The Representation Of Motherhood In Lauren Weisberger’s When Life Gives You Lululemons: A Feminist Criticism
Elyscha Prawito
Abstract
Elyscha Prawito
Abstract
Dalam masyarakat patriarkal, norma menjadi seorang ibu merupakan norma substantial khususnya dalam pernikahan. Keinginan menjadi ibu lebih penting bagi perempuan daripada pekerjaan yang dibayar. Oleh karena itu, masalah ini perlu dikaji lebih dalam untuk mencari tahu bagaimana nilai motherhood yang digambarkan di dalam cerita tersebut. Studi ini meneliti tentang gagasan sekaligus isu motherhood yang digambarkan pada novel karangan Lauren Weisberger yang berjudul When Life Gives You Lululemons (2018). Studi ini fokus pada tiga karakter utama dalam novel yaitu Emily Charlton, Karolina Hartwell dan Miriam Kagan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mencari tahu lebih dalam tentang motherhood yang dialami oleh tiga karakter utama dan penggambaran seorang ibu di masyarakat yang tinggal di pinggiran kota dan lululemon sebagai symbol motherhood. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pendekatan kritik feminisme, dan teori good mother milik Simone de Beauvoir sebagai teori utama dan teori dari Andrea O’Reilly sebagai teori penunjang. Studi ini mengungkapkan bahwa ibu yang baik bisa menjadi tidak seimbang ketika mereka menhadapi masalah dengan suami mereka, wanita yang tidak ingin memiliki anak dianggap cerdas dan kuat, masyarakat Greenwich masih menjadi masyarakat patriarkal dan lululemon sebagai symbol motherhood bagi ibu di Greenwich.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam masyarakat patriarkal, norma menjadi seorang ibu merupakan norma substantial khususnya dalam pernikahan. Keinginan menjadi ibu lebih penting bagi perempuan daripada pekerjaan yang dibayar. Oleh karena itu, masalah ini perlu dikaji lebih dalam untuk mencari tahu bagaimana nilai motherhood yang digambarkan di dalam cerita tersebut. Studi ini meneliti tentang gagasan sekaligus isu motherhood yang digambarkan pada novel karangan Lauren Weisberger yang berjudul When Life Gives You Lululemons (2018). Studi ini fokus pada tiga karakter utama dalam novel yaitu Emily Charlton, Karolina Hartwell dan Miriam Kagan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mencari tahu lebih dalam tentang motherhood yang dialami oleh tiga karakter utama dan penggambaran seorang ibu di masyarakat yang tinggal di pinggiran kota dan lululemon sebagai symbol motherhood. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pendekatan kritik feminisme, dan teori good mother milik Simone de Beauvoir sebagai teori utama dan teori dari Andrea O’Reilly sebagai teori penunjang. Studi ini mengungkapkan bahwa ibu yang baik bisa menjadi tidak seimbang ketika mereka menhadapi masalah dengan suami mereka, wanita yang tidak ingin memiliki anak dianggap cerdas dan kuat, masyarakat Greenwich masih menjadi masyarakat patriarkal dan lululemon sebagai symbol motherhood bagi ibu di Greenwich.
Key concepts: Humanities, Art, Symbol (formal), Sociology, Philosophy, Linguistics