Analysis of Inner Conflict in 'The Spell' By Alan Hollinghurst
Devi Oktaviani
Abstract
Devi Oktaviani
Abstract
Dalam tesis ini, saya menganalisis novel karya Alan Hollinghurst yang berjudul The Spell. Novel ini adalah novel yang menceritakan berbagai konflik psikologi yang dialami oleh empat orang gay yang menjadi tokoh utama dalam novel ini yaitu Alex, Justin, Robin, dan Danny. Hollinghurst sendiri adalah seorang gay dan setiap novelnya menceritakan kehidupan gay. Dalam The Spell, Hollinghurst bisa mempresentasikan setiap konflik psikologi yang dialami oleh empat orang tokoh utama secara jelas terutama di dalam masalah percintaan yang terjadi di antara mereka. Hal ini menyebabkan para pembaca bisa ikut merasakan setiap kebingungan dan konflik batin yang dialami oleh empat tokoh ini. Setelah membaca novel ini dengan seksama, saya menyimpulkan bahwa menjadi seorang gay adalah pilihan hidup dari seseorang yang harus di hargai. Para gay juga mengalami konflik psikologi terutama yang berkaitan dengan masalah percintaan dan identitas diri mereka. Aspek inilah yang saya analisis dalam tesis saya.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam tesis ini, saya menganalisis novel karya Alan Hollinghurst yang berjudul The Spell. Novel ini adalah novel yang menceritakan berbagai konflik psikologi yang dialami oleh empat orang gay yang menjadi tokoh utama dalam novel ini yaitu Alex, Justin, Robin, dan Danny. Hollinghurst sendiri adalah seorang gay dan setiap novelnya menceritakan kehidupan gay. Dalam The Spell, Hollinghurst bisa mempresentasikan setiap konflik psikologi yang dialami oleh empat orang tokoh utama secara jelas terutama di dalam masalah percintaan yang terjadi di antara mereka. Hal ini menyebabkan para pembaca bisa ikut merasakan setiap kebingungan dan konflik batin yang dialami oleh empat tokoh ini. Setelah membaca novel ini dengan seksama, saya menyimpulkan bahwa menjadi seorang gay adalah pilihan hidup dari seseorang yang harus di hargai. Para gay juga mengalami konflik psikologi terutama yang berkaitan dengan masalah percintaan dan identitas diri mereka. Aspek inilah yang saya analisis dalam tesis saya.
Key concepts: Spell, Humanities, Psychology, Art, Psychoanalysis, Philosophy, Theology