Analysis of Non-Obervance of the Gricean Maxims in Relation to Script Incongruity in Marriage Jokes
Karina Winita
Abstract
Karina Winita
Abstract
Judul skrispi saya adalah Analysis of Non - observance of the Gricean Maxims in relation to Script Incongruity in Marriage Jokes . Saya menganalisis data yang berupa marriage jokes , yaitu humor yang melibatkan pasangan di dalam pernikahan. Saya meng analisis beberapa humor dengan menggunakan teori bidal atau maxim dari Herbert Paul Grice, dan kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan teori Script Incongruity dari Victor Raskin. Data yang saya gunakan diambil dari beberapa sumber di Internet , y aitu Santa Banta Jokes, A Joke A Day, Reader’s Digest, LIPY dan NET Jokes. Dari data yang saya dapatkan, saya melihat bahwa kebanyakan humor muncul karena adanya pelanggaran terhadap bidal yang menyebabkan terbentuknya implikatur dan yang menjadi pemicu m unculnya dua skrip yang berbeda dalam satu cerita. Teori Script Incongruity digunakan untuk meneliti perubahan skrip dal a m suatu data yang akhirnya menimbulkan humor. Dari data - data yang saya analisis, saya menemukan bahwa bidal yang paling sering dilangg ar adalah maxim of manner. Hal ini disebabkan oleh respon pembicara yang ambigu atau tidak jelas yang menciptakan humor
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Judul skrispi saya adalah Analysis of Non - observance of the Gricean Maxims in relation to Script Incongruity in Marriage Jokes . Saya menganalisis data yang berupa marriage jokes , yaitu humor yang melibatkan pasangan di dalam pernikahan. Saya meng analisis beberapa humor dengan menggunakan teori bidal atau maxim dari Herbert Paul Grice, dan kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan teori Script Incongruity dari Victor Raskin. Data yang saya gunakan diambil dari beberapa sumber di Internet , y aitu Santa Banta Jokes, A Joke A Day, Reader’s Digest, LIPY dan NET Jokes. Dari data yang saya dapatkan, saya melihat bahwa kebanyakan humor muncul karena adanya pelanggaran terhadap bidal yang menyebabkan terbentuknya implikatur dan yang menjadi pemicu m unculnya dua skrip yang berbeda dalam satu cerita. Teori Script Incongruity digunakan untuk meneliti perubahan skrip dal a m suatu data yang akhirnya menimbulkan humor. Dari data - data yang saya analisis, saya menemukan bahwa bidal yang paling sering dilangg ar adalah maxim of manner. Hal ini disebabkan oleh respon pembicara yang ambigu atau tidak jelas yang menciptakan humor
Key concepts: Humanities, Psychology, Psychoanalysis, Art