Analysis of Occupational Jokes in Relation to Non-Observanceof the Gricean Maxims in “Laugh It Up” Sectionin Cool ‘N Smart Magazine
Anastasia Virta Wijayanti
Abstract
Anastasia Virta Wijayanti
Abstract
Di dalam tugas akhir ini, saya menganalisis data yang berupa occupational jokes, yaitu cerita humor di seputar dunia kerja. Saya menganalisis beberapa cerita humor dengan menggunakan teori bidal dari Herbert Paul Grice. Pelanggaran bidal dikategorikan dalam lima jenis pelanggaran, yaitu: flouting maxim of manner, violating a maxim, infringing a maxim, suspending a maxim, dan opting out ofa maxim. Data yang saya gunakan berasal dari sumber majalah remaja Cool ‘n Smart. Dari seluruh data yang sudah saya kumpulkan, pelanggaran bidal flouting a maxim adalah kasus yang paling banyak ditemukan. Hal ini disebabkan karena adanya implikatur dalam suatu ujaran, sang pembicara tidak menyampaikan maksudnya secara langsung sehingga dapat menimbulkan humor. Untuk memperdalam pembahasan, selain menggunakan teori bidal, saya juga menggunakan Script Incongruity oleh Victor Raskin. Teori ini mengemukakan tentang adanya dua skrip berbeda dalam satu teks. Teori Script Incongruity inilah yang memperlihatkan perubahan skrip diluar ekspektasi pembaca sebelumnya, perubahan skrip inilah yang akan menyebabkan kelucuan dalam lelucon tersebut.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Di dalam tugas akhir ini, saya menganalisis data yang berupa occupational jokes, yaitu cerita humor di seputar dunia kerja. Saya menganalisis beberapa cerita humor dengan menggunakan teori bidal dari Herbert Paul Grice. Pelanggaran bidal dikategorikan dalam lima jenis pelanggaran, yaitu: flouting maxim of manner, violating a maxim, infringing a maxim, suspending a maxim, dan opting out ofa maxim. Data yang saya gunakan berasal dari sumber majalah remaja Cool ‘n Smart. Dari seluruh data yang sudah saya kumpulkan, pelanggaran bidal flouting a maxim adalah kasus yang paling banyak ditemukan. Hal ini disebabkan karena adanya implikatur dalam suatu ujaran, sang pembicara tidak menyampaikan maksudnya secara langsung sehingga dapat menimbulkan humor. Untuk memperdalam pembahasan, selain menggunakan teori bidal, saya juga menggunakan Script Incongruity oleh Victor Raskin. Teori ini mengemukakan tentang adanya dua skrip berbeda dalam satu teks. Teori Script Incongruity inilah yang memperlihatkan perubahan skrip diluar ekspektasi pembaca sebelumnya, perubahan skrip inilah yang akan menyebabkan kelucuan dalam lelucon tersebut.
Key concepts: Humanities, Psychology, Art