2009Unpublished venueRequires access

Analysis of The Theme Through The Protagonist in Herbert George Wells' 'The Invisible Man'

Christian Ferdinand Alexander

Open publisher page 0 citations

Abstract

Di dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis novel yang berjudul The Invisible Man, karya H. G. Wells. Novel ini termasuk dalam kategori sains-fiksi yang merupakan ciri khas dari H. G. Wells. Saya menemukan salah satu kekuatan novel ini adalah penokohan tokoh utamanya. Banyak sifat dari tokoh utama yang sangat kuat. Oleh karena itu saya tertarik untuk menganalisis novel ini untuk mendapatkan tema melalui tokoh utamanya. Griffin sebagai tokoh utama dalam novel ini mempengaruhi isi cerita secara keseluruhan. Penokohan Griffin sangat kuat, dalam hal ini berkaitan dengan ambisinya yang sangat berlebihan. Griffin mempunyai ambisi yang berlebihan untuk dapat dikenal dan diakui orang. Hal ini ia wujudkan melalui experimennya untuk menjadi in vis ibl e. Dia berusaha untuk mewujudkan ambisinya tanpa memperhatikan orang lain dan menggunakan berbagai cara walaupun hal itu salah dan memberikan kerugian untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Pada akhirnya Griffin tidak mendapatkan apa-apa dan hidupnya berakhir secara ironis. Usaha Griffin untuk memenuhi ambisinya dengan melibatkan dan merugikan banyak orang membuat saya menyimpulkan tema dari novel ini melalui tokoh Griffin bahwa ambisi seseorang yang sangat berlebihan hanya akan membawa bencana untuk orang itu sendiri.

About this research paper

What this paper is about

Di dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis novel yang berjudul The Invisible Man, karya H. G. Wells. Novel ini termasuk dalam kategori sains-fiksi yang merupakan ciri khas dari H. G. Wells. Saya menemukan salah satu kekuatan novel ini adalah penokohan tokoh utamanya. Banyak sifat dari tokoh utama yang sangat kuat. Oleh karena itu saya tertarik untuk menganalisis novel ini untuk mendapatkan tema melalui tokoh utamanya. Griffin sebagai tokoh utama dalam novel ini mempengaruhi isi cerita secara keseluruhan. Penokohan Griffin sangat kuat, dalam hal ini berkaitan dengan ambisinya yang sangat berlebihan. Griffin mempunyai ambisi yang berlebihan untuk dapat dikenal dan diakui orang. Hal ini ia wujudkan melalui experimennya untuk menjadi in vis ibl e. Dia berusaha untuk mewujudkan ambisinya tanpa memperhatikan orang lain dan menggunakan berbagai cara walaupun hal itu salah dan memberikan kerugian untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Pada akhirnya Griffin tidak mendapatkan apa-apa dan hidupnya berakhir secara ironis. Usaha Griffin untuk memenuhi ambisinya dengan melibatkan dan merugikan banyak orang membuat saya menyimpulkan tema dari novel ini melalui tokoh Griffin bahwa ambisi seseorang yang sangat berlebihan hanya akan membawa bencana untuk orang itu sendiri.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Di dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis novel yang berjudul The Invisible Man, karya H. G. Wells. Novel ini termasuk dalam kategori sains-fiksi yang merupakan ciri khas dari H. G. Wells. Saya menemukan salah satu kekuatan novel ini adalah penokohan tokoh utamanya. Banyak sifat dari tokoh utama yang sangat kuat. Oleh karena itu saya tertarik untuk menganalisis novel ini untuk mendapatkan tema melalui tokoh utamanya. Griffin sebagai tokoh utama dalam novel ini mempengaruhi isi cerita secara keseluruhan. Penokohan Griffin sangat kuat, dalam hal ini berkaitan dengan ambisinya yang sangat berlebihan. Griffin mempunyai ambisi yang berlebihan untuk dapat dikenal dan diakui orang. Hal ini ia wujudkan melalui experimennya untuk menjadi in vis ibl e. Dia berusaha untuk mewujudkan ambisinya tanpa memperhatikan orang lain dan menggunakan berbagai cara walaupun hal itu salah dan memberikan kerugian untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Pada akhirnya Griffin tidak mendapatkan apa-apa dan hidupnya berakhir secara ironis. Usaha Griffin untuk memenuhi ambisinya dengan melibatkan dan merugikan banyak orang membuat saya menyimpulkan tema dari novel ini melalui tokoh Griffin bahwa ambisi seseorang yang sangat berlebihan hanya akan membawa bencana untuk orang itu sendiri.

Key concepts: Humanities, Griffin, Art, Psychoanalysis, Psychology, Classics

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of The Theme Through The Protagonist in Herbert George Wells' 'The Invisible Man' — Research Paper | ScholarLens