2019Unpublished venueRequires access

WOMAN OBJECTIFICATION IN KATY PERRY’S HEY HEY HEY (2017)MUSIC VIDEO

Nadia Nur Afifah. Hg

Open publisher page 0 citations

Abstract

Sejauh ini emansipasi wanita telah berkembang, tetapi di media wanita masih direpresentasikan secara negatif. Banyak produk-produk media menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Namun saat ini peran perempuan di media telah mengalami perkembangan yang signifikan. Banyak media-media menunjukkan perempuan sebagai karakter penting yang berperan sebagai pembasmi kejahatan atau menampilkan mereka sebagai pemimpin. Video musik Katy Perry, Hey Hey Hey, menampilkan tokoh perempuan yang transgresif dan menantang ideologi patriarki. Studi ini meneliti bagaimana citra perempuan direpresentasikan dalam Hey Hey Hey melalui karakter utamanya dengan menggunakan analisis Television Culture serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian ini, penulis juga menerapkan Television Culture oleh John Fiske sebagai teori yang menganalisis tiga level kode televisi yaitu reality, representation, dan ideology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan dalam video musik tersebut memiliki karakter yang kuat, berani, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi oleh laki-laki. Hal ini membawa dampak negatif pada citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.

About this research paper

What this paper is about

Sejauh ini emansipasi wanita telah berkembang, tetapi di media wanita masih direpresentasikan secara negatif. Banyak produk-produk media menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Namun saat ini peran perempuan di media telah mengalami perkembangan yang signifikan. Banyak media-media menunjukkan perempuan sebagai karakter penting yang berperan sebagai pembasmi kejahatan atau menampilkan mereka sebagai pemimpin. Video musik Katy Perry, Hey Hey Hey, menampilkan tokoh perempuan yang transgresif dan menantang ideologi patriarki. Studi ini meneliti bagaimana citra perempuan direpresentasikan dalam Hey Hey Hey melalui karakter utamanya dengan menggunakan analisis Television Culture serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian ini, penulis juga menerapkan Television Culture oleh John Fiske sebagai teori yang menganalisis tiga level kode televisi yaitu reality, representation, dan ideology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan dalam video musik tersebut memiliki karakter yang kuat, berani, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi oleh laki-laki. Hal ini membawa dampak negatif pada citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Sejauh ini emansipasi wanita telah berkembang, tetapi di media wanita masih direpresentasikan secara negatif. Banyak produk-produk media menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Namun saat ini peran perempuan di media telah mengalami perkembangan yang signifikan. Banyak media-media menunjukkan perempuan sebagai karakter penting yang berperan sebagai pembasmi kejahatan atau menampilkan mereka sebagai pemimpin. Video musik Katy Perry, Hey Hey Hey, menampilkan tokoh perempuan yang transgresif dan menantang ideologi patriarki. Studi ini meneliti bagaimana citra perempuan direpresentasikan dalam Hey Hey Hey melalui karakter utamanya dengan menggunakan analisis Television Culture serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian ini, penulis juga menerapkan Television Culture oleh John Fiske sebagai teori yang menganalisis tiga level kode televisi yaitu reality, representation, dan ideology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan dalam video musik tersebut memiliki karakter yang kuat, berani, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi oleh laki-laki. Hal ini membawa dampak negatif pada citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.

Key concepts: Art, Humanities, Objectification, Political science, Law

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
WOMAN OBJECTIFICATION IN KATY PERRY’S HEY HEY HEY (2017)MUSIC VIDEO — Research Paper | ScholarLens