Analysis of The Non-Standard English in The Film 'My Fair Lady'
Agnes Indriani Setiawan
Abstract
Agnes Indriani Setiawan
Abstract
Dalam skripsi ini saya membahas tentang non-standard English yang ditemukan dalam film My Fair Lady. Tokoh-tokoh di dalam film ini banyak menggunakan non-standard English terutama dalam hal fonologi ketika mereka berbicara dengan lawan bicaranya. Saya ingin menganalisis non-standard English yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film tersebut dan latar belakang mengapa mereka menggunakan bahasa seperti itu. Pendekatan linguistik yang digunakan dalam menganalisis film ini meliputi tiga bidang linguistik, yaitu fonologi, sintaksis dan semantik. Saya juga menjelaskan alasan yang menjadi penyebab mereka menggunakan bahasa yang seperti itu dengan menggunakan pendekatan Sosiolinguistik, khususnya teori faktor sosial yang dikemukakan oleh Janet Holmes. Dari hasil penelitian saya, dapat disimpulkan bahwa dalam film ini, bahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh yang berasal dari kalangan bawah tidak baku. Mereka terpengaruh oleh bahasa yang digunakan oleh orang-orang di lingkungan tempat tinggal mereka dan sudah merupakan kebiasaan mereka sehari-hari berbahasa seperti itu. Selain itu ditemukan juga tokoh dari kalangan atas yang menggunakan bahasa yang tidak baku yang terjadi karena adanya maksud tertentu yang menyebabkan dia menggunakan bahasa seperti itu.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam skripsi ini saya membahas tentang non-standard English yang ditemukan dalam film My Fair Lady. Tokoh-tokoh di dalam film ini banyak menggunakan non-standard English terutama dalam hal fonologi ketika mereka berbicara dengan lawan bicaranya. Saya ingin menganalisis non-standard English yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film tersebut dan latar belakang mengapa mereka menggunakan bahasa seperti itu. Pendekatan linguistik yang digunakan dalam menganalisis film ini meliputi tiga bidang linguistik, yaitu fonologi, sintaksis dan semantik. Saya juga menjelaskan alasan yang menjadi penyebab mereka menggunakan bahasa yang seperti itu dengan menggunakan pendekatan Sosiolinguistik, khususnya teori faktor sosial yang dikemukakan oleh Janet Holmes. Dari hasil penelitian saya, dapat disimpulkan bahwa dalam film ini, bahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh yang berasal dari kalangan bawah tidak baku. Mereka terpengaruh oleh bahasa yang digunakan oleh orang-orang di lingkungan tempat tinggal mereka dan sudah merupakan kebiasaan mereka sehari-hari berbahasa seperti itu. Selain itu ditemukan juga tokoh dari kalangan atas yang menggunakan bahasa yang tidak baku yang terjadi karena adanya maksud tertentu yang menyebabkan dia menggunakan bahasa seperti itu.
Key concepts: Humanities, Art, Cartography, Geography