2008Unpublished venueRequires access

The Analysis of Social and Inner Conflicts of The Protagonist in 'I Am Not Esther'

Bena Hanawati

Open publisher page 0 citations

Abstract

Di dalam skripsi ini, penulis membahas konflik dari novel berjudul I am not Esther yang ditulis oleh Fleur Beale. Penulis memutuskan untuk membahas konflik karena konflik merupakan aspek yang paling menonjol dalam novel tersebut. Adapun konflik yang muncul dalam novel tersebut adalah konflik sosial dan konflik psikologis. Kirby, sebagai tokoh utama terlibat konflik dengan lingkungan di sekitarnya dan juga dirinya sendiri. Adanya perbedaan kepercayaan dan pandangan merupakan dasar dari konflik yang dialami oleh Kirby. Konflik antara Kirby dengan lingkungan-nya yang sangat fanatik terhadap agama membuat Kirby tidak dapat hidup bebas dan mandiri sebagaimana Ia biasa menjalani hari-harinya. Konflik sosial Kirby memicu kepada konflik yang paling menonjol dalam novel ini, konflik antara Kirby dengan dirinya sendiri kerena Ia dipaksa untuk menjadi orang lain, sehingga timbul pergumulan dalam dirinya apakah ia ingin hidup sebagai Kirby atau menjadi Esther, karakter yang dibuat oleh pamannya. Setelah penulis menganalisis novel ini, penulis menyimpulkan bahwa karya ini mempunyai konflik yang dominan dan sangat menarik untuk dibahas. Penulis berpendapat bahwa karya ini adalah kisah yang menyangkut anak remaja di mana banyak anak remaja yang juga mengalami konflik pencarian jati diri pada usia mereka yang masih remaja. Sehingga konflik yang ada pun terasa nyata bagi para pembaca karena konflik secara umum dapat terjadi pada siapa pun dan di mana pun. Konflik-konflik ini sangat menarik maka penulis berpendapat bahwa novel I am not Esther adalah karya yang sangat menarik untuk dibaca dan dianalisis.

About this research paper

What this paper is about

Di dalam skripsi ini, penulis membahas konflik dari novel berjudul I am not Esther yang ditulis oleh Fleur Beale. Penulis memutuskan untuk membahas konflik karena konflik merupakan aspek yang paling menonjol dalam novel tersebut. Adapun konflik yang muncul dalam novel tersebut adalah konflik sosial dan konflik psikologis. Kirby, sebagai tokoh utama terlibat konflik dengan lingkungan di sekitarnya dan juga dirinya sendiri. Adanya perbedaan kepercayaan dan pandangan merupakan dasar dari konflik yang dialami oleh Kirby. Konflik antara Kirby dengan lingkungan-nya yang sangat fanatik terhadap agama membuat Kirby tidak dapat hidup bebas dan mandiri sebagaimana Ia biasa menjalani hari-harinya. Konflik sosial Kirby memicu kepada konflik yang paling menonjol dalam novel ini, konflik antara Kirby dengan dirinya sendiri kerena Ia dipaksa untuk menjadi orang lain, sehingga timbul pergumulan dalam dirinya apakah ia ingin hidup sebagai Kirby atau menjadi Esther, karakter yang dibuat oleh pamannya. Setelah penulis menganalisis novel ini, penulis menyimpulkan bahwa karya ini mempunyai konflik yang dominan dan sangat menarik untuk dibahas. Penulis berpendapat bahwa karya ini adalah kisah yang menyangkut anak remaja di mana banyak anak remaja yang juga mengalami konflik pencarian jati diri pada usia mereka yang masih remaja. Sehingga konflik yang ada pun terasa nyata bagi para pembaca karena konflik secara umum dapat terjadi pada siapa pun dan di mana pun. Konflik-konflik ini sangat menarik maka penulis berpendapat bahwa novel I am not Esther adalah karya yang sangat menarik untuk dibaca dan dianalisis.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Di dalam skripsi ini, penulis membahas konflik dari novel berjudul I am not Esther yang ditulis oleh Fleur Beale. Penulis memutuskan untuk membahas konflik karena konflik merupakan aspek yang paling menonjol dalam novel tersebut. Adapun konflik yang muncul dalam novel tersebut adalah konflik sosial dan konflik psikologis. Kirby, sebagai tokoh utama terlibat konflik dengan lingkungan di sekitarnya dan juga dirinya sendiri. Adanya perbedaan kepercayaan dan pandangan merupakan dasar dari konflik yang dialami oleh Kirby. Konflik antara Kirby dengan lingkungan-nya yang sangat fanatik terhadap agama membuat Kirby tidak dapat hidup bebas dan mandiri sebagaimana Ia biasa menjalani hari-harinya. Konflik sosial Kirby memicu kepada konflik yang paling menonjol dalam novel ini, konflik antara Kirby dengan dirinya sendiri kerena Ia dipaksa untuk menjadi orang lain, sehingga timbul pergumulan dalam dirinya apakah ia ingin hidup sebagai Kirby atau menjadi Esther, karakter yang dibuat oleh pamannya. Setelah penulis menganalisis novel ini, penulis menyimpulkan bahwa karya ini mempunyai konflik yang dominan dan sangat menarik untuk dibahas. Penulis berpendapat bahwa karya ini adalah kisah yang menyangkut anak remaja di mana banyak anak remaja yang juga mengalami konflik pencarian jati diri pada usia mereka yang masih remaja. Sehingga konflik yang ada pun terasa nyata bagi para pembaca karena konflik secara umum dapat terjadi pada siapa pun dan di mana pun. Konflik-konflik ini sangat menarik maka penulis berpendapat bahwa novel I am not Esther adalah karya yang sangat menarik untuk dibaca dan dianalisis.

Key concepts: Humanities, Art, Psychoanalysis, Psychology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
The Analysis of Social and Inner Conflicts of The Protagonist in 'I Am Not Esther' — Research Paper | ScholarLens