THE REPRESENTATION OF ACTION HEROINE IN ATOMIC BLONDE (2017)
Dida Syarifa Nursyamsi Hilman
Abstract
Dida Syarifa Nursyamsi Hilman
Abstract
Walaupun emansipasi wanita berkembang pesat, perempuan masih direpresentasikan secara negatif di media. Banyak produk-produk media yang menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Meskipun begitu, tokoh-tokoh pahlawan laga perempuan telah mengalami perkembangan yang signifikan. Mereka direpresentasikan sebagai perempuan yang transgresif dan menantang konsep patriarkal bahwa maskulinitas hanyalah milik laki-laki. Film Atomic Blonde yang disutradarai David Leitch menampilkan tokoh pahlawan perempuan bernama Lorraine Broughton sebagai sosok perempuan kuat yang memiliki maskulinitas dan juga femininitas. Studi ini meneliti bagaimana citra pahlawan perempuan direpresentasikan dalam Atomic Blonde melalui karakter utamanya dengan menggunakan teknik analisis naratif dan non-naratif serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan teori maskulinitas perempuan oleh Judith Halberstam yang membahas perilaku maskulin yang dilakukan oleh perempuan. Penulis juga menggunakan teori gender, seksualitas, dan ketangguhan oleh Jeffrey A. Brown yang membahas ketiga aspek tersebut pada tokoh pahlawan perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun Broughton memiliki karakter yang kuat, cerdas, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi dan inferior terhadap laki-laki. Hal ini membawa dampak negative terhadap citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Walaupun emansipasi wanita berkembang pesat, perempuan masih direpresentasikan secara negatif di media. Banyak produk-produk media yang menampilkan perempuan sesuai stereotip yang ada maupun hanya sebagai objek seksual. Meskipun begitu, tokoh-tokoh pahlawan laga perempuan telah mengalami perkembangan yang signifikan. Mereka direpresentasikan sebagai perempuan yang transgresif dan menantang konsep patriarkal bahwa maskulinitas hanyalah milik laki-laki. Film Atomic Blonde yang disutradarai David Leitch menampilkan tokoh pahlawan perempuan bernama Lorraine Broughton sebagai sosok perempuan kuat yang memiliki maskulinitas dan juga femininitas. Studi ini meneliti bagaimana citra pahlawan perempuan direpresentasikan dalam Atomic Blonde melalui karakter utamanya dengan menggunakan teknik analisis naratif dan non-naratif serta metode kualitatif. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan teori maskulinitas perempuan oleh Judith Halberstam yang membahas perilaku maskulin yang dilakukan oleh perempuan. Penulis juga menggunakan teori gender, seksualitas, dan ketangguhan oleh Jeffrey A. Brown yang membahas ketiga aspek tersebut pada tokoh pahlawan perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun Broughton memiliki karakter yang kuat, cerdas, dan tangguh, ia tetaplah perempuan yang diobjektifikasi dan inferior terhadap laki-laki. Hal ini membawa dampak negative terhadap citra perempuan, yaitu sehebat apapun perempuan, mereka tetap terkekang oleh budaya patriarki.
Key concepts: Humanities, Art, Cartography, Geography