Rachel Watson's Depression in Paula Hawkins's the Girl on the Train (2015)
Elisabet Kristiani Zai
Abstract
Elisabet Kristiani Zai
Abstract
Penelitian ini berjudul “Rachel Watson’s Depression in Paula Hawkins’s The Girl on the Train (2015)”. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses depresi yang dialami oleh Rachel di novel The Girl on the Train karangan Paula Hawkins dengan menggunakan teori psikoanalisis dari Sigmund Freud. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data utama dalam penelitian ini adalah novel karangan Paula Hawkins yang berjudul The Girl on the Train. Diskusi dalam penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan utama yaitu ketidakseimbangan id, ego dan superego dalam Rachel, mekanisme pertahanan diri dan depresi. Depresi pada Rachel dapat dilihat dalam beberapa ciri yaitu perasaan tidak berguna, membenci dan menyalahkan diri sendiri, hilangnya motivasi serta lelah fisik. Selain itu, Rachel juga menjadi seorang alkoholik yang mana dapat dikategorisasikan sebagai efek dari depresi yang dideritanya. Depresi pada diri Rachel diawali dari ketidakseimbangan id, ego dan superego pada dirinya. Kondisi tersebut kemudian membuat Rachel mengalami permasalahan mental. Sebagai penengah dalam konflik, ego menggunakan represi dan pelampiasan sebagai mekanisme pertahanan diri. Akibatnya dari hal tersebut yaitu munculnya depresi pada diri Rachel. Kata Kunci: The Girl on the Train, depresi, psikoanalisis dalam sastra, mekanisme pertahanan diri
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Penelitian ini berjudul “Rachel Watson’s Depression in Paula Hawkins’s The Girl on the Train (2015)”. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses depresi yang dialami oleh Rachel di novel The Girl on the Train karangan Paula Hawkins dengan menggunakan teori psikoanalisis dari Sigmund Freud. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data utama dalam penelitian ini adalah novel karangan Paula Hawkins yang berjudul The Girl on the Train. Diskusi dalam penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan utama yaitu ketidakseimbangan id, ego dan superego dalam Rachel, mekanisme pertahanan diri dan depresi. Depresi pada Rachel dapat dilihat dalam beberapa ciri yaitu perasaan tidak berguna, membenci dan menyalahkan diri sendiri, hilangnya motivasi serta lelah fisik. Selain itu, Rachel juga menjadi seorang alkoholik yang mana dapat dikategorisasikan sebagai efek dari depresi yang dideritanya. Depresi pada diri Rachel diawali dari ketidakseimbangan id, ego dan superego pada dirinya. Kondisi tersebut kemudian membuat Rachel mengalami permasalahan mental. Sebagai penengah dalam konflik, ego menggunakan represi dan pelampiasan sebagai mekanisme pertahanan diri. Akibatnya dari hal tersebut yaitu munculnya depresi pada diri Rachel. Kata Kunci: The Girl on the Train, depresi, psikoanalisis dalam sastra, mekanisme pertahanan diri
Key concepts: Humanities, Psychology, Psychoanalysis, Girl, Art, Id, ego and super-ego, Developmental psychology