THE MOTHERHOOD INSTINCT OF ISABEL SHERBOURNE IN M. L. STEDMAN’S THE LIGHT BETWEEN OCEANS: A FEMINIST CRITICISM
Yuanita Albhar
Abstract
Yuanita Albhar
Abstract
Dalam masyarakat patriarkal, norma menjadi seorang ibu merupakan norma yang sangat kuat. Keinginan menjadi ibu merupakan hal yang sangat alami dan juga wajib bagi setiap perempuan karena hal tersebut telah melekat pada diri mereka sejak awal. Menilik hal tersebut, isu ini perlu untuk dikaji secara mendalam guna mencari tahu bagaimana nilai motherhood yang terdapat di dalam cerita tersebut. Studi ini meneliti tentang gagasan sekaligus isu motherhood pada novel karangan M. L. Stedman berjudul The Light Between Oceans (2012). Tujuan penelitian ini adalah meneliti korelasi antara obsesi Isabel untuk memiliki bayi dengan nilai idealnya akan motherhood, serta pengaruh dari konstruksi patriarki terhadap persepsi motherhood kepada tiga karakter perempuan utama. Fokus studi ini terletak pada tiga karakter perempuan utama: Isabel Sherbourne, Hannah Roennfeldt, dan Lucy-Grace. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan tiga prinsip motherhood milik Ann Oakley dalam bukunya yang berjudul Woman’s Work: The Housewife, Past, and Present. Kebaruan dalam studi ini menunjukkan menunjukkan bahwa patriarki memiliki pengaruh besar terhadap persepsi perempuan mengenai motherhood dan juga nilai motherhood itu sendiri yang digambarkan oleh ketiga karakter perempuan utama tersebut. Selain dikonstruksi oleh patriarki, motherhood juga memiliki dampak yang merusak terhadap ketiga karakter perempuan pada cerita ini.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam masyarakat patriarkal, norma menjadi seorang ibu merupakan norma yang sangat kuat. Keinginan menjadi ibu merupakan hal yang sangat alami dan juga wajib bagi setiap perempuan karena hal tersebut telah melekat pada diri mereka sejak awal. Menilik hal tersebut, isu ini perlu untuk dikaji secara mendalam guna mencari tahu bagaimana nilai motherhood yang terdapat di dalam cerita tersebut. Studi ini meneliti tentang gagasan sekaligus isu motherhood pada novel karangan M. L. Stedman berjudul The Light Between Oceans (2012). Tujuan penelitian ini adalah meneliti korelasi antara obsesi Isabel untuk memiliki bayi dengan nilai idealnya akan motherhood, serta pengaruh dari konstruksi patriarki terhadap persepsi motherhood kepada tiga karakter perempuan utama. Fokus studi ini terletak pada tiga karakter perempuan utama: Isabel Sherbourne, Hannah Roennfeldt, dan Lucy-Grace. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan tiga prinsip motherhood milik Ann Oakley dalam bukunya yang berjudul Woman’s Work: The Housewife, Past, and Present. Kebaruan dalam studi ini menunjukkan menunjukkan bahwa patriarki memiliki pengaruh besar terhadap persepsi perempuan mengenai motherhood dan juga nilai motherhood itu sendiri yang digambarkan oleh ketiga karakter perempuan utama tersebut. Selain dikonstruksi oleh patriarki, motherhood juga memiliki dampak yang merusak terhadap ketiga karakter perempuan pada cerita ini.
Key concepts: Humanities, Art, Sociology