2016Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya (UIN Sunan Ampel)Open access

A comparative study on perception of god through the character of Aksionov in Leo Tolstoy’s short story “God Sees The Truth, But Wait” and Lencho in Gregoria Lopez’ “A Letter For God”

Abdul Jalil

Open full text 0 citations

Abstract

Berdasarkan pengertiannya, karya sastra tidak melulu hadir dan tumbuh dalam keadaan kosong tak bermakana, salah satunya karya sastra yang berupa cerpen atau cerita pendek ini. Salah satu cara untuk mengetahui makna yang terkandung dibalik karya sastra tersebut adalah dengan membandingkan salah satu karya sastra dengan karya sastra lainnya. Perbandingan ini bertujuan untuk mencari persamaan dan perbedaan diantara kedua karya sastra. Karena dengan membandingkan, suatu karya sastra dapat ditemukan persamaan dan perbedaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif quantilatif, dimana suatu data dijelaskan dan dinterpretasikan secara jelas berdasarkan konteks baik dalam bentuk kata, frase klausa dan kalimat. Dan untuk mengupas tuntas interpretasi dalam penelitian ini, digunakan suatu teori fenomenologi yang mana teori ini bertujuan untuk menemukan suatu paradigm yang muncul dalam tokoh utama di cerita pendek tersebut. Finding atau hasil penelitian ini ditemukan beberapa persepsi tentang tuhan yang tampak dari tokoh Aksionov dalam cerpen ”God Sees The Truth, But Wait” dan Lencho “A letter For God”. Aksionov, memunculkan persepsi tentang tuhan bahwa tuhan adalam maha menyesatkan yang dilimpah pada Aksionov yang ditudug sebagai seorang pembunuh. Begitu pula Lencho yang mengakui tuhan sebagai mana penelong yang mana Lencho meminta pertolongan disaat dia mendapatkan seuatu musibah dengan perekonomiannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tuhan dalam persepsi kedua tokoh tersebut dikategorikan sebagai Sang Maha Esa.

Open-access reader

About this research paper

What this paper is about

Berdasarkan pengertiannya, karya sastra tidak melulu hadir dan tumbuh dalam keadaan kosong tak bermakana, salah satunya karya sastra yang berupa cerpen atau cerita pendek ini. Salah satu cara untuk mengetahui makna yang terkandung dibalik karya sastra tersebut adalah dengan membandingkan salah satu karya sastra dengan karya sastra lainnya. Perbandingan ini bertujuan untuk mencari persamaan dan perbedaan diantara kedua karya sastra. Karena dengan membandingkan, suatu karya sastra dapat ditemukan persamaan dan perbedaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif quantilatif, dimana suatu data dijelaskan dan dinterpretasikan secara jelas berdasarkan konteks baik dalam bentuk kata, frase klausa dan kalimat. Dan untuk mengupas tuntas interpretasi dalam penelitian ini, digunakan suatu teori fenomenologi yang mana teori ini bertujuan untuk menemukan suatu paradigm yang muncul dalam tokoh utama di cerita pendek tersebut. Finding atau hasil penelitian ini ditemukan beberapa persepsi tentang tuhan yang tampak dari tokoh Aksionov dalam cerpen ”God Sees The Truth, But Wait” dan Lencho “A letter For God”. Aksionov, memunculkan persepsi tentang tuhan bahwa tuhan adalam maha menyesatkan yang dilimpah pada Aksionov yang ditudug sebagai seorang pembunuh. Begitu pula Lencho yang mengakui tuhan sebagai mana penelong yang mana Lencho meminta pertolongan disaat dia mendapatkan seuatu musibah dengan perekonomiannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tuhan dalam persepsi kedua tokoh tersebut dikategorikan sebagai Sang Maha Esa.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Berdasarkan pengertiannya, karya sastra tidak melulu hadir dan tumbuh dalam keadaan kosong tak bermakana, salah satunya karya sastra yang berupa cerpen atau cerita pendek ini. Salah satu cara untuk mengetahui makna yang terkandung dibalik karya sastra tersebut adalah dengan membandingkan salah satu karya sastra dengan karya sastra lainnya. Perbandingan ini bertujuan untuk mencari persamaan dan perbedaan diantara kedua karya sastra. Karena dengan membandingkan, suatu karya sastra dapat ditemukan persamaan dan perbedaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif quantilatif, dimana suatu data dijelaskan dan dinterpretasikan secara jelas berdasarkan konteks baik dalam bentuk kata, frase klausa dan kalimat. Dan untuk mengupas tuntas interpretasi dalam penelitian ini, digunakan suatu teori fenomenologi yang mana teori ini bertujuan untuk menemukan suatu paradigm yang muncul dalam tokoh utama di cerita pendek tersebut. Finding atau hasil penelitian ini ditemukan beberapa persepsi tentang tuhan yang tampak dari tokoh Aksionov dalam cerpen ”God Sees The Truth, But Wait” dan Lencho “A letter For God”. Aksionov, memunculkan persepsi tentang tuhan bahwa tuhan adalam maha menyesatkan yang dilimpah pada Aksionov yang ditudug sebagai seorang pembunuh. Begitu pula Lencho yang mengakui tuhan sebagai mana penelong yang mana Lencho meminta pertolongan disaat dia mendapatkan seuatu musibah dengan perekonomiannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tuhan dalam persepsi kedua tokoh tersebut dikategorikan sebagai Sang Maha Esa.

Key concepts: Art, Humanities, Art history

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
A comparative study on perception of god through the character of Aksionov in Leo Tolstoy’s short story “God Sees The Truth, But Wait” and Lencho in Gregoria Lopez’ “A Letter For God” — Research Paper | ScholarLens