2021•Unpublished venueRequires access

The Development of Sub-Regional Institutions in Southeast Asia: The Case of BIMP-EAGA (Pembangunan Institusi Sub-Wilayah di Asia Tenggara: Kes Kajian BIMP-EAGA)

Hafiizh Hashim, Abdul Hai Julay

Open publisher page 0 citations

Abstract

The relationship between economics and sub-regionalism remains relatively unexplored, particularly in the Asia-Pacific context. This article seeks to broaden the comprehension of various dimensions of this relationship. One of the focuses is to understand the circumstances in which sub-regional institutions have come to be defined as components of economic development in Southeast Asia. Another is to develop a more nuanced approach to regional studies, one that recognizes that institutional changes can occur in many forms, like Historical Institutionalism. This paper’s starting point is on the emphasis that institution is a social construction: political contestations between the social forces in the domestic often influences how state shaped regional institutions that would serve their interest. It uses the critical juncture framework championed by the Historical Institutionalist approach during that particular period to produce divergent outcomes. This study uses BIMP-EAGA to provide some grounds for optimism on the relationship between institutional changes and economic development in the region. Keywords: Historical Institutionalism, critical juncture, economic development, institutional changes, sub-regional institutions, and BIMP-EAGA Abstrak Hubungan antara ekonomi dan sub-regionalisme masih belum banyak diterokai, terutama dalam rantau Asia-Pasifik. Artikel ini bertujuan untuk lebih memahami bagaimana pelbagai dimensi mengenai hubungan ini terbentuk. Salah satu tumpuan kajian adalah untuk memahami keadaan dan kedudukan institusi-institusi sub-wilayah yang boleh dikategorikan sebagai komponen yang boleh membantu di dalam pembangunan ekonomi di rantau Asia Tenggara. Perspektif lain adalah untuk melihat sejauhmana perubahan konteks serantau, dan jika ada pendekatan yang lebih bernuansa yang boleh membantu kajian yang besifat serantau ini.  Dari itu, memang ada perubahan dan perkembangan dalam institusi dan sub regionalism, seperti  Institutionalisme Sejarah. Kajian ini memfokuskan kepada sejauhmana penekanan dalam institusi berhubungkait dengan pembinaan sosial: persaingan politik dalam setiap negara yang menjurus kepada kekuatan sosial, dan ini boleh mempengaruhi bagaimana institusi itu terbentuk mengikut apa bentuk kepentingan sebuah negara untuk menuju kepada pembangunan negara. Sewajarnyalah kajian ini  menggunakan pendekatan Sejarah Institutionalisme yang mungkin berubah mengikut konteks tempat dan masa. Kes Kajian BIMP-EAGA adalah yang terbaik untuk melihat bagaimana hubungan antara perubahan institusi dan pembangunan ekonomi di rantau ini terbentuk dan berubah Kata kunci: Institutionalisme Sejarah, titik/tahap kritikal, pembangunan ekonomi, perubahan institusi, institusi sub-wilayah, dan BIMP-EAGA

About this research paper

What this paper is about

The relationship between economics and sub-regionalism remains relatively unexplored, particularly in the Asia-Pacific context. This article seeks to broaden the comprehension of various dimensions of this relationship. One of the focuses is to understand the circumstances in which sub-regional institutions have come to be defined as components of economic development in Southeast Asia. Another is to develop a more nuanced approach to regional studies, one that recognizes that institutional changes can occur in many forms, like Historical Institutionalism. This paper’s starting point is on the emphasis that institution is a social construction: political contestations between the social forces in the domestic often influences how state shaped regional institutions that would serve their interest. It uses the critical juncture framework championed by the Historical Institutionalist approach during that particular period to produce divergent outcomes. This study uses BIMP-EAGA to provide some grounds for optimism on the relationship between institutional changes and economic development in the region. Keywords: Historical Institutionalism, critical juncture, economic development, institutional changes, sub-regional institutions, and BIMP-EAGA Abstrak Hubungan antara ekonomi dan sub-regionalisme masih belum banyak diterokai, terutama dalam rantau Asia-Pasifik. Artikel ini bertujuan untuk lebih memahami bagaimana pelbagai dimensi mengenai hubungan ini terbentuk. Salah satu tumpuan kajian adalah untuk memahami keadaan dan kedudukan institusi-institusi sub-wilayah yang boleh dikategorikan sebagai komponen yang boleh membantu di dalam pembangunan ekonomi di rantau Asia Tenggara. Perspektif lain adalah untuk melihat sejauhmana perubahan konteks serantau, dan jika ada pendekatan yang lebih bernuansa yang boleh membantu kajian yang besifat serantau ini.  Dari itu, memang ada perubahan dan perkembangan dalam institusi dan sub regionalism, seperti  Institutionalisme Sejarah. Kajian ini memfokuskan kepada sejauhmana penekanan dalam institusi berhubungkait dengan pembinaan sosial: persaingan politik dalam setiap negara yang menjurus kepada kekuatan sosial, dan ini boleh mempengaruhi bagaimana institusi itu terbentuk mengikut apa bentuk kepentingan sebuah negara untuk menuju kepada pembangunan negara. Sewajarnyalah kajian ini  menggunakan pendekatan Sejarah Institutionalisme yang mungkin berubah mengikut konteks tempat dan masa. Kes Kajian BIMP-EAGA adalah yang terbaik untuk melihat bagaimana hubungan antara perubahan institusi dan pembangunan ekonomi di rantau ini terbentuk dan berubah Kata kunci: Institutionalisme Sejarah, titik/tahap kritikal, pembangunan ekonomi, perubahan institusi, institusi sub-wilayah, dan BIMP-EAGA

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

The relationship between economics and sub-regionalism remains relatively unexplored, particularly in the Asia-Pacific context. This article seeks to broaden the comprehension of various dimensions of this relationship. One of the focuses is to understand the circumstances in which sub-regional institutions have come to be defined as components of economic development in Southeast Asia. Another is to develop a more nuanced approach to regional studies, one that recognizes that institutional changes can occur in many forms, like Historical Institutionalism. This paper’s starting point is on the emphasis that institution is a social construction: political contestations between the social forces in the domestic often influences how state shaped regional institutions that would serve their interest. It uses the critical juncture framework championed by the Historical Institutionalist approach during that particular period to produce divergent outcomes. This study uses BIMP-EAGA to provide some grounds for optimism on the relationship between institutional changes and economic development in the region. Keywords: Historical Institutionalism, critical juncture, economic development, institutional changes, sub-regional institutions, and BIMP-EAGA Abstrak Hubungan antara ekonomi dan sub-regionalisme masih belum banyak diterokai, terutama dalam rantau Asia-Pasifik. Artikel ini bertujuan untuk lebih memahami bagaimana pelbagai dimensi mengenai hubungan ini terbentuk. Salah satu tumpuan kajian adalah untuk memahami keadaan dan kedudukan institusi-institusi sub-wilayah yang boleh dikategorikan sebagai komponen yang boleh membantu di dalam pembangunan ekonomi di rantau Asia Tenggara. Perspektif lain adalah untuk melihat sejauhmana perubahan konteks serantau, dan jika ada pendekatan yang lebih bernuansa yang boleh membantu kajian yang besifat serantau ini.  Dari itu, memang ada perubahan dan perkembangan dalam institusi dan sub regionalism, seperti  Institutionalisme Sejarah. Kajian ini memfokuskan kepada sejauhmana penekanan dalam institusi berhubungkait dengan pembinaan sosial: persaingan politik dalam setiap negara yang menjurus kepada kekuatan sosial, dan ini boleh mempengaruhi bagaimana institusi itu terbentuk mengikut apa bentuk kepentingan sebuah negara untuk menuju kepada pembangunan negara. Sewajarnyalah kajian ini  menggunakan pendekatan Sejarah Institutionalisme yang mungkin berubah mengikut konteks tempat dan masa. Kes Kajian BIMP-EAGA adalah yang terbaik untuk melihat bagaimana hubungan antara perubahan institusi dan pembangunan ekonomi di rantau ini terbentuk dan berubah Kata kunci: Institutionalisme Sejarah, titik/tahap kritikal, pembangunan ekonomi, perubahan institusi, institusi sub-wilayah, dan BIMP-EAGA

Key concepts: Political science, Southeast asia, Economic growth, Geography, Humanities, Development economics, Ethnology, Sociology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
The Development of Sub-Regional Institutions in Southeast Asia: The Case of BIMP-EAGA (Pembangunan Institusi Sub-Wilayah di Asia Tenggara: Kes Kajian BIMP-EAGA) — Research Paper | ScholarLens