2018Unpublished venueRequires access

Ambiguity In Religion Jokes in Building Humour

Resy Novianti Kalamba

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam tugas akhir ini, saya meneliti tentang Ambiguity in Religion Jokes in Building Humour. Saya menganalisis tujuh cerita lucu tentang agama menggunakan teori ketaksaan dari Robert Lew. Kemudian analisis humor tersebut diperjelas dengan menggunakan teori Incongruity-Resolution dari Suls. Data yang saya gunakan dalam tugas akhir ini bersumber dari Internet, yaitu laughfactory.com. dan jokes4us.com. Berdasarkan analisis dari tujuh data tersebut, saya memahami bahwa humor terjadi karena adanya pemakaian kata atau frasa yang memicu terbentuknya kesalahpahaman interpretasi yang diakibatkan oleh ketaksaan. Teori Incongruity-Resolution digunakan untuk menjelaskan proses sebuah cerita dalam lelucon yang akan berujung pada terciptanya sebuah humor. Berdasarkan data-data yang telah saya analisis, saya menyimpulkan bahwa tipe ketaksaan yang paling banyak digunakan adalah Lexical Ambiguity. Hal ini sering terjadi karena tipe ini adalah yang relatif mudah dibandingkan dengan tipe-tipe ketaksaan yang lain.

About this research paper

What this paper is about

Dalam tugas akhir ini, saya meneliti tentang Ambiguity in Religion Jokes in Building Humour. Saya menganalisis tujuh cerita lucu tentang agama menggunakan teori ketaksaan dari Robert Lew. Kemudian analisis humor tersebut diperjelas dengan menggunakan teori Incongruity-Resolution dari Suls. Data yang saya gunakan dalam tugas akhir ini bersumber dari Internet, yaitu laughfactory.com. dan jokes4us.com. Berdasarkan analisis dari tujuh data tersebut, saya memahami bahwa humor terjadi karena adanya pemakaian kata atau frasa yang memicu terbentuknya kesalahpahaman interpretasi yang diakibatkan oleh ketaksaan. Teori Incongruity-Resolution digunakan untuk menjelaskan proses sebuah cerita dalam lelucon yang akan berujung pada terciptanya sebuah humor. Berdasarkan data-data yang telah saya analisis, saya menyimpulkan bahwa tipe ketaksaan yang paling banyak digunakan adalah Lexical Ambiguity. Hal ini sering terjadi karena tipe ini adalah yang relatif mudah dibandingkan dengan tipe-tipe ketaksaan yang lain.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam tugas akhir ini, saya meneliti tentang Ambiguity in Religion Jokes in Building Humour. Saya menganalisis tujuh cerita lucu tentang agama menggunakan teori ketaksaan dari Robert Lew. Kemudian analisis humor tersebut diperjelas dengan menggunakan teori Incongruity-Resolution dari Suls. Data yang saya gunakan dalam tugas akhir ini bersumber dari Internet, yaitu laughfactory.com. dan jokes4us.com. Berdasarkan analisis dari tujuh data tersebut, saya memahami bahwa humor terjadi karena adanya pemakaian kata atau frasa yang memicu terbentuknya kesalahpahaman interpretasi yang diakibatkan oleh ketaksaan. Teori Incongruity-Resolution digunakan untuk menjelaskan proses sebuah cerita dalam lelucon yang akan berujung pada terciptanya sebuah humor. Berdasarkan data-data yang telah saya analisis, saya menyimpulkan bahwa tipe ketaksaan yang paling banyak digunakan adalah Lexical Ambiguity. Hal ini sering terjadi karena tipe ini adalah yang relatif mudah dibandingkan dengan tipe-tipe ketaksaan yang lain.

Key concepts: Humanities, Art, Psychology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Ambiguity In Religion Jokes in Building Humour — Research Paper | ScholarLens