. Dalam novel ini tokoh utama pada awalnya digambarkan sebagai orang yang suka membanggakan kemampuannya, berpura-pura berkelakuan baik di depan masyarakat, suka menilai orang lain untuk membuat dirinya terlihat lebih baik. Di tengah cerita, karakteristik Clamence berkembang menjadi penuh rasa bersalah, tidak perduli akan keadaan sekitar serta dirinya sendiri dan juga pesimis. Tujuan Albert Camus membuat novel ini adalah sebagai sindiran terhadap orang-orang di masyarakat yang menjalani hidup dengan penuh kepura-puraan, untuk menutupi kelemahan dan mendapat pengakuan dari masyarakat. Selain itu Albert Camus ingin berpendapat bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang dia sadari atau tidak dapat mempengaruhi keadaan di sekitar dia.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam tugas akhir ini, saya membahas penokohan tokoh utama dari novel karya Albert Camus yang berjudul The Fall. Jean-Baptiste Clamence adalah tokoh utama dalam novel Albert Camus ini. Dia digambarkan sebagai tokoh yang unik. Novel ini menceritakan tentang Clamence, seorang pengacara sukses di Paris. Dalam novel ini tokoh utama pada awalnya digambarkan sebagai orang yang suka membanggakan kemampuannya, berpura-pura berkelakuan baik di depan masyarakat, suka menilai orang lain untuk membuat dirinya terlihat lebih baik. Di tengah cerita, karakteristik Clamence berkembang menjadi penuh rasa bersalah, tidak perduli akan keadaan sekitar serta dirinya sendiri dan juga pesimis. Tujuan Albert Camus membuat novel ini adalah sebagai sindiran terhadap orang-orang di masyarakat yang menjalani hidup dengan penuh kepura-puraan, untuk menutupi kelemahan dan mendapat pengakuan dari masyarakat. Selain itu Albert Camus ingin berpendapat bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang dia sadari atau tidak dapat mempengaruhi keadaan di sekitar dia.
Key concepts: Humanities, Art