2011Unpublished venueRequires access

Portrayal of The Protagonists in Edith Wharton's 'The House of Mirth' and Theodore Dreiser's 'Sister Carrie'

Josephine Natania Tugiharto

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam karya ilmiah ini, saya membahas dua buah novel berjudul The House of Mirth karya Edith Wharton dan Sister Carrie karya Theodore Dreiser. Topik yang saya angkat dalam Tugas Akhir ini adalah penggambaran tokoh pada Gilded Era, sebuah era yang terkenal dalam sejarah Amerika pada akhir abad kesembilan belas. Kedua tokoh utama yang dibahas adalah Lily Bart dalam novel The House of Mirth dan Carrie Meeber dalam novel Sister Carrie. Setelah membaca kedua novel ini, saya mendapatkan penggambaran dua tokoh perempuan yang sama-sama berjuang untuk mendapatkan uang, harta, dan ketenaran dalam kehidupan mereka, di tengah masyarakat dan situasi zaman yang sangat mengagungkan prinsip hedonisme. Persamaan yang saya temukan dalam diri kedua tokoh tersebut adalah kemiripan sifat pada awal cerita serta cara-cara yang mereka tempuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Selain itu, ditemukan pula adanya perbedaan yaitu perubahan sifat yang kemudian dialami oleh salah seorang di antara tokoh tersebut dan perbedaan jalan hidup keduanya di akhir cerita. Melalui persamaan dan perbedaan ini, saya menarik kesimpulan bahwa kedua penulis tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mengkritik gaya hidup pada zaman tersebut. Saya juga berpendapat bahwa kedua novel ini baik dan menarik untuk dibaca, baik sebagai bacaan sehari-hari maupun untuk dibahas secara mendalam.

About this research paper

What this paper is about

Dalam karya ilmiah ini, saya membahas dua buah novel berjudul The House of Mirth karya Edith Wharton dan Sister Carrie karya Theodore Dreiser. Topik yang saya angkat dalam Tugas Akhir ini adalah penggambaran tokoh pada Gilded Era, sebuah era yang terkenal dalam sejarah Amerika pada akhir abad kesembilan belas. Kedua tokoh utama yang dibahas adalah Lily Bart dalam novel The House of Mirth dan Carrie Meeber dalam novel Sister Carrie. Setelah membaca kedua novel ini, saya mendapatkan penggambaran dua tokoh perempuan yang sama-sama berjuang untuk mendapatkan uang, harta, dan ketenaran dalam kehidupan mereka, di tengah masyarakat dan situasi zaman yang sangat mengagungkan prinsip hedonisme. Persamaan yang saya temukan dalam diri kedua tokoh tersebut adalah kemiripan sifat pada awal cerita serta cara-cara yang mereka tempuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Selain itu, ditemukan pula adanya perbedaan yaitu perubahan sifat yang kemudian dialami oleh salah seorang di antara tokoh tersebut dan perbedaan jalan hidup keduanya di akhir cerita. Melalui persamaan dan perbedaan ini, saya menarik kesimpulan bahwa kedua penulis tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mengkritik gaya hidup pada zaman tersebut. Saya juga berpendapat bahwa kedua novel ini baik dan menarik untuk dibaca, baik sebagai bacaan sehari-hari maupun untuk dibahas secara mendalam.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam karya ilmiah ini, saya membahas dua buah novel berjudul The House of Mirth karya Edith Wharton dan Sister Carrie karya Theodore Dreiser. Topik yang saya angkat dalam Tugas Akhir ini adalah penggambaran tokoh pada Gilded Era, sebuah era yang terkenal dalam sejarah Amerika pada akhir abad kesembilan belas. Kedua tokoh utama yang dibahas adalah Lily Bart dalam novel The House of Mirth dan Carrie Meeber dalam novel Sister Carrie. Setelah membaca kedua novel ini, saya mendapatkan penggambaran dua tokoh perempuan yang sama-sama berjuang untuk mendapatkan uang, harta, dan ketenaran dalam kehidupan mereka, di tengah masyarakat dan situasi zaman yang sangat mengagungkan prinsip hedonisme. Persamaan yang saya temukan dalam diri kedua tokoh tersebut adalah kemiripan sifat pada awal cerita serta cara-cara yang mereka tempuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Selain itu, ditemukan pula adanya perbedaan yaitu perubahan sifat yang kemudian dialami oleh salah seorang di antara tokoh tersebut dan perbedaan jalan hidup keduanya di akhir cerita. Melalui persamaan dan perbedaan ini, saya menarik kesimpulan bahwa kedua penulis tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mengkritik gaya hidup pada zaman tersebut. Saya juga berpendapat bahwa kedua novel ini baik dan menarik untuk dibaca, baik sebagai bacaan sehari-hari maupun untuk dibahas secara mendalam.

Key concepts: Humanities, Art, Sister, Sociology, Anthropology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Portrayal of The Protagonists in Edith Wharton's 'The House of Mirth' and Theodore Dreiser's 'Sister Carrie' — Research Paper | ScholarLens