2014Unpublished venueRequires access

THE CHARACTER ANALYSIS OF POE’S THE FALL OF THE HOUSE OF USHER

Indra Trisnawan

Open publisher page 0 citations

Abstract

Umumnya, sastra dapat didefinisikan sebagai ekspresi individu manusia yang berasal dari pengalaman, perasaan pikiran, ide, semangat, dan keyakinan dalam bentuk deskripsi konkrit yang diekspresikan dengan menggunakan bahasa. Sebuah karya sastra mengembangkan unsur menghibur yang memberikan kesenangan bagi setiap orang yang membacanya, dan itu dianggap menarik karena menyajikan banyak hal tentang kehidupan nyata. Forster dalam Aspeks of Novel menyatakan kita bisa mengetahui keadaan seseorang dengan tepat. Dalam hal ini fiksi lebih benar dibandingkan sejarah, karena fiksi diceritakan berdasarkan kejadian-kejadian (1974: 70). Dan ini didukung oleh teori Kenney dalam bukunya How to Analyse Fiction. Dia menjelaskan bahwa paling sedikit, kita mengartikan bahwa sebuah karya fiksi memuat peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diceritakan satu demi satu secara berurutan. Ini juga didukung oleh teori Wellek dan Warren dalam Theory of Literature (1973:39) yang menyatakan bahwa karya sastra itu sendiri membenarkan semua kepentingan kita dalam kehidupan seorang penulis, dalam lingkungan sosial dan seluruh proses sastra yang dibuat berdasarkan imajinasi penulis dan umumnya mencerminkan kondisi sosial, yang menggunakan lingkungan sosial di sekitarnya sebagai dasar. .Dalam studi ini, cerita berjudul The Fall of the House of Usher dipilih untuk dianalisis. Si pembawa cerita diundang oleh teman masa kecilnya Roderick Usher untuk mengunjungi purinya ketika ia dalam kondisi tekanan emosional. Ia menemukan bahwa Roderick juga memiliki saudara kembar yang bernama Madeline yang juga dalam keadaan sakit. Karena sakit Madeline bertambah memburuk tak lama kemudian ia meninggal, dan Roderick dengan meminta bantuan si pembawa cerita mengubur Madeline di sebuah makam di dalam puri tersebut. Mereka kemudian merasa ngeri karena menemukan, bahwa mereka telah memakamkan Madeline dalam keadaan masih hidup. Madeline dengan cakarnya berusaha keluar dari kuburnya, lalu mendatangi Roderick untuk membunuhnya. Akhirnya Roderick meninggal dalam ketakutan. Cerita ini secara psikologi bercampur kepercayaan tahyul menyoroti tokoh dalam sudut doppelganger, atau karakter ganda atau ghost double yaitu mitra hantu orang hidup.

About this research paper

What this paper is about

Umumnya, sastra dapat didefinisikan sebagai ekspresi individu manusia yang berasal dari pengalaman, perasaan pikiran, ide, semangat, dan keyakinan dalam bentuk deskripsi konkrit yang diekspresikan dengan menggunakan bahasa. Sebuah karya sastra mengembangkan unsur menghibur yang memberikan kesenangan bagi setiap orang yang membacanya, dan itu dianggap menarik karena menyajikan banyak hal tentang kehidupan nyata. Forster dalam Aspeks of Novel menyatakan kita bisa mengetahui keadaan seseorang dengan tepat. Dalam hal ini fiksi lebih benar dibandingkan sejarah, karena fiksi diceritakan berdasarkan kejadian-kejadian (1974: 70). Dan ini didukung oleh teori Kenney dalam bukunya How to Analyse Fiction. Dia menjelaskan bahwa paling sedikit, kita mengartikan bahwa sebuah karya fiksi memuat peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diceritakan satu demi satu secara berurutan. Ini juga didukung oleh teori Wellek dan Warren dalam Theory of Literature (1973:39) yang menyatakan bahwa karya sastra itu sendiri membenarkan semua kepentingan kita dalam kehidupan seorang penulis, dalam lingkungan sosial dan seluruh proses sastra yang dibuat berdasarkan imajinasi penulis dan umumnya mencerminkan kondisi sosial, yang menggunakan lingkungan sosial di sekitarnya sebagai dasar. .Dalam studi ini, cerita berjudul The Fall of the House of Usher dipilih untuk dianalisis. Si pembawa cerita diundang oleh teman masa kecilnya Roderick Usher untuk mengunjungi purinya ketika ia dalam kondisi tekanan emosional. Ia menemukan bahwa Roderick juga memiliki saudara kembar yang bernama Madeline yang juga dalam keadaan sakit. Karena sakit Madeline bertambah memburuk tak lama kemudian ia meninggal, dan Roderick dengan meminta bantuan si pembawa cerita mengubur Madeline di sebuah makam di dalam puri tersebut. Mereka kemudian merasa ngeri karena menemukan, bahwa mereka telah memakamkan Madeline dalam keadaan masih hidup. Madeline dengan cakarnya berusaha keluar dari kuburnya, lalu mendatangi Roderick untuk membunuhnya. Akhirnya Roderick meninggal dalam ketakutan. Cerita ini secara psikologi bercampur kepercayaan tahyul menyoroti tokoh dalam sudut doppelganger, atau karakter ganda atau ghost double yaitu mitra hantu orang hidup.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Umumnya, sastra dapat didefinisikan sebagai ekspresi individu manusia yang berasal dari pengalaman, perasaan pikiran, ide, semangat, dan keyakinan dalam bentuk deskripsi konkrit yang diekspresikan dengan menggunakan bahasa. Sebuah karya sastra mengembangkan unsur menghibur yang memberikan kesenangan bagi setiap orang yang membacanya, dan itu dianggap menarik karena menyajikan banyak hal tentang kehidupan nyata. Forster dalam Aspeks of Novel menyatakan kita bisa mengetahui keadaan seseorang dengan tepat. Dalam hal ini fiksi lebih benar dibandingkan sejarah, karena fiksi diceritakan berdasarkan kejadian-kejadian (1974: 70). Dan ini didukung oleh teori Kenney dalam bukunya How to Analyse Fiction. Dia menjelaskan bahwa paling sedikit, kita mengartikan bahwa sebuah karya fiksi memuat peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diceritakan satu demi satu secara berurutan. Ini juga didukung oleh teori Wellek dan Warren dalam Theory of Literature (1973:39) yang menyatakan bahwa karya sastra itu sendiri membenarkan semua kepentingan kita dalam kehidupan seorang penulis, dalam lingkungan sosial dan seluruh proses sastra yang dibuat berdasarkan imajinasi penulis dan umumnya mencerminkan kondisi sosial, yang menggunakan lingkungan sosial di sekitarnya sebagai dasar. .Dalam studi ini, cerita berjudul The Fall of the House of Usher dipilih untuk dianalisis. Si pembawa cerita diundang oleh teman masa kecilnya Roderick Usher untuk mengunjungi purinya ketika ia dalam kondisi tekanan emosional. Ia menemukan bahwa Roderick juga memiliki saudara kembar yang bernama Madeline yang juga dalam keadaan sakit. Karena sakit Madeline bertambah memburuk tak lama kemudian ia meninggal, dan Roderick dengan meminta bantuan si pembawa cerita mengubur Madeline di sebuah makam di dalam puri tersebut. Mereka kemudian merasa ngeri karena menemukan, bahwa mereka telah memakamkan Madeline dalam keadaan masih hidup. Madeline dengan cakarnya berusaha keluar dari kuburnya, lalu mendatangi Roderick untuk membunuhnya. Akhirnya Roderick meninggal dalam ketakutan. Cerita ini secara psikologi bercampur kepercayaan tahyul menyoroti tokoh dalam sudut doppelganger, atau karakter ganda atau ghost double yaitu mitra hantu orang hidup.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
THE CHARACTER ANALYSIS OF POE’S THE FALL OF THE HOUSE OF USHER — Research Paper | ScholarLens