2019Jurnal Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaOpen access

PENCITRAAN DISTRIBUSI VERTIKAL UAP AIR DI KAWASAN BANDUNG MENGGUNAKAN TEKNIK GPS TOMOGRAFI 1D

Suhartawati Sholihah, Wedyanto Kuntjoro, Dudy D. Wijaya

Open full text 0 citations

Abstract

Global Positioning System (GPS) tidak hanya berguna untuk keperluan navigasi dan penentuan posisi. GPS juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan meteorologi seperti pemantauan kondisi atmosfer Bumi. Sinyal GPS yang ditransmisikan dari satelit ke receiver mengalami perlambatan dan pembelokan akibat adanya partikel-partikel pada lapisan troposfer. Salah satu partikel yang memiliki peranan penting terhadap berlangsungnya siklus hidrologi di Bumi adalah uap air. Uap air tersebut bersifat sangat dinamis baik secara spasial maupun temporal. Perbedaan kandungan uap air pada setiap tempat dan ketinggian menyebabkan besarnya refraktivitas pada lapisan troposfer juga bervariasi. Pemantauan uap air dengan ketelitian tinggi masih menjadi tantangan di Indonesia. Informasi yang akurat mengenai uap air tentunya bermanfaat dalam melakukan prediksi cuaca lokal maupun mempelajari iklim global. Salah satu produk dari pengolahan data GPS adalah informasi mengenai estimasi besarnya bias troposfer pada arah zenith atau disebut sebagai Zenith Tropospheric Delay (ZTD). Besarnya hasil estimasi tersebut kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen kering atau Zenith Hydrostatic Delay (ZHD) dan uap air atau Zenith Wet Delay (ZWD). Untuk mengetahui besarnya kandungan uap air pada setiap lintasan sinyal, maka ZWD harus dikonversi menjadi Slant Wet Delay (SWD) dengan mengalikan ZWD dan mapping function. Nilai SWD kemudian digunakan untuk melakukan rekonstruksi distribusi vertikal uap air pada troposfer dengan teknik tomografi. Pada penelitian ini digunakan data pengamatan GPS dari stasiun GPS kontinu (CGPS) ITB selama satu hari. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa Multiplicative Algebraic Reconstruction Technique (MART) berhasil diterapkan untuk menyelesaikan persamaan linear dalam menentukan refraktivitas komponen basah dengan GPS tomografi 1D. Penelitian lebih lanjut dengan memanfaatkan jaringan stasiun CGPS dan pengembangan metode numerik dapat memberikan hasil yang lebih optimal dan akurat.

Open-access reader

About this research paper

What this paper is about

Global Positioning System (GPS) tidak hanya berguna untuk keperluan navigasi dan penentuan posisi. GPS juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan meteorologi seperti pemantauan kondisi atmosfer Bumi. Sinyal GPS yang ditransmisikan dari satelit ke receiver mengalami perlambatan dan pembelokan akibat adanya partikel-partikel pada lapisan troposfer. Salah satu partikel yang memiliki peranan penting terhadap berlangsungnya siklus hidrologi di Bumi adalah uap air. Uap air tersebut bersifat sangat dinamis baik secara spasial maupun temporal. Perbedaan kandungan uap air pada setiap tempat dan ketinggian menyebabkan besarnya refraktivitas pada lapisan troposfer juga bervariasi. Pemantauan uap air dengan ketelitian tinggi masih menjadi tantangan di Indonesia. Informasi yang akurat mengenai uap air tentunya bermanfaat dalam melakukan prediksi cuaca lokal maupun mempelajari iklim global. Salah satu produk dari pengolahan data GPS adalah informasi mengenai estimasi besarnya bias troposfer pada arah zenith atau disebut sebagai Zenith Tropospheric Delay (ZTD). Besarnya hasil estimasi tersebut kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen kering atau Zenith Hydrostatic Delay (ZHD) dan uap air atau Zenith Wet Delay (ZWD). Untuk mengetahui besarnya kandungan uap air pada setiap lintasan sinyal, maka ZWD harus dikonversi menjadi Slant Wet Delay (SWD) dengan mengalikan ZWD dan mapping function. Nilai SWD kemudian digunakan untuk melakukan rekonstruksi distribusi vertikal uap air pada troposfer dengan teknik tomografi. Pada penelitian ini digunakan data pengamatan GPS dari stasiun GPS kontinu (CGPS) ITB selama satu hari. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa Multiplicative Algebraic Reconstruction Technique (MART) berhasil diterapkan untuk menyelesaikan persamaan linear dalam menentukan refraktivitas komponen basah dengan GPS tomografi 1D. Penelitian lebih lanjut dengan memanfaatkan jaringan stasiun CGPS dan pengembangan metode numerik dapat memberikan hasil yang lebih optimal dan akurat.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Global Positioning System (GPS) tidak hanya berguna untuk keperluan navigasi dan penentuan posisi. GPS juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan meteorologi seperti pemantauan kondisi atmosfer Bumi. Sinyal GPS yang ditransmisikan dari satelit ke receiver mengalami perlambatan dan pembelokan akibat adanya partikel-partikel pada lapisan troposfer. Salah satu partikel yang memiliki peranan penting terhadap berlangsungnya siklus hidrologi di Bumi adalah uap air. Uap air tersebut bersifat sangat dinamis baik secara spasial maupun temporal. Perbedaan kandungan uap air pada setiap tempat dan ketinggian menyebabkan besarnya refraktivitas pada lapisan troposfer juga bervariasi. Pemantauan uap air dengan ketelitian tinggi masih menjadi tantangan di Indonesia. Informasi yang akurat mengenai uap air tentunya bermanfaat dalam melakukan prediksi cuaca lokal maupun mempelajari iklim global. Salah satu produk dari pengolahan data GPS adalah informasi mengenai estimasi besarnya bias troposfer pada arah zenith atau disebut sebagai Zenith Tropospheric Delay (ZTD). Besarnya hasil estimasi tersebut kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen kering atau Zenith Hydrostatic Delay (ZHD) dan uap air atau Zenith Wet Delay (ZWD). Untuk mengetahui besarnya kandungan uap air pada setiap lintasan sinyal, maka ZWD harus dikonversi menjadi Slant Wet Delay (SWD) dengan mengalikan ZWD dan mapping function. Nilai SWD kemudian digunakan untuk melakukan rekonstruksi distribusi vertikal uap air pada troposfer dengan teknik tomografi. Pada penelitian ini digunakan data pengamatan GPS dari stasiun GPS kontinu (CGPS) ITB selama satu hari. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa Multiplicative Algebraic Reconstruction Technique (MART) berhasil diterapkan untuk menyelesaikan persamaan linear dalam menentukan refraktivitas komponen basah dengan GPS tomografi 1D. Penelitian lebih lanjut dengan memanfaatkan jaringan stasiun CGPS dan pengembangan metode numerik dapat memberikan hasil yang lebih optimal dan akurat.

Key concepts: Forestry, Environmental science, Physics, Meteorology, Geography

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
PENCITRAAN DISTRIBUSI VERTIKAL UAP AIR DI KAWASAN BANDUNG MENGGUNAKAN TEKNIK GPS TOMOGRAFI 1D — Research Paper | ScholarLens