2013•Unpublished venueRequires access

Semarang Youth Center

Titien Woro Murtini, Agung Dwiyanto, Muhammad Asy’ari

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dengan berbagai prestasi remaja yang dimilikinya, Semarang termasuk salah satu kota yang melahirkan bakat-bakat olahraga dan seni dikalangan remaja di Indonesia saat ini. Hal ini juga terlihat dengan menjamurnya fasilitas-fasilitas olahraga dan sanggar seni yang didirikan oleh pihak pemerintah bahkan swasta berkaitan dengan animo remaja yang sangat antusias akan hal ini. Yang sangat disayangkan adalah, belum adanya sebuah fasilitas yang dapat menampung sebagian besar dari olahraga dan seni itu dalam satu wadah. Padahal hal ini sangat mendukung sekali untuk pengembangan minat dan bakat remaja berkaitan dengan prestasi remaja untuk mengharumkan nama Semarang di masa yang akan datang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth Center, pengertian dan standar-standar mengenai Youth Center, serta studi banding beberapa gelanggang remaja dan Youth Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan olah raga dan seni di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur dekonstruksi oleh arsitek Zaha Hadid. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

About this research paper

What this paper is about

Dengan berbagai prestasi remaja yang dimilikinya, Semarang termasuk salah satu kota yang melahirkan bakat-bakat olahraga dan seni dikalangan remaja di Indonesia saat ini. Hal ini juga terlihat dengan menjamurnya fasilitas-fasilitas olahraga dan sanggar seni yang didirikan oleh pihak pemerintah bahkan swasta berkaitan dengan animo remaja yang sangat antusias akan hal ini. Yang sangat disayangkan adalah, belum adanya sebuah fasilitas yang dapat menampung sebagian besar dari olahraga dan seni itu dalam satu wadah. Padahal hal ini sangat mendukung sekali untuk pengembangan minat dan bakat remaja berkaitan dengan prestasi remaja untuk mengharumkan nama Semarang di masa yang akan datang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth Center, pengertian dan standar-standar mengenai Youth Center, serta studi banding beberapa gelanggang remaja dan Youth Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan olah raga dan seni di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur dekonstruksi oleh arsitek Zaha Hadid. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dengan berbagai prestasi remaja yang dimilikinya, Semarang termasuk salah satu kota yang melahirkan bakat-bakat olahraga dan seni dikalangan remaja di Indonesia saat ini. Hal ini juga terlihat dengan menjamurnya fasilitas-fasilitas olahraga dan sanggar seni yang didirikan oleh pihak pemerintah bahkan swasta berkaitan dengan animo remaja yang sangat antusias akan hal ini. Yang sangat disayangkan adalah, belum adanya sebuah fasilitas yang dapat menampung sebagian besar dari olahraga dan seni itu dalam satu wadah. Padahal hal ini sangat mendukung sekali untuk pengembangan minat dan bakat remaja berkaitan dengan prestasi remaja untuk mengharumkan nama Semarang di masa yang akan datang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth Center, pengertian dan standar-standar mengenai Youth Center, serta studi banding beberapa gelanggang remaja dan Youth Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan olah raga dan seni di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur dekonstruksi oleh arsitek Zaha Hadid. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Semarang Youth Center — Research Paper | ScholarLens