Analysis of the Portrayal of the Female Protagonistsin Henry James’ The Portrait of A Lady and Kate Chopin’s The AwakeningUsing Feminism Approach
Melissa Sylviani
Abstract
Melissa Sylviani
Abstract
Dalam skripsi ini, saya akan menganalisis penggambaran tokoh utama wanita dalam dua novel, yaitu The Portrait of a Lady karya Henry James dan The Awakening karya Kate Chopin dari sudut pandang feminisme. Kedua novel ini menceritakan tentang wanita yang mengalami tekanan sosial dalam institusi pernikahan pada akhir abad ke-19. Isabel Archer dalam The Portrait of a Lady, seorang wanita yang mandiri (independent), berjiwa bebas (free-spirited), ekspresif (expressive), dan pandai (intelligent) berubah menjadi tunduk (compliant) dan nonasertif (unassertive) setelah memasuki institusi pernikahan. Edna Pontellier dalam The Awakening, seorang wanita yang tunduk (compliant), pendiam (reserved), dan patuh terhadap kewajibannya (dutiful), berubah menjadi tidak tunduk (incompliant), ekspesif (expressive), dan tidak patuh terhadap kewajibannya (undutiful) setelah berusaha lepas dari perannya sebagai wanita. Pada akhirnya Edna memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tidak mendapat penerimaan dari masyarakat. Dari hasil analisis, saya mendapatkan kesimpulan bahwa pada abad ke-19 terdapat ketidaksetaraan gender antara pria dan wanita di dalam institusi pernikahan. Wanita hanya dianggap sebagai “yang Lain” seperti yang disebutkan Simone De Beauvoir dalam bukunya, The Second Sex, yang menjadi acuan teori feminisme dalam menganalisis kedua novel
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam skripsi ini, saya akan menganalisis penggambaran tokoh utama wanita dalam dua novel, yaitu The Portrait of a Lady karya Henry James dan The Awakening karya Kate Chopin dari sudut pandang feminisme. Kedua novel ini menceritakan tentang wanita yang mengalami tekanan sosial dalam institusi pernikahan pada akhir abad ke-19. Isabel Archer dalam The Portrait of a Lady, seorang wanita yang mandiri (independent), berjiwa bebas (free-spirited), ekspresif (expressive), dan pandai (intelligent) berubah menjadi tunduk (compliant) dan nonasertif (unassertive) setelah memasuki institusi pernikahan. Edna Pontellier dalam The Awakening, seorang wanita yang tunduk (compliant), pendiam (reserved), dan patuh terhadap kewajibannya (dutiful), berubah menjadi tidak tunduk (incompliant), ekspesif (expressive), dan tidak patuh terhadap kewajibannya (undutiful) setelah berusaha lepas dari perannya sebagai wanita. Pada akhirnya Edna memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tidak mendapat penerimaan dari masyarakat. Dari hasil analisis, saya mendapatkan kesimpulan bahwa pada abad ke-19 terdapat ketidaksetaraan gender antara pria dan wanita di dalam institusi pernikahan. Wanita hanya dianggap sebagai “yang Lain” seperti yang disebutkan Simone De Beauvoir dalam bukunya, The Second Sex, yang menjadi acuan teori feminisme dalam menganalisis kedua novel
Key concepts: Humanities, Portrait, Art, Art history