The Role of Conversational Implicature Generated By Flouting The Gricean Maxims In Jokes
Sandra Sandra
Abstract
Sandra Sandra
Abstract
Dalam skripsi ini saya membahas implikatur atau makna yang tersirat yang dapat menciptakan hal-hal yang lucu melalui percakapan yang ditemukan dalam lelucon dalam bahasa Inggris. Humor dapat dibangun dengan menggunakan ujaran atau ungkapan yang sebenarnya mempunyai arti yang tersirat. Agar dapat lebih menikmati lelucon, sebagai pembaca, kita harus lebih memperhatikan bahasa yang digunakan di dalam cerita tersebut, termasuk jika membaca lelucon dalam bahasa Inggris. Dalam menciptakan humor dalam sebuah cerita, hal yang ditangkap oleh karakter-karakter dalam suatu pembicaraan di dalam cerita itu sering digunakan sebagai alat untuk membangun kelucuan. Pendekatan linguistik yang digunakan dalam menganalisis humor-humor tersebut adalah Pragmatik, khususnya teori Grice tentang bidal. Dari hasil penelitian saya dapat disimpulkan bahwa dalam suatu lelucon, kesalahpahaman sangat efektif dalam menciptakan hal-hal yang lucu. Penulis cerita humor juga sering menggunakan permainan kata dan membuat ucapan-ucapan yang mengandung makna yang tersirat, sehingga terjadi kesalahpahaman antara apa yang dikatakan dan apa yang ditangkap oleh karakter-karakter dalam cerita tersebut.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Dalam skripsi ini saya membahas implikatur atau makna yang tersirat yang dapat menciptakan hal-hal yang lucu melalui percakapan yang ditemukan dalam lelucon dalam bahasa Inggris. Humor dapat dibangun dengan menggunakan ujaran atau ungkapan yang sebenarnya mempunyai arti yang tersirat. Agar dapat lebih menikmati lelucon, sebagai pembaca, kita harus lebih memperhatikan bahasa yang digunakan di dalam cerita tersebut, termasuk jika membaca lelucon dalam bahasa Inggris. Dalam menciptakan humor dalam sebuah cerita, hal yang ditangkap oleh karakter-karakter dalam suatu pembicaraan di dalam cerita itu sering digunakan sebagai alat untuk membangun kelucuan. Pendekatan linguistik yang digunakan dalam menganalisis humor-humor tersebut adalah Pragmatik, khususnya teori Grice tentang bidal. Dari hasil penelitian saya dapat disimpulkan bahwa dalam suatu lelucon, kesalahpahaman sangat efektif dalam menciptakan hal-hal yang lucu. Penulis cerita humor juga sering menggunakan permainan kata dan membuat ucapan-ucapan yang mengandung makna yang tersirat, sehingga terjadi kesalahpahaman antara apa yang dikatakan dan apa yang ditangkap oleh karakter-karakter dalam cerita tersebut.
Key concepts: Humanities, Implicature, Art, Psychology, Philosophy, Linguistics, Pragmatics