FEMALE VOICE ABOUT LOVE AND AFFAIR IN ALICE MUNRO’S THREE STORIES IN HATESHIP, FRIENDSHIP, COURTSHIP, LOVESHIP, MARRIAGE: GYNOCRITIC READING
Lovely Permata Vyola
Abstract
Open-access reader
Lovely Permata Vyola
Abstract
Open-access reader
Skripsi ini memaparkan pandangan Alice Munro terhadap wanita dan pernikahan \nsebagaimana yang digambarkan dalam tiga cerita pendeknya, yaitu, 1) “Floating \nBridge”, 2) “Nettles”, 3) “What is Remembered” dalam buku kumpulan cerita \npendek yang berjudul Hateship, Friendship, Courtship, Loveship, Marriage \n(2001). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori feminis, tepatnya \ngynocriticism yang diusulkan oleh Elaine Showalter. Penggunaan teori \ngynocricism dalam penelitian ini difokuskan ke model psikoanalisis, untuk \nmenjelaskan sisi psikologis wanita yang terlibat dalam ikatan pernikahan dan \nmejalin perselingkuhan, dengan mengambil tiga orang tokoh utama wanita dalam \nketiga cerita pendek tersebut, yaitu Jinny, Si Narrator, dan Meriel. Dari hasil \nanalisis ini ditemukan bahwa pertama, tuntutan masyarakat akan pernikahan \nmemberikan tekanan psikologis yang besar terhadap tokoh utama wanita. Kedua, \nwanita butuh pelarian agar bisa mendapatkan self indulgence yang mana dalam \nkasus ini adalah perselingkuhan yang bisa membantu wanita melupakan \npermasalahan nya untuk sejenak. Ketiga adalah setelah menikah, keluarga \nmerupakan elemen terpenting dalam hidup seorang wanita. Hal ini dibuktikan \noleh para tokoh yang berhenti melakukan perselingkuhan karena khawatir akan \nmerusak dan menghancurkan keluarganya. \nKata kunci: istri, tekanan, pelarian, perselingkuhan, gynocriticism.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Skripsi ini memaparkan pandangan Alice Munro terhadap wanita dan pernikahan \nsebagaimana yang digambarkan dalam tiga cerita pendeknya, yaitu, 1) “Floating \nBridge”, 2) “Nettles”, 3) “What is Remembered” dalam buku kumpulan cerita \npendek yang berjudul Hateship, Friendship, Courtship, Loveship, Marriage \n(2001). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori feminis, tepatnya \ngynocriticism yang diusulkan oleh Elaine Showalter. Penggunaan teori \ngynocricism dalam penelitian ini difokuskan ke model psikoanalisis, untuk \nmenjelaskan sisi psikologis wanita yang terlibat dalam ikatan pernikahan dan \nmejalin perselingkuhan, dengan mengambil tiga orang tokoh utama wanita dalam \nketiga cerita pendek tersebut, yaitu Jinny, Si Narrator, dan Meriel. Dari hasil \nanalisis ini ditemukan bahwa pertama, tuntutan masyarakat akan pernikahan \nmemberikan tekanan psikologis yang besar terhadap tokoh utama wanita. Kedua, \nwanita butuh pelarian agar bisa mendapatkan self indulgence yang mana dalam \nkasus ini adalah perselingkuhan yang bisa membantu wanita melupakan \npermasalahan nya untuk sejenak. Ketiga adalah setelah menikah, keluarga \nmerupakan elemen terpenting dalam hidup seorang wanita. Hal ini dibuktikan \noleh para tokoh yang berhenti melakukan perselingkuhan karena khawatir akan \nmerusak dan menghancurkan keluarganya. \nKata kunci: istri, tekanan, pelarian, perselingkuhan, gynocriticism.
Key concepts: Humanities, Psychology, Friendship, Courtship, Art, Psychoanalysis, Social psychology, Biology