Radical Feminism Revealed through TheFemale Characters’ Perspectives on Sexuality and Violence in Ensler’s TheVagina Monologues
Erlis Taqwaulis Tiastuti
Abstract
Erlis Taqwaulis Tiastuti
Abstract
Perempuan dideskripsikan dengan posisi lemah dari laki-laki. Saat ini perempuan mulai menyuarakan dirinya terutama dalam soal seksualitas, meskipun mereka berada dalam kondisi di dominasi laki-laki. Dalam studi ini, penulis menganalisis tentang perspektif karakter perempuan dalam karya sastra The Vagina Monologues oleh Eve Ensler. Drama ini menceritakan serangkaian monolog yang berpusat pada pengalaman perempuan dengan kekerasan dan aktivitas seksual mereka sendiri. Ensler melakukan wawancara dengan lebih dari 200 wanita mengenai pengalaman isu seksualitas. Dalam studi ini penulis akan mengungkapkan perspektif dari karakter perempuan dalam mengungkapkan dirinya dari pengalaman seksualitas sesuai dengan radikal feminism. Studi ini menggunakan pendekatan teori-teori radikal kritik sastra feminis untuk menganalisis perspektif dari karakter perempuan pada pengalaman mereka di sekitar pria dan tubuh mereka terutama vagina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwadominasi pria terhadap perempuan dalam isu seksualitas, memberikan perempuan bersuara atas dominasi yang dialaminya. Dominasi pria meliputi pada kehidupan rumah tangga, Bosnian Girl, dan southern women of color. Kemudian peneliti juga menemukan bahwa perlawanan perempuan terhadap dominasi pria dari isu seksualitas, dimulai dari adanya kesadaran fungsi vagina yang lebih mendalam, kebesasan seksualitas yang memberi kepuasan, dan perempuan menjadi lesbian. Hasil studi menunjukan bahwa karya Ensler memperlihatkan upaya perempuan bersuara atas dirinya. Langkah ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki subjektivitas dalam seksualitasnya sendiri karena itu perempuan mesti berani untuk keluar dari aturan laki-laki yang membuat perempuan tersiksa.
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Perempuan dideskripsikan dengan posisi lemah dari laki-laki. Saat ini perempuan mulai menyuarakan dirinya terutama dalam soal seksualitas, meskipun mereka berada dalam kondisi di dominasi laki-laki. Dalam studi ini, penulis menganalisis tentang perspektif karakter perempuan dalam karya sastra The Vagina Monologues oleh Eve Ensler. Drama ini menceritakan serangkaian monolog yang berpusat pada pengalaman perempuan dengan kekerasan dan aktivitas seksual mereka sendiri. Ensler melakukan wawancara dengan lebih dari 200 wanita mengenai pengalaman isu seksualitas. Dalam studi ini penulis akan mengungkapkan perspektif dari karakter perempuan dalam mengungkapkan dirinya dari pengalaman seksualitas sesuai dengan radikal feminism. Studi ini menggunakan pendekatan teori-teori radikal kritik sastra feminis untuk menganalisis perspektif dari karakter perempuan pada pengalaman mereka di sekitar pria dan tubuh mereka terutama vagina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwadominasi pria terhadap perempuan dalam isu seksualitas, memberikan perempuan bersuara atas dominasi yang dialaminya. Dominasi pria meliputi pada kehidupan rumah tangga, Bosnian Girl, dan southern women of color. Kemudian peneliti juga menemukan bahwa perlawanan perempuan terhadap dominasi pria dari isu seksualitas, dimulai dari adanya kesadaran fungsi vagina yang lebih mendalam, kebesasan seksualitas yang memberi kepuasan, dan perempuan menjadi lesbian. Hasil studi menunjukan bahwa karya Ensler memperlihatkan upaya perempuan bersuara atas dirinya. Langkah ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki subjektivitas dalam seksualitasnya sendiri karena itu perempuan mesti berani untuk keluar dari aturan laki-laki yang membuat perempuan tersiksa.
Key concepts: Humanities, Art