Analysis of the Portrayal of the Protagonist in Henrik Insen's : A Doll's House
Yulia Retiayu Pratiwi
Abstract
Yulia Retiayu Pratiwi
Abstract
Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis elemen penokohan dari tokoh utama perempuan dalam drama karya Henrik Ibsen yang berjudul A Doll’s House. Dalam drama ini, saya menemukan bahwa tokoh utamanya, yaitu Nora Helmer, memiliki karakteristik yang berubah yang membuat drama realis ini menjadi lebih menarik dan terkenal. Nora merupakan seorang istri dengan tiga orang anak. Ia digambarkan sebagai seorang yang patuh (acquiescent) dan tidak mementingkan diri sendiri (selfless). Dengan karakteristiknya ini Nora bisa dipandang sebagai wanita ideal pada zaman itu. Meskipun demikian, di akhir drama Nora merasa kecewa terhadap perlakuan suaminya, Torvald, yang tidak menghargai jasa Nora yang sudah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Hal ini membuat Nora berubah menjadi seorang pemberontak (rebellious) dan lebih mementingkan diri sendiri (selfish). Dari hasil analisis terhadap tokoh Nora, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Ibsen sebagai penulis ingin memperlihatkan kepada pembaca bagaimana kuatnya ketimpangan sosial dan diskriminasi terhadap kaum perempuan akibat sistem patriarkat yang berlaku pada zaman itu. Ibsen ingin menunjukkan bahwa pada zaman tersebut perempuan tidak memiliki hak yang setara dengan laki- laki. Terkait dengan hal ini, Ibsen juga ingin mendorong para pembacanya, terutama para perempuan, agar mereka sadar bahwa sesungguhnya seorang perempuan harus memperjuangkan hak individunya dan berhak diperlakukan setara dengan laki- laki sebagai sesama manusia.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis elemen penokohan dari tokoh utama perempuan dalam drama karya Henrik Ibsen yang berjudul A Doll’s House. Dalam drama ini, saya menemukan bahwa tokoh utamanya, yaitu Nora Helmer, memiliki karakteristik yang berubah yang membuat drama realis ini menjadi lebih menarik dan terkenal. Nora merupakan seorang istri dengan tiga orang anak. Ia digambarkan sebagai seorang yang patuh (acquiescent) dan tidak mementingkan diri sendiri (selfless). Dengan karakteristiknya ini Nora bisa dipandang sebagai wanita ideal pada zaman itu. Meskipun demikian, di akhir drama Nora merasa kecewa terhadap perlakuan suaminya, Torvald, yang tidak menghargai jasa Nora yang sudah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Hal ini membuat Nora berubah menjadi seorang pemberontak (rebellious) dan lebih mementingkan diri sendiri (selfish). Dari hasil analisis terhadap tokoh Nora, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Ibsen sebagai penulis ingin memperlihatkan kepada pembaca bagaimana kuatnya ketimpangan sosial dan diskriminasi terhadap kaum perempuan akibat sistem patriarkat yang berlaku pada zaman itu. Ibsen ingin menunjukkan bahwa pada zaman tersebut perempuan tidak memiliki hak yang setara dengan laki- laki. Terkait dengan hal ini, Ibsen juga ingin mendorong para pembacanya, terutama para perempuan, agar mereka sadar bahwa sesungguhnya seorang perempuan harus memperjuangkan hak individunya dan berhak diperlakukan setara dengan laki- laki sebagai sesama manusia.
Key concepts: Humanities, Art, Drama, Literature