2014Unpublished venueRequires access

The Role of Maxims in Script Incongruity in Jokes in 'For Him Magazine Indonesia'

Irvan Arif Kurniawan

Open publisher page 0 citations

Abstract

Di dalam skripsi ini saya mengkaji mengenai pelanggaran bidal yang dikemukakan oleh H.P. Grice. Pelanggaran bidal dapat dikategorikan ke dalam 5 jenis pelanggaran : Flouting the Maxim, Violating the Maxim, Infringing a Maxim, Opting out of a Maxim, Suspending a Maxim. Untuk mengaplikasikan teori bidal tersebut, saya mengambil data dari For Him Magazine Indonesia. Di dalam data tersebut terdapat lelucon-lelucon yang muncul oleh karena pelanggaran bidal. Selain menggunakan teori pelanggaran bidal, saya mengaplikasikan teori Script Incongruity dari Raskin untuk memperkuat kajian saya dan juga membuat efek humor yang ada lebih terasa. Di dalam kajian ini, saya menemukan bahwa Flouting the Maxim adalah jenis pelanggaran bidal yang paling banyak dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena Flouting the Maxim adalah jenis pelanggaran bidal yang paling mudah untuk dilakukan, bahkan tanpa disadari di dalam kehidupan sehari-hari pun Flouting the Maxim sering dilakukan.

About this research paper

What this paper is about

Di dalam skripsi ini saya mengkaji mengenai pelanggaran bidal yang dikemukakan oleh H.P. Grice. Pelanggaran bidal dapat dikategorikan ke dalam 5 jenis pelanggaran : Flouting the Maxim, Violating the Maxim, Infringing a Maxim, Opting out of a Maxim, Suspending a Maxim. Untuk mengaplikasikan teori bidal tersebut, saya mengambil data dari For Him Magazine Indonesia. Di dalam data tersebut terdapat lelucon-lelucon yang muncul oleh karena pelanggaran bidal. Selain menggunakan teori pelanggaran bidal, saya mengaplikasikan teori Script Incongruity dari Raskin untuk memperkuat kajian saya dan juga membuat efek humor yang ada lebih terasa. Di dalam kajian ini, saya menemukan bahwa Flouting the Maxim adalah jenis pelanggaran bidal yang paling banyak dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena Flouting the Maxim adalah jenis pelanggaran bidal yang paling mudah untuk dilakukan, bahkan tanpa disadari di dalam kehidupan sehari-hari pun Flouting the Maxim sering dilakukan.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Di dalam skripsi ini saya mengkaji mengenai pelanggaran bidal yang dikemukakan oleh H.P. Grice. Pelanggaran bidal dapat dikategorikan ke dalam 5 jenis pelanggaran : Flouting the Maxim, Violating the Maxim, Infringing a Maxim, Opting out of a Maxim, Suspending a Maxim. Untuk mengaplikasikan teori bidal tersebut, saya mengambil data dari For Him Magazine Indonesia. Di dalam data tersebut terdapat lelucon-lelucon yang muncul oleh karena pelanggaran bidal. Selain menggunakan teori pelanggaran bidal, saya mengaplikasikan teori Script Incongruity dari Raskin untuk memperkuat kajian saya dan juga membuat efek humor yang ada lebih terasa. Di dalam kajian ini, saya menemukan bahwa Flouting the Maxim adalah jenis pelanggaran bidal yang paling banyak dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena Flouting the Maxim adalah jenis pelanggaran bidal yang paling mudah untuk dilakukan, bahkan tanpa disadari di dalam kehidupan sehari-hari pun Flouting the Maxim sering dilakukan.

Key concepts: Humanities, Psychology, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
The Role of Maxims in Script Incongruity in Jokes in 'For Him Magazine Indonesia' — Research Paper | ScholarLens