2017Unpublished venueRequires access

Analysis of Portrayal of the Protagonists in Beckett's Happy Days and Ionesco's the Chairs

Senna Senna

Open publisher page 0 citations

Abstract

Skripsi ini menganalisis dua drama, yaitu Happy Days karya Samuel Beckett, dan The Chairs karangan Eugene Ionesco. Fokus utama analisis adalah penggambaran watak tokoh utama kedua drama di atas. Kedua drama tersebut berkisah tentang seseorang yang terjebak dalam rutinitas hidup yang selalu sama hari demi hari. Kedua tokoh utama sama-sama memiliki cara tertentu untuk mengisi kehidupan mereka yang tak bermakna. Kedua tokoh utama memiliki sifat-sifat yang berbeda dan masing-masing tokoh mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi kebosanan hidupnya. Tokoh Winnie dalam Happy Days memilih cara yang optimistis dalam mengisi kekosongan hidupnya, sementara tokoh Old man dalam The Chairs memilih cara yang pesimitis dalam menghadapi kebosanan hidupnya. Di akhir cerita, kedua tokoh berhasil mengakhiri kebosanan hidupnya, Winnie masih tetap hidup, sementara tokoh Old man mengakhiri hidupnya sendiri. Analisis kedua tokoh tersebut dilakukan dengan cara membaca secara teliti kedua drama atau dikenal juga dengan metode Formalism.

About this research paper

What this paper is about

Skripsi ini menganalisis dua drama, yaitu Happy Days karya Samuel Beckett, dan The Chairs karangan Eugene Ionesco. Fokus utama analisis adalah penggambaran watak tokoh utama kedua drama di atas. Kedua drama tersebut berkisah tentang seseorang yang terjebak dalam rutinitas hidup yang selalu sama hari demi hari. Kedua tokoh utama sama-sama memiliki cara tertentu untuk mengisi kehidupan mereka yang tak bermakna. Kedua tokoh utama memiliki sifat-sifat yang berbeda dan masing-masing tokoh mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi kebosanan hidupnya. Tokoh Winnie dalam Happy Days memilih cara yang optimistis dalam mengisi kekosongan hidupnya, sementara tokoh Old man dalam The Chairs memilih cara yang pesimitis dalam menghadapi kebosanan hidupnya. Di akhir cerita, kedua tokoh berhasil mengakhiri kebosanan hidupnya, Winnie masih tetap hidup, sementara tokoh Old man mengakhiri hidupnya sendiri. Analisis kedua tokoh tersebut dilakukan dengan cara membaca secara teliti kedua drama atau dikenal juga dengan metode Formalism.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Skripsi ini menganalisis dua drama, yaitu Happy Days karya Samuel Beckett, dan The Chairs karangan Eugene Ionesco. Fokus utama analisis adalah penggambaran watak tokoh utama kedua drama di atas. Kedua drama tersebut berkisah tentang seseorang yang terjebak dalam rutinitas hidup yang selalu sama hari demi hari. Kedua tokoh utama sama-sama memiliki cara tertentu untuk mengisi kehidupan mereka yang tak bermakna. Kedua tokoh utama memiliki sifat-sifat yang berbeda dan masing-masing tokoh mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi kebosanan hidupnya. Tokoh Winnie dalam Happy Days memilih cara yang optimistis dalam mengisi kekosongan hidupnya, sementara tokoh Old man dalam The Chairs memilih cara yang pesimitis dalam menghadapi kebosanan hidupnya. Di akhir cerita, kedua tokoh berhasil mengakhiri kebosanan hidupnya, Winnie masih tetap hidup, sementara tokoh Old man mengakhiri hidupnya sendiri. Analisis kedua tokoh tersebut dilakukan dengan cara membaca secara teliti kedua drama atau dikenal juga dengan metode Formalism.

Key concepts: Drama, Art, Humanities, Psychology, Psychoanalysis, Literature

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of Portrayal of the Protagonists in Beckett's Happy Days and Ionesco's the Chairs — Research Paper | ScholarLens