Formation Analysis of Well ‹‹ x ›› in Order to Find the Prospective Gas and Oil in East of Kalimantan Area by Using Geological and Geophysical Methods
ZouhirSaadAmhmed AlHdad
Abstract
ZouhirSaadAmhmed AlHdad
Abstract
Evaluasi formasi dilakukan untuk memastikan kemampuan lubang bor dalam memproduksi petroleum dan sekaligus mengevaluasi persoalan seperti batas bawah porosity, permeability dan batas atas kejenuhan air yang menghasilkan produksi menguntungkan dari sebuah formasi tertentu atau zona bayar, baik di area geograik tertentu, atau di iklim ekonomi tertentu, agar bisa ditemukan minyak dan gas. Studi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan tentang core dan sampel potong. Tanpa mengetahui core dan sampel potong, tidak bisa didapatkan sumber minyak dan kita harus mengetahui komponen fisik batu dan fluida yang terkandung di dalam core dan sampel potong. Manfaat informasi ini tergantung cara menghitung wireline-nya, yang meliputi mineralogy, kerogen, kepadatan grain, porosity, dan kejenuhan gas yang nantinya dicocokkan dengan data core. TOC (Total Organic Carbon) dihitung dari log dengan mempertimbangkan korelasi bulk-density-log untuk hitungan serapan-gas. Porosity bebas-gas interpretasi-log tidak cocok dengan data core ketika menggunakan eksponen sementasi Archie sebesar 2, mungkin karena porosity terisi-gas di core mengukur gas bebas bersama dengan jumlah gas yang terserap. Dalam Area “X” di Indonesia, pengeboran dilaksanakan dengan stringer 0,5-2,0 m ke dalam lapisan limestone yang keras. Dalam terapan sama sebelumnya, rate of penetration (RP) dipengaruhi oleh beberapa desain PDC. Bagian lubang dimasuki peralatan logging wireline Halliburton. Ran # 1: GR/RDT/MRILAB, dengan hasil BHST sebesar 111,60C. Ada 38 tes pressure RDT. Hasilnya adalah 26 baik, 3 terekstrapolasi, dan 9 rapat. EMW Maksimum adalah 1,01 SG pada 2919,3 mWL/2104,3 mTVD dan EMW minimum sebesar 0,82 SG pada 2999,8 mWL/2166,1 mTVD. Upaya melibatkan 2 point analisis fluida MRI Lab. Hasilnya adalah 1 minyak dan 1 air. Terakhir, total operasi di blok Mahakam menghasilkan 2,6 milyar cubic feet per hari produksi gas. Output tetap terjaga di level ini setidaknya di tahun-tahun awal dekade selanjutnya karena produksi “X”. Blok Mahakam menjadi produsen minyak dan kondensat tingkat-atas, dengan output hampir 90 ribu barrel per hari. Total operasi area “X” adalah 47,9 interest, bersama dengan INPEX (47,9 %) dan Pertamina (4,2 %).
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Evaluasi formasi dilakukan untuk memastikan kemampuan lubang bor dalam memproduksi petroleum dan sekaligus mengevaluasi persoalan seperti batas bawah porosity, permeability dan batas atas kejenuhan air yang menghasilkan produksi menguntungkan dari sebuah formasi tertentu atau zona bayar, baik di area geograik tertentu, atau di iklim ekonomi tertentu, agar bisa ditemukan minyak dan gas. Studi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan tentang core dan sampel potong. Tanpa mengetahui core dan sampel potong, tidak bisa didapatkan sumber minyak dan kita harus mengetahui komponen fisik batu dan fluida yang terkandung di dalam core dan sampel potong. Manfaat informasi ini tergantung cara menghitung wireline-nya, yang meliputi mineralogy, kerogen, kepadatan grain, porosity, dan kejenuhan gas yang nantinya dicocokkan dengan data core. TOC (Total Organic Carbon) dihitung dari log dengan mempertimbangkan korelasi bulk-density-log untuk hitungan serapan-gas. Porosity bebas-gas interpretasi-log tidak cocok dengan data core ketika menggunakan eksponen sementasi Archie sebesar 2, mungkin karena porosity terisi-gas di core mengukur gas bebas bersama dengan jumlah gas yang terserap. Dalam Area “X” di Indonesia, pengeboran dilaksanakan dengan stringer 0,5-2,0 m ke dalam lapisan limestone yang keras. Dalam terapan sama sebelumnya, rate of penetration (RP) dipengaruhi oleh beberapa desain PDC. Bagian lubang dimasuki peralatan logging wireline Halliburton. Ran # 1: GR/RDT/MRILAB, dengan hasil BHST sebesar 111,60C. Ada 38 tes pressure RDT. Hasilnya adalah 26 baik, 3 terekstrapolasi, dan 9 rapat. EMW Maksimum adalah 1,01 SG pada 2919,3 mWL/2104,3 mTVD dan EMW minimum sebesar 0,82 SG pada 2999,8 mWL/2166,1 mTVD. Upaya melibatkan 2 point analisis fluida MRI Lab. Hasilnya adalah 1 minyak dan 1 air. Terakhir, total operasi di blok Mahakam menghasilkan 2,6 milyar cubic feet per hari produksi gas. Output tetap terjaga di level ini setidaknya di tahun-tahun awal dekade selanjutnya karena produksi “X”. Blok Mahakam menjadi produsen minyak dan kondensat tingkat-atas, dengan output hampir 90 ribu barrel per hari. Total operasi area “X” adalah 47,9 interest, bersama dengan INPEX (47,9 %) dan Pertamina (4,2 %).
Key concepts: Physics, Mineralogy, Geology, Geochemistry