2013Unpublished venueRequires access

Formation Analysis of Well ‹‹ x ›› in Order to Find the Prospective Gas and Oil in East of Kalimantan Area by Using Geological and Geophysical Methods

ZouhirSaadAmhmed AlHdad

Open publisher page 0 citations

Abstract

Evaluasi formasi dilakukan untuk memastikan kemampuan lubang bor dalam memproduksi petroleum dan sekaligus mengevaluasi persoalan seperti batas bawah porosity, permeability dan batas atas kejenuhan air yang menghasilkan produksi menguntungkan dari sebuah formasi tertentu atau zona bayar, baik di area geograik tertentu, atau di iklim ekonomi tertentu, agar bisa ditemukan minyak dan gas. Studi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan tentang core dan sampel potong. Tanpa mengetahui core dan sampel potong, tidak bisa didapatkan sumber minyak dan kita harus mengetahui komponen fisik batu dan fluida yang terkandung di dalam core dan sampel potong. Manfaat informasi ini tergantung cara menghitung wireline-nya, yang meliputi mineralogy, kerogen, kepadatan grain, porosity, dan kejenuhan gas yang nantinya dicocokkan dengan data core. TOC (Total Organic Carbon) dihitung dari log dengan mempertimbangkan korelasi bulk-density-log untuk hitungan serapan-gas. Porosity bebas-gas interpretasi-log tidak cocok dengan data core ketika menggunakan eksponen sementasi Archie sebesar 2, mungkin karena porosity terisi-gas di core mengukur gas bebas bersama dengan jumlah gas yang terserap. Dalam Area “X” di Indonesia, pengeboran dilaksanakan dengan stringer 0,5-2,0 m ke dalam lapisan limestone yang keras. Dalam terapan sama sebelumnya, rate of penetration (RP) dipengaruhi oleh beberapa desain PDC. Bagian lubang dimasuki peralatan logging wireline Halliburton. Ran # 1: GR/RDT/MRILAB, dengan hasil BHST sebesar 111,60C. Ada 38 tes pressure RDT. Hasilnya adalah 26 baik, 3 terekstrapolasi, dan 9 rapat. EMW Maksimum adalah 1,01 SG pada 2919,3 mWL/2104,3 mTVD dan EMW minimum sebesar 0,82 SG pada 2999,8 mWL/2166,1 mTVD. Upaya melibatkan 2 point analisis fluida MRI Lab. Hasilnya adalah 1 minyak dan 1 air. Terakhir, total operasi di blok Mahakam menghasilkan 2,6 milyar cubic feet per hari produksi gas. Output tetap terjaga di level ini setidaknya di tahun-tahun awal dekade selanjutnya karena produksi “X”. Blok Mahakam menjadi produsen minyak dan kondensat tingkat-atas, dengan output hampir 90 ribu barrel per hari. Total operasi area “X” adalah 47,9 interest, bersama dengan INPEX (47,9 %) dan Pertamina (4,2 %).

About this research paper

What this paper is about

Evaluasi formasi dilakukan untuk memastikan kemampuan lubang bor dalam memproduksi petroleum dan sekaligus mengevaluasi persoalan seperti batas bawah porosity, permeability dan batas atas kejenuhan air yang menghasilkan produksi menguntungkan dari sebuah formasi tertentu atau zona bayar, baik di area geograik tertentu, atau di iklim ekonomi tertentu, agar bisa ditemukan minyak dan gas. Studi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan tentang core dan sampel potong. Tanpa mengetahui core dan sampel potong, tidak bisa didapatkan sumber minyak dan kita harus mengetahui komponen fisik batu dan fluida yang terkandung di dalam core dan sampel potong. Manfaat informasi ini tergantung cara menghitung wireline-nya, yang meliputi mineralogy, kerogen, kepadatan grain, porosity, dan kejenuhan gas yang nantinya dicocokkan dengan data core. TOC (Total Organic Carbon) dihitung dari log dengan mempertimbangkan korelasi bulk-density-log untuk hitungan serapan-gas. Porosity bebas-gas interpretasi-log tidak cocok dengan data core ketika menggunakan eksponen sementasi Archie sebesar 2, mungkin karena porosity terisi-gas di core mengukur gas bebas bersama dengan jumlah gas yang terserap. Dalam Area “X” di Indonesia, pengeboran dilaksanakan dengan stringer 0,5-2,0 m ke dalam lapisan limestone yang keras. Dalam terapan sama sebelumnya, rate of penetration (RP) dipengaruhi oleh beberapa desain PDC. Bagian lubang dimasuki peralatan logging wireline Halliburton. Ran # 1: GR/RDT/MRILAB, dengan hasil BHST sebesar 111,60C. Ada 38 tes pressure RDT. Hasilnya adalah 26 baik, 3 terekstrapolasi, dan 9 rapat. EMW Maksimum adalah 1,01 SG pada 2919,3 mWL/2104,3 mTVD dan EMW minimum sebesar 0,82 SG pada 2999,8 mWL/2166,1 mTVD. Upaya melibatkan 2 point analisis fluida MRI Lab. Hasilnya adalah 1 minyak dan 1 air. Terakhir, total operasi di blok Mahakam menghasilkan 2,6 milyar cubic feet per hari produksi gas. Output tetap terjaga di level ini setidaknya di tahun-tahun awal dekade selanjutnya karena produksi “X”. Blok Mahakam menjadi produsen minyak dan kondensat tingkat-atas, dengan output hampir 90 ribu barrel per hari. Total operasi area “X” adalah 47,9 interest, bersama dengan INPEX (47,9 %) dan Pertamina (4,2 %).

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Evaluasi formasi dilakukan untuk memastikan kemampuan lubang bor dalam memproduksi petroleum dan sekaligus mengevaluasi persoalan seperti batas bawah porosity, permeability dan batas atas kejenuhan air yang menghasilkan produksi menguntungkan dari sebuah formasi tertentu atau zona bayar, baik di area geograik tertentu, atau di iklim ekonomi tertentu, agar bisa ditemukan minyak dan gas. Studi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan tentang core dan sampel potong. Tanpa mengetahui core dan sampel potong, tidak bisa didapatkan sumber minyak dan kita harus mengetahui komponen fisik batu dan fluida yang terkandung di dalam core dan sampel potong. Manfaat informasi ini tergantung cara menghitung wireline-nya, yang meliputi mineralogy, kerogen, kepadatan grain, porosity, dan kejenuhan gas yang nantinya dicocokkan dengan data core. TOC (Total Organic Carbon) dihitung dari log dengan mempertimbangkan korelasi bulk-density-log untuk hitungan serapan-gas. Porosity bebas-gas interpretasi-log tidak cocok dengan data core ketika menggunakan eksponen sementasi Archie sebesar 2, mungkin karena porosity terisi-gas di core mengukur gas bebas bersama dengan jumlah gas yang terserap. Dalam Area “X” di Indonesia, pengeboran dilaksanakan dengan stringer 0,5-2,0 m ke dalam lapisan limestone yang keras. Dalam terapan sama sebelumnya, rate of penetration (RP) dipengaruhi oleh beberapa desain PDC. Bagian lubang dimasuki peralatan logging wireline Halliburton. Ran # 1: GR/RDT/MRILAB, dengan hasil BHST sebesar 111,60C. Ada 38 tes pressure RDT. Hasilnya adalah 26 baik, 3 terekstrapolasi, dan 9 rapat. EMW Maksimum adalah 1,01 SG pada 2919,3 mWL/2104,3 mTVD dan EMW minimum sebesar 0,82 SG pada 2999,8 mWL/2166,1 mTVD. Upaya melibatkan 2 point analisis fluida MRI Lab. Hasilnya adalah 1 minyak dan 1 air. Terakhir, total operasi di blok Mahakam menghasilkan 2,6 milyar cubic feet per hari produksi gas. Output tetap terjaga di level ini setidaknya di tahun-tahun awal dekade selanjutnya karena produksi “X”. Blok Mahakam menjadi produsen minyak dan kondensat tingkat-atas, dengan output hampir 90 ribu barrel per hari. Total operasi area “X” adalah 47,9 interest, bersama dengan INPEX (47,9 %) dan Pertamina (4,2 %).

Key concepts: Physics, Mineralogy, Geology, Geochemistry

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Formation Analysis of Well ‹‹ x ›› in Order to Find the Prospective Gas and Oil in East of Kalimantan Area by Using Geological and Geophysical Methods — Research Paper | ScholarLens