The power of empowerment: release the hidden talents of your employees = Daya pemberdayaan: menggali dan meningkatkan potensi karyawan anda
David Clutterbuck, Susan Kernaghan, Bern. Hidayat
Abstract
David Clutterbuck, Susan Kernaghan, Bern. Hidayat
Abstract
Buku ini terdiri dari 9 Bab sebagai berikut : Bab 1. Siapa Butuh Pemberdayaan, sekalipun sulit didefinisikan pemberdayaan adalah suatu proses yang semestinya dipertimbangkan oleh setiap organisasi jika organisasi itu ingin tetap kompetitif. Mempertimbangkan pemberdayaan adalah suatu hal-berusaha mewujudkannya adalah masalah yang berbeda lagi. Dalam bab berikut kita akan mengamati pilihan-pilihan untuk mengimplementasikan pemberdayaan di berbagai macam organisasi.Bab 2 Titik tolak praktis, bab ini mencermati bagaimana mendefinisikan makna pemberdayaan bagi suatu organisasi individual dan mengulas pilihan-pilihan pemberdayaan yang tersedia-rentang yang bisa sama bervariasinya dengan organisasi-organisasi sendiri. Bab 3 Bagaimana struktur organisasional mendukung tujuan-tujuan pemberdayaan, struktur-struktur (dan pemberdayaan itu sendiri) hanya bisa efektif jika orang-orang yang bekerja didalamnya memiliki ketrampilan-ketrampilan untuk memanfaatkan struktur-struktur itu. Dalam struktur yang fleksibel, ramping, dan terberdayakan, individu-individu akan terpanggil untuk menggunakan ketrampilan-ketrampilan mempengaruhi, berunding, memecahkan masalah, dan kerjasama tim, barangkali untuk pertamakalinya dan di tingkat yang sangat rendah dalam organisasi. Bab 4 Membangun dan mengopersikan Tim-Tim terberdayakan, teamworking memungkinkan organisasi-organisasi untuk menyerahkan keseluruhan tugas dan tanggung jawab ke tangan orang-orang lini pertama, kepada orang yang sanggup untuk memegang kendali lebih besar atas proses –proses kerja mereka daripada yang bisa mereka lakukan sebagai individu-individu. Dengan cara itu, teamworking menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu organisasi yang terberdayakan. Bab 5 Mengubah perilaku para manajer, organisasi-organisasi yang diberdayakan tidak hanya lebih kompetitif, dan dengan demikian lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam jangka panjang, meski pekerjaan seorang manajer dalam organisasi yang diberdayakan juga akan jauh lebih memuaskan daripada dalam peran komando dan kontrol. Bab 6 Mengubah perilaku individu, individu-individu merupakan basis dari setiap inisiatif pemberdayaan. Dan, sekalipun para individu yang menyodorkan sebagian dari perlawanan terhadap pemberdayaan, mereka jualah yang akan menarik keuntungan paling besar dari pemberdayaan itu. Kunci untuk mengubah perlawanan menjadi perubahan yang positif adalah pemahaman yang jelas mengenai tujuan dibalik inisiatif pemberdayaan itu. Bab 7 Pemberdayaan di sektor jasa, di sekotor jasa yang semakin kompetitif, pemberdayaan dan customerr responsiveness makin besar yang bisa dihasilkannya, bagi banyak organisasi jasa adalah cara yang terbaik dan tercepat untuk memperoleh keunggulan persaingan. Bab 8 Memberdayakan diri sendiri, Memberdayakan diri sendiri adalah aspek yang menantang dan esensial dari setiap program pemberdayaan. Langkah pertama adalah mengakui bahwa Anda suadah memiliki kekuatan besar, terlepas dari posisi Anda dalam organisasi. Caranya adalah dengan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengendalikannya. Memberdayakan diri sendiri mestinya menjadikan Anda lebih efektif di tempat kerja, bekerja lebih menyenangkan, dan lebih bahagia.
OpenAlex reports 1 citations for this work. Citation counts describe recorded attention and do not establish research quality.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Buku ini terdiri dari 9 Bab sebagai berikut : Bab 1. Siapa Butuh Pemberdayaan, sekalipun sulit didefinisikan pemberdayaan adalah suatu proses yang semestinya dipertimbangkan oleh setiap organisasi jika organisasi itu ingin tetap kompetitif. Mempertimbangkan pemberdayaan adalah suatu hal-berusaha mewujudkannya adalah masalah yang berbeda lagi. Dalam bab berikut kita akan mengamati pilihan-pilihan untuk mengimplementasikan pemberdayaan di berbagai macam organisasi.Bab 2 Titik tolak praktis, bab ini mencermati bagaimana mendefinisikan makna pemberdayaan bagi suatu organisasi individual dan mengulas pilihan-pilihan pemberdayaan yang tersedia-rentang yang bisa sama bervariasinya dengan organisasi-organisasi sendiri. Bab 3 Bagaimana struktur organisasional mendukung tujuan-tujuan pemberdayaan, struktur-struktur (dan pemberdayaan itu sendiri) hanya bisa efektif jika orang-orang yang bekerja didalamnya memiliki ketrampilan-ketrampilan untuk memanfaatkan struktur-struktur itu. Dalam struktur yang fleksibel, ramping, dan terberdayakan, individu-individu akan terpanggil untuk menggunakan ketrampilan-ketrampilan mempengaruhi, berunding, memecahkan masalah, dan kerjasama tim, barangkali untuk pertamakalinya dan di tingkat yang sangat rendah dalam organisasi. Bab 4 Membangun dan mengopersikan Tim-Tim terberdayakan, teamworking memungkinkan organisasi-organisasi untuk menyerahkan keseluruhan tugas dan tanggung jawab ke tangan orang-orang lini pertama, kepada orang yang sanggup untuk memegang kendali lebih besar atas proses –proses kerja mereka daripada yang bisa mereka lakukan sebagai individu-individu. Dengan cara itu, teamworking menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu organisasi yang terberdayakan. Bab 5 Mengubah perilaku para manajer, organisasi-organisasi yang diberdayakan tidak hanya lebih kompetitif, dan dengan demikian lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam jangka panjang, meski pekerjaan seorang manajer dalam organisasi yang diberdayakan juga akan jauh lebih memuaskan daripada dalam peran komando dan kontrol. Bab 6 Mengubah perilaku individu, individu-individu merupakan basis dari setiap inisiatif pemberdayaan. Dan, sekalipun para individu yang menyodorkan sebagian dari perlawanan terhadap pemberdayaan, mereka jualah yang akan menarik keuntungan paling besar dari pemberdayaan itu. Kunci untuk mengubah perlawanan menjadi perubahan yang positif adalah pemahaman yang jelas mengenai tujuan dibalik inisiatif pemberdayaan itu. Bab 7 Pemberdayaan di sektor jasa, di sekotor jasa yang semakin kompetitif, pemberdayaan dan customerr responsiveness makin besar yang bisa dihasilkannya, bagi banyak organisasi jasa adalah cara yang terbaik dan tercepat untuk memperoleh keunggulan persaingan. Bab 8 Memberdayakan diri sendiri, Memberdayakan diri sendiri adalah aspek yang menantang dan esensial dari setiap program pemberdayaan. Langkah pertama adalah mengakui bahwa Anda suadah memiliki kekuatan besar, terlepas dari posisi Anda dalam organisasi. Caranya adalah dengan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengendalikannya. Memberdayakan diri sendiri mestinya menjadikan Anda lebih efektif di tempat kerja, bekerja lebih menyenangkan, dan lebih bahagia.
Key concepts: Humanities, Psychology, Sociology, Social psychology, Philosophy