Analysis of The Portrayal of The Protagonist in Jean-Paul Sartre's Nausea and Fyodor Dostoevsky's 'Notes From Underground' Through Existentialism
Ryan Stevan Sundjaja
Abstract
Ryan Stevan Sundjaja
Abstract
Skripsi ini berisi analisis terhadap dua buah novel, yaitu Notes from Underground karya Fyodor Dostoevsky dari Rusia dan Nausea karangan penulis berkebangsaan Perancis, Jean-Paul Sartre. Analisis yang dilakukan berfokus pada penggambaran sifat-sifat dari tokoh utama kedua novel tersebut dengan menggunakan teori eksistensialisme. Kedua tokoh utama dari dua novel tersebut sama-sama mempertanyakan dan mempermasalahkan alasan dan arti dari keberadaan segala hal di dunia, terutama hidup mereka sendiri. Mereka sama-sama berpendapat bahwa kehidupan tidak ditentukan oleh norma dan hukum yang berlaku di masyarakat, melainkan didapat sendiri oleh masing-masing individu secara pribadi. Di akhir cerita, kedua tokoh ini akhirnya mampu mendapatkan jawaban dari pertanyaan diri mereka sendiri sehubungan dengan eksistensi mereka, walaupun dengan cara yang berbeda. Satu karakter memutuskan untuk berkarya sebagai seorang penulis agar keberadaannya berarti, sementara yang lain memilih untuk tidak melakukan apa-apa terhadap hidupnya. Perbedaan ini semakin menguatkan teori eksistensialisme yang memang mengedepankan individualitas dalam keberadaan seorang manusia.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Skripsi ini berisi analisis terhadap dua buah novel, yaitu Notes from Underground karya Fyodor Dostoevsky dari Rusia dan Nausea karangan penulis berkebangsaan Perancis, Jean-Paul Sartre. Analisis yang dilakukan berfokus pada penggambaran sifat-sifat dari tokoh utama kedua novel tersebut dengan menggunakan teori eksistensialisme. Kedua tokoh utama dari dua novel tersebut sama-sama mempertanyakan dan mempermasalahkan alasan dan arti dari keberadaan segala hal di dunia, terutama hidup mereka sendiri. Mereka sama-sama berpendapat bahwa kehidupan tidak ditentukan oleh norma dan hukum yang berlaku di masyarakat, melainkan didapat sendiri oleh masing-masing individu secara pribadi. Di akhir cerita, kedua tokoh ini akhirnya mampu mendapatkan jawaban dari pertanyaan diri mereka sendiri sehubungan dengan eksistensi mereka, walaupun dengan cara yang berbeda. Satu karakter memutuskan untuk berkarya sebagai seorang penulis agar keberadaannya berarti, sementara yang lain memilih untuk tidak melakukan apa-apa terhadap hidupnya. Perbedaan ini semakin menguatkan teori eksistensialisme yang memang mengedepankan individualitas dalam keberadaan seorang manusia.
Key concepts: Fyodor, Humanities, Art, Psychoanalysis, Philosophy, Psychology, Literature