Analysis of Portrayalof the Protagonistsin Kafka’s The Metamorphosisand Abe’s The Face of AnotherThrough Sartre’s Concept of Alienation
Karla Sharin Minar
Abstract
Karla Sharin Minar
Abstract
Skripsi ini menganalisis dua buah novel, yaitu The Metamorphosis karya Franz Kafka, dan The Face of Another karangan Kobo Abe. Fokus utama analisis adalah penggambaran watak tokoh utama kedua novel di atas dan kaitannya dengan teori pengasingan dari filsuf Jean-Paul Sartre. Kedua novel tersebut berkisah tentang seseorang yang terasingkan dari orang-orang di sekitarnya. Kedua tokoh utama sama-sama terasingkan karena penampilan fisik mereka. Akan tetapi, sifat-sifat mereka sendiri juga menyebabkan mereka merasa terasingkan. Masing-masing tokoh menghadapi pengasingan dengan cara yang berbeda. Tokoh Gregor dalam The Metamorphosis tidak dapat berbuat apa-apa karena wujudnya yang bukan lagi manusia, sementara tokoh tak bernama dalam The Face of Another berusaha untuk berbaur kembali dengan masyarakat lewat penciptaan topeng yang sangat menyerupai wajah manusia. Di akhir cerita, kedua tokoh tersebut tetap tidak dapat diterima kembali oleh orang-orang di sekitarnya. Analisis kedua tokoh tersebut mendukung teori Sartre yang mengatakan bahwa pengasingan berasal dari dalam diri seseorang yang sadar bahwa dirinya dinilai orang lain dan yang melihat dirinya sendiri melalui pandangan orang lain.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Skripsi ini menganalisis dua buah novel, yaitu The Metamorphosis karya Franz Kafka, dan The Face of Another karangan Kobo Abe. Fokus utama analisis adalah penggambaran watak tokoh utama kedua novel di atas dan kaitannya dengan teori pengasingan dari filsuf Jean-Paul Sartre. Kedua novel tersebut berkisah tentang seseorang yang terasingkan dari orang-orang di sekitarnya. Kedua tokoh utama sama-sama terasingkan karena penampilan fisik mereka. Akan tetapi, sifat-sifat mereka sendiri juga menyebabkan mereka merasa terasingkan. Masing-masing tokoh menghadapi pengasingan dengan cara yang berbeda. Tokoh Gregor dalam The Metamorphosis tidak dapat berbuat apa-apa karena wujudnya yang bukan lagi manusia, sementara tokoh tak bernama dalam The Face of Another berusaha untuk berbaur kembali dengan masyarakat lewat penciptaan topeng yang sangat menyerupai wajah manusia. Di akhir cerita, kedua tokoh tersebut tetap tidak dapat diterima kembali oleh orang-orang di sekitarnya. Analisis kedua tokoh tersebut mendukung teori Sartre yang mengatakan bahwa pengasingan berasal dari dalam diri seseorang yang sadar bahwa dirinya dinilai orang lain dan yang melihat dirinya sendiri melalui pandangan orang lain.
Key concepts: Humanities, Art, Face (sociological concept), Psychoanalysis, Philosophy, Psychology, Linguistics