2018Unpublished venueRequires access

Analysis of the Portrayal of the Protagonist in Henrik Insen's : A Doll's House

Yulia Retiayu Pratiwi

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis elemen penokohan dari tokoh utama perempuan dalam drama karya Henrik Ibsen yang berjudul A Doll’s House. Dalam drama ini, saya menemukan bahwa tokoh utamanya, yaitu Nora Helmer, memiliki karakteristik yang berubah yang membuat drama realis ini menjadi lebih menarik dan terkenal. Nora merupakan seorang istri dengan tiga orang anak. Ia digambarkan sebagai seorang yang patuh (acquiescent) dan tidak mementingkan diri sendiri (selfless). Dengan karakteristiknya ini Nora bisa dipandang sebagai wanita ideal pada zaman itu. Meskipun demikian, di akhir drama Nora merasa kecewa terhadap perlakuan suaminya, Torvald, yang tidak menghargai jasa Nora yang sudah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Hal ini membuat Nora berubah menjadi seorang pemberontak (rebellious) dan lebih mementingkan diri sendiri (selfish). Dari hasil analisis terhadap tokoh Nora, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Ibsen sebagai penulis ingin memperlihatkan kepada pembaca bagaimana kuatnya ketimpangan sosial dan diskriminasi terhadap kaum perempuan akibat sistem patriarkat yang berlaku pada zaman itu. Ibsen ingin menunjukkan bahwa pada zaman tersebut perempuan tidak memiliki hak yang setara dengan laki- laki. Terkait dengan hal ini, Ibsen juga ingin mendorong para pembacanya, terutama para perempuan, agar mereka sadar bahwa sesungguhnya seorang perempuan harus memperjuangkan hak individunya dan berhak diperlakukan setara dengan laki- laki sebagai sesama manusia.

About this research paper

What this paper is about

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis elemen penokohan dari tokoh utama perempuan dalam drama karya Henrik Ibsen yang berjudul A Doll’s House. Dalam drama ini, saya menemukan bahwa tokoh utamanya, yaitu Nora Helmer, memiliki karakteristik yang berubah yang membuat drama realis ini menjadi lebih menarik dan terkenal. Nora merupakan seorang istri dengan tiga orang anak. Ia digambarkan sebagai seorang yang patuh (acquiescent) dan tidak mementingkan diri sendiri (selfless). Dengan karakteristiknya ini Nora bisa dipandang sebagai wanita ideal pada zaman itu. Meskipun demikian, di akhir drama Nora merasa kecewa terhadap perlakuan suaminya, Torvald, yang tidak menghargai jasa Nora yang sudah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Hal ini membuat Nora berubah menjadi seorang pemberontak (rebellious) dan lebih mementingkan diri sendiri (selfish). Dari hasil analisis terhadap tokoh Nora, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Ibsen sebagai penulis ingin memperlihatkan kepada pembaca bagaimana kuatnya ketimpangan sosial dan diskriminasi terhadap kaum perempuan akibat sistem patriarkat yang berlaku pada zaman itu. Ibsen ingin menunjukkan bahwa pada zaman tersebut perempuan tidak memiliki hak yang setara dengan laki- laki. Terkait dengan hal ini, Ibsen juga ingin mendorong para pembacanya, terutama para perempuan, agar mereka sadar bahwa sesungguhnya seorang perempuan harus memperjuangkan hak individunya dan berhak diperlakukan setara dengan laki- laki sebagai sesama manusia.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam Tugas Akhir ini, saya menganalisis elemen penokohan dari tokoh utama perempuan dalam drama karya Henrik Ibsen yang berjudul A Doll’s House. Dalam drama ini, saya menemukan bahwa tokoh utamanya, yaitu Nora Helmer, memiliki karakteristik yang berubah yang membuat drama realis ini menjadi lebih menarik dan terkenal. Nora merupakan seorang istri dengan tiga orang anak. Ia digambarkan sebagai seorang yang patuh (acquiescent) dan tidak mementingkan diri sendiri (selfless). Dengan karakteristiknya ini Nora bisa dipandang sebagai wanita ideal pada zaman itu. Meskipun demikian, di akhir drama Nora merasa kecewa terhadap perlakuan suaminya, Torvald, yang tidak menghargai jasa Nora yang sudah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Hal ini membuat Nora berubah menjadi seorang pemberontak (rebellious) dan lebih mementingkan diri sendiri (selfish). Dari hasil analisis terhadap tokoh Nora, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Ibsen sebagai penulis ingin memperlihatkan kepada pembaca bagaimana kuatnya ketimpangan sosial dan diskriminasi terhadap kaum perempuan akibat sistem patriarkat yang berlaku pada zaman itu. Ibsen ingin menunjukkan bahwa pada zaman tersebut perempuan tidak memiliki hak yang setara dengan laki- laki. Terkait dengan hal ini, Ibsen juga ingin mendorong para pembacanya, terutama para perempuan, agar mereka sadar bahwa sesungguhnya seorang perempuan harus memperjuangkan hak individunya dan berhak diperlakukan setara dengan laki- laki sebagai sesama manusia.

Key concepts: Humanities, Art, Drama, Literature

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Analysis of the Portrayal of the Protagonist in Henrik Insen's : A Doll's House — Research Paper | ScholarLens