2019•IdeBahasaOpen access

SUICIDE EXPERIMENTS DUE TO UNMET LOVE NEEDS IN JHUMPA LAHIRI'S HELL-HEAVEN STORY

Tomi Arianto, Ambalegin Ambalegin

Open full text 2 citations

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis tentang hirarki kebutuhan maslow terhadap kepribadiaan sosok Aparna sebagai karakter utama didalam cerita Hell-Heaven karya Jhumpa Lahiri. Maslow merumuskan 5 level hirarki kebutuhan yang dimiliki setiap orang yaitu; fisiologi, keamanan, Cinta dan keberadaan, Penghargaan, dan Aktualisasi diri. Kebutuhan Akan cinta berada pada level ketiga dari tingkatan tersebut. Teori ini menganggap bahwa keseluruhan dari seseorang terus menerus termotivasi oleh satu atau lebih kebutuhan dimana orang mempunyai potensi untuk tumbuh menuju kesehatan psikologis yaitu aktualisasi diri. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta analisis yang koheren, penelitian ini mencoba untuk menjawab dua variabel riset yaitu pengungkapan tentang ketakterpenuhan tokoh Aparna akan kebutuhan cinta serta sebab dan akibat atas ketakterpenuhan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teori Hirarki Kebutuhan Maslow juga bisa diterapkan untuk menganalisis kepribadian tokoh Aparna. Terbukti, ketika seseorang memiliki ketakterpenuhan dalam satu level tertentu maka ia akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut sebelum memenuhi tingkat kebutuhan lain. Ketakterpenuhan tersebut juga bisa memicu sebuah penyakit yang disebut patologi bahkan sampai ke metapatologi.

Open-access reader

About this research paper

What this paper is about

Penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis tentang hirarki kebutuhan maslow terhadap kepribadiaan sosok Aparna sebagai karakter utama didalam cerita Hell-Heaven karya Jhumpa Lahiri. Maslow merumuskan 5 level hirarki kebutuhan yang dimiliki setiap orang yaitu; fisiologi, keamanan, Cinta dan keberadaan, Penghargaan, dan Aktualisasi diri. Kebutuhan Akan cinta berada pada level ketiga dari tingkatan tersebut. Teori ini menganggap bahwa keseluruhan dari seseorang terus menerus termotivasi oleh satu atau lebih kebutuhan dimana orang mempunyai potensi untuk tumbuh menuju kesehatan psikologis yaitu aktualisasi diri. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta analisis yang koheren, penelitian ini mencoba untuk menjawab dua variabel riset yaitu pengungkapan tentang ketakterpenuhan tokoh Aparna akan kebutuhan cinta serta sebab dan akibat atas ketakterpenuhan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teori Hirarki Kebutuhan Maslow juga bisa diterapkan untuk menganalisis kepribadian tokoh Aparna. Terbukti, ketika seseorang memiliki ketakterpenuhan dalam satu level tertentu maka ia akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut sebelum memenuhi tingkat kebutuhan lain. Ketakterpenuhan tersebut juga bisa memicu sebuah penyakit yang disebut patologi bahkan sampai ke metapatologi.

Why it matters

OpenAlex reports 2 citations for this work. Citation counts describe recorded attention and do not establish research quality.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis tentang hirarki kebutuhan maslow terhadap kepribadiaan sosok Aparna sebagai karakter utama didalam cerita Hell-Heaven karya Jhumpa Lahiri. Maslow merumuskan 5 level hirarki kebutuhan yang dimiliki setiap orang yaitu; fisiologi, keamanan, Cinta dan keberadaan, Penghargaan, dan Aktualisasi diri. Kebutuhan Akan cinta berada pada level ketiga dari tingkatan tersebut. Teori ini menganggap bahwa keseluruhan dari seseorang terus menerus termotivasi oleh satu atau lebih kebutuhan dimana orang mempunyai potensi untuk tumbuh menuju kesehatan psikologis yaitu aktualisasi diri. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta analisis yang koheren, penelitian ini mencoba untuk menjawab dua variabel riset yaitu pengungkapan tentang ketakterpenuhan tokoh Aparna akan kebutuhan cinta serta sebab dan akibat atas ketakterpenuhan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teori Hirarki Kebutuhan Maslow juga bisa diterapkan untuk menganalisis kepribadian tokoh Aparna. Terbukti, ketika seseorang memiliki ketakterpenuhan dalam satu level tertentu maka ia akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut sebelum memenuhi tingkat kebutuhan lain. Ketakterpenuhan tersebut juga bisa memicu sebuah penyakit yang disebut patologi bahkan sampai ke metapatologi.

Key concepts: Humanities, Heaven, Philosophy, Art, Theology

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
SUICIDE EXPERIMENTS DUE TO UNMET LOVE NEEDS IN JHUMPA LAHIRI'S HELL-HEAVEN STORY — Research Paper | ScholarLens