WOMAN OBJECTIFICATION IN KATY PERRY’S HEY HEY HEY (2017)MUSIC VIDEO
Nadia Nur Afifah. Hg
Abstract
Nadia Nur Afifah. Hg
Abstract
Sejauh ini emansipasi wanita telah berkembang, tetapi di media wanita masih direpresentasikan secara negatif. Banyak produk-produk media menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Namun saat ini peran perempuan di media telah mengalami perkembangan yang signifikan. Banyak media-media menunjukkan perempuan sebagai karakter penting yang berperan sebagai pembasmi kejahatan atau menampilkan mereka sebagai pemimpin. Video musik Katy Perry, Hey Hey Hey, menampilkan tokoh perempuan yang transgresif dan menantang ideologi patriarki. Studi ini meneliti bagaimana citra perempuan direpresentasikan dalam Hey Hey Hey melalui karakter utamanya dengan menggunakan analisis Television Culture serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian ini, penulis juga menerapkan Television Culture oleh John Fiske sebagai teori yang menganalisis tiga level kode televisi yaitu reality, representation, dan ideology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan dalam video musik tersebut memiliki karakter yang kuat, berani, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi oleh laki-laki. Hal ini membawa dampak negatif pada citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Sejauh ini emansipasi wanita telah berkembang, tetapi di media wanita masih direpresentasikan secara negatif. Banyak produk-produk media menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Namun saat ini peran perempuan di media telah mengalami perkembangan yang signifikan. Banyak media-media menunjukkan perempuan sebagai karakter penting yang berperan sebagai pembasmi kejahatan atau menampilkan mereka sebagai pemimpin. Video musik Katy Perry, Hey Hey Hey, menampilkan tokoh perempuan yang transgresif dan menantang ideologi patriarki. Studi ini meneliti bagaimana citra perempuan direpresentasikan dalam Hey Hey Hey melalui karakter utamanya dengan menggunakan analisis Television Culture serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian ini, penulis juga menerapkan Television Culture oleh John Fiske sebagai teori yang menganalisis tiga level kode televisi yaitu reality, representation, dan ideology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan dalam video musik tersebut memiliki karakter yang kuat, berani, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi oleh laki-laki. Hal ini membawa dampak negatif pada citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.
Key concepts: Art, Humanities, Objectification, Political science, Law