Analysis of Social Conflicts in Kathryn Harrison's 'The Binding Chair'
Ratna Intani
Abstract
Ratna Intani
Abstract
Dalam penulisan thesis ini, penulis menganalisis novel The Binding Chair karya Kathryn Harrison. Penulis bertujuan menganalisis konflik-konflik sosial yang dialami oleh May, yaitu tokoh utama dalam novel tersebut. Penulis menemukan bahwa kebanyakan konflik yang terdapat dalam novel ini adalah konflik sosial. Konflik sosial adalah konflik yang terjadi antara seseorang dengan orang lain. Dalam novel ini, sebagai protagonis May mengalami konflik dengan orang-orang. Konflik sosial tersebut terjadi karena May ingin lari dari kenyataan hidupnya. May merasa bahwa masa lalunya membayangi setiap tindakan yang dilakukannya. May tidak bisa melepaskan bayang-bayang masa lalunya hingga ia meninggal. Setelah membaca novel ini dan menganalisis konflik-konflik sosial yang dialami oleh May, penulis menyimpulkan bahwa semua konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ini sangat realistis dan dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat kita. Begitu pula dengan penyebab dan penyelesaian semua konflik tersebut.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam penulisan thesis ini, penulis menganalisis novel The Binding Chair karya Kathryn Harrison. Penulis bertujuan menganalisis konflik-konflik sosial yang dialami oleh May, yaitu tokoh utama dalam novel tersebut. Penulis menemukan bahwa kebanyakan konflik yang terdapat dalam novel ini adalah konflik sosial. Konflik sosial adalah konflik yang terjadi antara seseorang dengan orang lain. Dalam novel ini, sebagai protagonis May mengalami konflik dengan orang-orang. Konflik sosial tersebut terjadi karena May ingin lari dari kenyataan hidupnya. May merasa bahwa masa lalunya membayangi setiap tindakan yang dilakukannya. May tidak bisa melepaskan bayang-bayang masa lalunya hingga ia meninggal. Setelah membaca novel ini dan menganalisis konflik-konflik sosial yang dialami oleh May, penulis menyimpulkan bahwa semua konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ini sangat realistis dan dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat kita. Begitu pula dengan penyebab dan penyelesaian semua konflik tersebut.
Key concepts: Humanities, Psychoanalysis, Psychology, Philosophy