2006Unpublished venueRequires access

Portrayal of The Protagonist's Characteristics in J.D.Salinger's 'The Catcher in The Rye'

Edi Liuanto

Open publisher page 0 citations

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini, penulis membahas novel karya Jerome David Salinger yang berjudul The Catcher in the Rye melalui karakter sang protagonis. Novel tersebut pada intinya mengetengahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang remaja dalam menuju ke kedewasaan, ketika ia harus bergumul menghadapi berbagai macam perubahan dalam hampir semua aspek kehidupannya. Tokoh tersebut tidak mampu bersosialisasi karena menurutnya dunia kedewasaan ternyata dipenuhi dengan kepura-puraan dan kepalsuan. Kegagalannya membuat dia menjadi seseorang yang tertekan. Oleh karena alasan-alasan tersebut maka penulis memilih untuk membahas karakter protagonis dalam novel The Catcher In The Rye J.D. Salinger menjadikan protagonis dalam novel ini sebagai pengkritik terhadap kebobrokan dan keegoisan masyarakat Amerika pada zaman itu yang lebih mementingkan materi di atas segalanya. Oleh karena itu, orang-orang berlomba mencari harta materi dan mengorbankan hal lainnya dalam kehidupan mereka, seperti keluarga dan kebahagiaan mereka sendiri. Setelah membaca novel ini dengan seksama maka penulis menyadari bahwa walaupun seseorang hidup bergelimang harta dan materi, hal tersebut tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang. Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya berasal dari dalam diri kita.

About this research paper

What this paper is about

Dalam Tugas Akhir ini, penulis membahas novel karya Jerome David Salinger yang berjudul The Catcher in the Rye melalui karakter sang protagonis. Novel tersebut pada intinya mengetengahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang remaja dalam menuju ke kedewasaan, ketika ia harus bergumul menghadapi berbagai macam perubahan dalam hampir semua aspek kehidupannya. Tokoh tersebut tidak mampu bersosialisasi karena menurutnya dunia kedewasaan ternyata dipenuhi dengan kepura-puraan dan kepalsuan. Kegagalannya membuat dia menjadi seseorang yang tertekan. Oleh karena alasan-alasan tersebut maka penulis memilih untuk membahas karakter protagonis dalam novel The Catcher In The Rye J.D. Salinger menjadikan protagonis dalam novel ini sebagai pengkritik terhadap kebobrokan dan keegoisan masyarakat Amerika pada zaman itu yang lebih mementingkan materi di atas segalanya. Oleh karena itu, orang-orang berlomba mencari harta materi dan mengorbankan hal lainnya dalam kehidupan mereka, seperti keluarga dan kebahagiaan mereka sendiri. Setelah membaca novel ini dengan seksama maka penulis menyadari bahwa walaupun seseorang hidup bergelimang harta dan materi, hal tersebut tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang. Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya berasal dari dalam diri kita.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Dalam Tugas Akhir ini, penulis membahas novel karya Jerome David Salinger yang berjudul The Catcher in the Rye melalui karakter sang protagonis. Novel tersebut pada intinya mengetengahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang remaja dalam menuju ke kedewasaan, ketika ia harus bergumul menghadapi berbagai macam perubahan dalam hampir semua aspek kehidupannya. Tokoh tersebut tidak mampu bersosialisasi karena menurutnya dunia kedewasaan ternyata dipenuhi dengan kepura-puraan dan kepalsuan. Kegagalannya membuat dia menjadi seseorang yang tertekan. Oleh karena alasan-alasan tersebut maka penulis memilih untuk membahas karakter protagonis dalam novel The Catcher In The Rye J.D. Salinger menjadikan protagonis dalam novel ini sebagai pengkritik terhadap kebobrokan dan keegoisan masyarakat Amerika pada zaman itu yang lebih mementingkan materi di atas segalanya. Oleh karena itu, orang-orang berlomba mencari harta materi dan mengorbankan hal lainnya dalam kehidupan mereka, seperti keluarga dan kebahagiaan mereka sendiri. Setelah membaca novel ini dengan seksama maka penulis menyadari bahwa walaupun seseorang hidup bergelimang harta dan materi, hal tersebut tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang. Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya berasal dari dalam diri kita.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Portrayal of The Protagonist's Characteristics in J.D.Salinger's 'The Catcher in The Rye' — Research Paper | ScholarLens