Semarang Youth Center
Titien Woro Murtini, Agung Dwiyanto, Muhammad Asy’ari
Abstract
Titien Woro Murtini, Agung Dwiyanto, Muhammad Asy’ari
Abstract
Dengan berbagai prestasi remaja yang dimilikinya, Semarang termasuk salah satu kota yang melahirkan bakat-bakat olahraga dan seni dikalangan remaja di Indonesia saat ini. Hal ini juga terlihat dengan menjamurnya fasilitas-fasilitas olahraga dan sanggar seni yang didirikan oleh pihak pemerintah bahkan swasta berkaitan dengan animo remaja yang sangat antusias akan hal ini. Yang sangat disayangkan adalah, belum adanya sebuah fasilitas yang dapat menampung sebagian besar dari olahraga dan seni itu dalam satu wadah. Padahal hal ini sangat mendukung sekali untuk pengembangan minat dan bakat remaja berkaitan dengan prestasi remaja untuk mengharumkan nama Semarang di masa yang akan datang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth Center, pengertian dan standar-standar mengenai Youth Center, serta studi banding beberapa gelanggang remaja dan Youth Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan olah raga dan seni di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur dekonstruksi oleh arsitek Zaha Hadid. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dengan berbagai prestasi remaja yang dimilikinya, Semarang termasuk salah satu kota yang melahirkan bakat-bakat olahraga dan seni dikalangan remaja di Indonesia saat ini. Hal ini juga terlihat dengan menjamurnya fasilitas-fasilitas olahraga dan sanggar seni yang didirikan oleh pihak pemerintah bahkan swasta berkaitan dengan animo remaja yang sangat antusias akan hal ini. Yang sangat disayangkan adalah, belum adanya sebuah fasilitas yang dapat menampung sebagian besar dari olahraga dan seni itu dalam satu wadah. Padahal hal ini sangat mendukung sekali untuk pengembangan minat dan bakat remaja berkaitan dengan prestasi remaja untuk mengharumkan nama Semarang di masa yang akan datang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth Center, pengertian dan standar-standar mengenai Youth Center, serta studi banding beberapa gelanggang remaja dan Youth Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan olah raga dan seni di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur dekonstruksi oleh arsitek Zaha Hadid. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
Key concepts: Humanities, Art