2019Unpublished venueRequires access

THE REFLECTION OF SELF-ACTUALIZATION IN AMANDA QUICK’S NOVEL THE GIRL WHO KNEW TOO MUCH

Kamilia Nazhara

Open publisher page 0 citations

Abstract

Masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah mengenai cerminan aktualisasi diri. Dua pendekatan, pendekatan intrinsik dan ekstrinsik, digunakan untuk menganalisis novel ini. Konsep-konsep yang digunakan untuk menganalisis melalui pendekatan intrinsik meliputi karakterisasi melalui metode langsung dan tidak langsung, alur dan latar. Konsep untuk menganalisis melalui pendekatan ekstrinsik adalah teori aktualisasi diri dari Abraham Maslow. Penelitian ini membahas tentang cerminan aktualisasi diri dalam satu karakter, Irene Glasson, serta kaitannya dengan unsur-unsur intrinsik lainnya. Dalam penelitian ini, Novel The Girl Who Knew Too Much merupakan sumber primer dalam skripsi ini dan didukung oleh teori-teori, konsep dan definisi terkait yang menjadi sumber sekunder.

About this research paper

What this paper is about

Masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah mengenai cerminan aktualisasi diri. Dua pendekatan, pendekatan intrinsik dan ekstrinsik, digunakan untuk menganalisis novel ini. Konsep-konsep yang digunakan untuk menganalisis melalui pendekatan intrinsik meliputi karakterisasi melalui metode langsung dan tidak langsung, alur dan latar. Konsep untuk menganalisis melalui pendekatan ekstrinsik adalah teori aktualisasi diri dari Abraham Maslow. Penelitian ini membahas tentang cerminan aktualisasi diri dalam satu karakter, Irene Glasson, serta kaitannya dengan unsur-unsur intrinsik lainnya. Dalam penelitian ini, Novel The Girl Who Knew Too Much merupakan sumber primer dalam skripsi ini dan didukung oleh teori-teori, konsep dan definisi terkait yang menjadi sumber sekunder.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah mengenai cerminan aktualisasi diri. Dua pendekatan, pendekatan intrinsik dan ekstrinsik, digunakan untuk menganalisis novel ini. Konsep-konsep yang digunakan untuk menganalisis melalui pendekatan intrinsik meliputi karakterisasi melalui metode langsung dan tidak langsung, alur dan latar. Konsep untuk menganalisis melalui pendekatan ekstrinsik adalah teori aktualisasi diri dari Abraham Maslow. Penelitian ini membahas tentang cerminan aktualisasi diri dalam satu karakter, Irene Glasson, serta kaitannya dengan unsur-unsur intrinsik lainnya. Dalam penelitian ini, Novel The Girl Who Knew Too Much merupakan sumber primer dalam skripsi ini dan didukung oleh teori-teori, konsep dan definisi terkait yang menjadi sumber sekunder.

Key concepts: Humanities, Girl, Physics, Philosophy, Psychoanalysis, Psychology, Developmental psychology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
THE REFLECTION OF SELF-ACTUALIZATION IN AMANDA QUICK’S NOVEL THE GIRL WHO KNEW TOO MUCH — Research Paper | ScholarLens