Discussion on Elements of Plot in Dan Brown's 'The Da Vinci Code' and Umberto Eco's 'The Name of The Rose'
Stephanie Airin
Abstract
Stephanie Airin
Abstract
Yang paling utama dari cerita misteri yang penuh ketegangan adalah bagaimana menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan cerita tersebut dalam diri pembaca. Elemen sastra yang paling cocok untuk menganalisis jenis cerita seperti ini ialah elemen alur cerita. Di dalam skripsi ini, saya akan menganalisis elemen alur cerita dari dua karya sastra, The Da Vinci Code, karangan Dan Brown dan The Name of the Rose, karangan Umberto Eco. Dari analisis kedua novel di atas, saya menemukan beberapa perbedaan dan persamaan, yang di antaranya adalah: suspense dan alur cerita kedua novel berbeda, tetapi keduanya berhasil dalam menyampaikan surprise dan artistic unity. Kemampuan para penulis dalam memadukan informasi dan seluk-beluk teka-teki di dalam misteri, patut diberi ancungan jempol, terutama keberhasilan mereka dalam memadukan ketiga elemen alur cerita di atas sehingga berhasil menyampaikan dua cerita misteri yang sangat memukau para pembaca, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akhir kata, meskipun kedua novel ini berasal dari dua pengarang yang berbeda, keduanya berhasil dalam menyampaikan kisah misteri yang menegangkan.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Yang paling utama dari cerita misteri yang penuh ketegangan adalah bagaimana menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan cerita tersebut dalam diri pembaca. Elemen sastra yang paling cocok untuk menganalisis jenis cerita seperti ini ialah elemen alur cerita. Di dalam skripsi ini, saya akan menganalisis elemen alur cerita dari dua karya sastra, The Da Vinci Code, karangan Dan Brown dan The Name of the Rose, karangan Umberto Eco. Dari analisis kedua novel di atas, saya menemukan beberapa perbedaan dan persamaan, yang di antaranya adalah: suspense dan alur cerita kedua novel berbeda, tetapi keduanya berhasil dalam menyampaikan surprise dan artistic unity. Kemampuan para penulis dalam memadukan informasi dan seluk-beluk teka-teki di dalam misteri, patut diberi ancungan jempol, terutama keberhasilan mereka dalam memadukan ketiga elemen alur cerita di atas sehingga berhasil menyampaikan dua cerita misteri yang sangat memukau para pembaca, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akhir kata, meskipun kedua novel ini berasal dari dua pengarang yang berbeda, keduanya berhasil dalam menyampaikan kisah misteri yang menegangkan.
Key concepts: Art, Humanities