Ambiguity In Religion Jokes in Building Humour
Resy Novianti Kalamba
Abstract
Resy Novianti Kalamba
Abstract
Dalam tugas akhir ini, saya meneliti tentang Ambiguity in Religion Jokes in Building Humour. Saya menganalisis tujuh cerita lucu tentang agama menggunakan teori ketaksaan dari Robert Lew. Kemudian analisis humor tersebut diperjelas dengan menggunakan teori Incongruity-Resolution dari Suls. Data yang saya gunakan dalam tugas akhir ini bersumber dari Internet, yaitu laughfactory.com. dan jokes4us.com. Berdasarkan analisis dari tujuh data tersebut, saya memahami bahwa humor terjadi karena adanya pemakaian kata atau frasa yang memicu terbentuknya kesalahpahaman interpretasi yang diakibatkan oleh ketaksaan. Teori Incongruity-Resolution digunakan untuk menjelaskan proses sebuah cerita dalam lelucon yang akan berujung pada terciptanya sebuah humor. Berdasarkan data-data yang telah saya analisis, saya menyimpulkan bahwa tipe ketaksaan yang paling banyak digunakan adalah Lexical Ambiguity. Hal ini sering terjadi karena tipe ini adalah yang relatif mudah dibandingkan dengan tipe-tipe ketaksaan yang lain.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam tugas akhir ini, saya meneliti tentang Ambiguity in Religion Jokes in Building Humour. Saya menganalisis tujuh cerita lucu tentang agama menggunakan teori ketaksaan dari Robert Lew. Kemudian analisis humor tersebut diperjelas dengan menggunakan teori Incongruity-Resolution dari Suls. Data yang saya gunakan dalam tugas akhir ini bersumber dari Internet, yaitu laughfactory.com. dan jokes4us.com. Berdasarkan analisis dari tujuh data tersebut, saya memahami bahwa humor terjadi karena adanya pemakaian kata atau frasa yang memicu terbentuknya kesalahpahaman interpretasi yang diakibatkan oleh ketaksaan. Teori Incongruity-Resolution digunakan untuk menjelaskan proses sebuah cerita dalam lelucon yang akan berujung pada terciptanya sebuah humor. Berdasarkan data-data yang telah saya analisis, saya menyimpulkan bahwa tipe ketaksaan yang paling banyak digunakan adalah Lexical Ambiguity. Hal ini sering terjadi karena tipe ini adalah yang relatif mudah dibandingkan dengan tipe-tipe ketaksaan yang lain.
Key concepts: Humanities, Art, Psychology