2013Unpublished venueRequires access

Perlawanan atas Rasisme dalam Novel The Adventures of Huckleberry Finn Karya Mark Twain dan Novel To Kill A Mockingbird Karya Harper Lee

Sufi Ikrima Sa’adah

Open publisher page 0 citations

Abstract

Penelitian atas novel The Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain dan novel To Kill A Mockingbird karya Harper Lee bertujuan mengungkap dan membandingkan bagaimanakah dan sejauh manakah rasisme dan perlawanan atas rasisme digambarkan dalam kedua novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis sosiologi sastra dalam kerangka pemikiran African-American criticism. Fokus analisis adalah mengenai rasisme yang dialami oleh bangsa kulit hitam di Amerika dengan memanfaatkan konsep ideologi rasis, prasangka rasial, dan diskriminasi rasial yang dikembangkan Taguieff dari konsep interracial relations milik Banton. Selain itu, penelitian ini juga menfokuskan diri pada perlawanan terhadap praktik rasisme yang dimunculkan oleh beberapa tokoh kulit hitam dalam novel dengan dibantu konsep perlawanan menurut Elias Canetti dan konsep ‘slantwise’ yang dimunculkan oleh Campbell dan Heyman serta konsep Afrikanisme Morrison. Sebagai sebuah penelitian kualitatif berbentuk kajian pustaka, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang dilakukan melalui pembacaan secara seksama dan mendalam, perbandingan, analisis, dan interpretasi terhadap data mengenai rasisme dan perlawanan terhadap rasisme. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbedaan masa tidak menjadikan ideologi white supremacy padam atau menghilang melainkan hanya merubah bentuk rasisme yang dimunculkan. Sementara itu, perlawanan yang mungkin bisa dilakukan oleh tokoh kulit hitam dalam novel adalah perlawanan yang halus dan tak kasat mata dengan menjadi sosok kulit hitam yang bisa diterima oleh kalangan kulit putih (acceptable black) dan dengan memunculkan afeksi pada pihak kulit putih terdekat. Tujuan memunculkan kedua bentuk strategi tersebut adalah untuk memenangkan keberpihakan kulit putih dan menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan toleransi sehingga tujuan perlawanan tercapai.

About this research paper

What this paper is about

Penelitian atas novel The Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain dan novel To Kill A Mockingbird karya Harper Lee bertujuan mengungkap dan membandingkan bagaimanakah dan sejauh manakah rasisme dan perlawanan atas rasisme digambarkan dalam kedua novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis sosiologi sastra dalam kerangka pemikiran African-American criticism. Fokus analisis adalah mengenai rasisme yang dialami oleh bangsa kulit hitam di Amerika dengan memanfaatkan konsep ideologi rasis, prasangka rasial, dan diskriminasi rasial yang dikembangkan Taguieff dari konsep interracial relations milik Banton. Selain itu, penelitian ini juga menfokuskan diri pada perlawanan terhadap praktik rasisme yang dimunculkan oleh beberapa tokoh kulit hitam dalam novel dengan dibantu konsep perlawanan menurut Elias Canetti dan konsep ‘slantwise’ yang dimunculkan oleh Campbell dan Heyman serta konsep Afrikanisme Morrison. Sebagai sebuah penelitian kualitatif berbentuk kajian pustaka, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang dilakukan melalui pembacaan secara seksama dan mendalam, perbandingan, analisis, dan interpretasi terhadap data mengenai rasisme dan perlawanan terhadap rasisme. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbedaan masa tidak menjadikan ideologi white supremacy padam atau menghilang melainkan hanya merubah bentuk rasisme yang dimunculkan. Sementara itu, perlawanan yang mungkin bisa dilakukan oleh tokoh kulit hitam dalam novel adalah perlawanan yang halus dan tak kasat mata dengan menjadi sosok kulit hitam yang bisa diterima oleh kalangan kulit putih (acceptable black) dan dengan memunculkan afeksi pada pihak kulit putih terdekat. Tujuan memunculkan kedua bentuk strategi tersebut adalah untuk memenangkan keberpihakan kulit putih dan menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan toleransi sehingga tujuan perlawanan tercapai.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Penelitian atas novel The Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain dan novel To Kill A Mockingbird karya Harper Lee bertujuan mengungkap dan membandingkan bagaimanakah dan sejauh manakah rasisme dan perlawanan atas rasisme digambarkan dalam kedua novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis sosiologi sastra dalam kerangka pemikiran African-American criticism. Fokus analisis adalah mengenai rasisme yang dialami oleh bangsa kulit hitam di Amerika dengan memanfaatkan konsep ideologi rasis, prasangka rasial, dan diskriminasi rasial yang dikembangkan Taguieff dari konsep interracial relations milik Banton. Selain itu, penelitian ini juga menfokuskan diri pada perlawanan terhadap praktik rasisme yang dimunculkan oleh beberapa tokoh kulit hitam dalam novel dengan dibantu konsep perlawanan menurut Elias Canetti dan konsep ‘slantwise’ yang dimunculkan oleh Campbell dan Heyman serta konsep Afrikanisme Morrison. Sebagai sebuah penelitian kualitatif berbentuk kajian pustaka, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang dilakukan melalui pembacaan secara seksama dan mendalam, perbandingan, analisis, dan interpretasi terhadap data mengenai rasisme dan perlawanan terhadap rasisme. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbedaan masa tidak menjadikan ideologi white supremacy padam atau menghilang melainkan hanya merubah bentuk rasisme yang dimunculkan. Sementara itu, perlawanan yang mungkin bisa dilakukan oleh tokoh kulit hitam dalam novel adalah perlawanan yang halus dan tak kasat mata dengan menjadi sosok kulit hitam yang bisa diterima oleh kalangan kulit putih (acceptable black) dan dengan memunculkan afeksi pada pihak kulit putih terdekat. Tujuan memunculkan kedua bentuk strategi tersebut adalah untuk memenangkan keberpihakan kulit putih dan menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan toleransi sehingga tujuan perlawanan tercapai.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Perlawanan atas Rasisme dalam Novel The Adventures of Huckleberry Finn Karya Mark Twain dan Novel To Kill A Mockingbird Karya Harper Lee — Research Paper | ScholarLens