2020Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya (UIN Sunan Ampel)Open access

Absurdism Depicted in Kazuo Ishiguro's Never Let Me Go

Miftahul Fikri

Open full text 1 citations

Abstract

Penelitian ini meenjelaskan salah satu novel karya Kazuo Ishiguro yang berjudul Never Let Me Go. Dimana dalam novel tersebut diceritakan tentang para manuasia kloning yang dipaksa untuk mendonasikan organ mereka untuk manusia normal yang membutuhkan. Karena tujuan hidup yang demikian tidak pernah diceritakan kepada mereka, sehingga ketika menginjak usia remaja mereka mulai membayangkan berbagai hal yang akan terjadi dalam hidup mereka dimasa depan. Hingga pada akhirnya mereka mengetahui fakta bahwa hal-hal tersebut tidak akan pernah tercapai, dan impaian serta usaha-usaha mereka hanya menjadi kesia-siaan. Pengalaman yang demikian digambarkan oleh ketiga tokoh utama dalam novel, yaitu; Kathy, Tommy, dan Ruth. Ada dua pertanyaan dalam penelitian ini, yakni; (1) Apa yang membuat kehidupan para tokoh utama menjadi absurd? (2) Bagaimana sikap ketiga tokoh utama menghadapi absurditas yang mereka hadapi dalam hidup? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan penggambaran tentang fenomena yang dianalisa. Analisa deskriptif juga diaplikasikan dalam penelitian, karena data yang dikumpulkan oleh penulis dianalisa menggunakan teori absurdisme, kemudian penulis memberi penjelasan terhadap data-data tersebut. Untuk memecahkan kedua masalah tersebut, penulis menggunakan teori absurdisme oleh Albert Camus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hal-hal yang mempengaruhi kehidupan para tokoh utama sehingga menjadi absurd, serta bentuk protes yang berbeda ditunjukkan oleh masing-masing tokoh utama dalam menyikapi absurditas yang mereka hadapi dalam hidup.

Open-access reader

About this research paper

What this paper is about

Penelitian ini meenjelaskan salah satu novel karya Kazuo Ishiguro yang berjudul Never Let Me Go. Dimana dalam novel tersebut diceritakan tentang para manuasia kloning yang dipaksa untuk mendonasikan organ mereka untuk manusia normal yang membutuhkan. Karena tujuan hidup yang demikian tidak pernah diceritakan kepada mereka, sehingga ketika menginjak usia remaja mereka mulai membayangkan berbagai hal yang akan terjadi dalam hidup mereka dimasa depan. Hingga pada akhirnya mereka mengetahui fakta bahwa hal-hal tersebut tidak akan pernah tercapai, dan impaian serta usaha-usaha mereka hanya menjadi kesia-siaan. Pengalaman yang demikian digambarkan oleh ketiga tokoh utama dalam novel, yaitu; Kathy, Tommy, dan Ruth. Ada dua pertanyaan dalam penelitian ini, yakni; (1) Apa yang membuat kehidupan para tokoh utama menjadi absurd? (2) Bagaimana sikap ketiga tokoh utama menghadapi absurditas yang mereka hadapi dalam hidup? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan penggambaran tentang fenomena yang dianalisa. Analisa deskriptif juga diaplikasikan dalam penelitian, karena data yang dikumpulkan oleh penulis dianalisa menggunakan teori absurdisme, kemudian penulis memberi penjelasan terhadap data-data tersebut. Untuk memecahkan kedua masalah tersebut, penulis menggunakan teori absurdisme oleh Albert Camus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hal-hal yang mempengaruhi kehidupan para tokoh utama sehingga menjadi absurd, serta bentuk protes yang berbeda ditunjukkan oleh masing-masing tokoh utama dalam menyikapi absurditas yang mereka hadapi dalam hidup.

Why it matters

OpenAlex reports 1 citations for this work. Citation counts describe recorded attention and do not establish research quality.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Penelitian ini meenjelaskan salah satu novel karya Kazuo Ishiguro yang berjudul Never Let Me Go. Dimana dalam novel tersebut diceritakan tentang para manuasia kloning yang dipaksa untuk mendonasikan organ mereka untuk manusia normal yang membutuhkan. Karena tujuan hidup yang demikian tidak pernah diceritakan kepada mereka, sehingga ketika menginjak usia remaja mereka mulai membayangkan berbagai hal yang akan terjadi dalam hidup mereka dimasa depan. Hingga pada akhirnya mereka mengetahui fakta bahwa hal-hal tersebut tidak akan pernah tercapai, dan impaian serta usaha-usaha mereka hanya menjadi kesia-siaan. Pengalaman yang demikian digambarkan oleh ketiga tokoh utama dalam novel, yaitu; Kathy, Tommy, dan Ruth. Ada dua pertanyaan dalam penelitian ini, yakni; (1) Apa yang membuat kehidupan para tokoh utama menjadi absurd? (2) Bagaimana sikap ketiga tokoh utama menghadapi absurditas yang mereka hadapi dalam hidup? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan penggambaran tentang fenomena yang dianalisa. Analisa deskriptif juga diaplikasikan dalam penelitian, karena data yang dikumpulkan oleh penulis dianalisa menggunakan teori absurdisme, kemudian penulis memberi penjelasan terhadap data-data tersebut. Untuk memecahkan kedua masalah tersebut, penulis menggunakan teori absurdisme oleh Albert Camus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hal-hal yang mempengaruhi kehidupan para tokoh utama sehingga menjadi absurd, serta bentuk protes yang berbeda ditunjukkan oleh masing-masing tokoh utama dalam menyikapi absurditas yang mereka hadapi dalam hidup.

Key concepts: Humanities, Art, Psychology, Philosophy, Psychoanalysis

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Absurdism Depicted in Kazuo Ishiguro's Never Let Me Go — Research Paper | ScholarLens