2016•Jurnal Kajian WilayahOpen access

Indonesia and Nigeria, 1965-1985: Structural Factors, Technocracy and the Politics of Rural Development

Riwanto Tirtosudarmo

Open full text 2 citations

Abstract

Tulisan ini membandingkan perkembangan ekonomi antara Indonesia dan Nigeria pada periode tahun 1965-1985. Kedua negara merupakan negara pascakolonial yang kaya akan minyak, padat penduduk, multietnis, dan pihak militer mendominasi kehidupan politik. Faktor struktural maupun institusional yang terintegrasi ke dalam ranah sosial dan sejarah politik perlu dinyatakan untuk memahami perkembangan kedua negara. Tulisan ini akan menunjukkan bahwa teknokrasi beroleh peran penting dalam menata perkembangan ekonomi, khususnya dalam pengembangan pertanian dan pembangunan pedesaan yang terpengaruh kuat oleh politik pembangunan pedesaan. Faktor struktural yang saling memengaruhi ini, baik secara exogenous maupun endogenous, menjadi penopang bagi kebijakan yang mendukung rakyat miskin maupun strategi untuk mereduksi angka kemiskinan, dan kebijakan itu dapat diterapkan dalam waktu jangka panjang. Stabilitas politik pada masa Orde Baru di Indonesia merupakan faktor penting bagi para perencana ekonomi untuk menerapkan kebijakan ekonomi mereka. Sedangkan di Nigeria, faktor-faktor struktural yang tidak memiliki benang merah, utamanya permasalahan antara negara dan masyarakat, memeperlihatkan adanya kelemahan institusi politik yang mengakibatkan para elit-teknokrat tidak dapat merumuskan maupun mengimplementasikan pembangunan ekonomi. Kesukesan pembangunan ekonomi pada periode tahun 1965-1985 di Indonesia terlaksana berkat adanya kelompok ekonom-teknokrat yang membantu perkembangan ekonomi dan sebagian besar dari mereka mengurusi pembangunan pedesaan. Kata kunci: pembangunan ekonomi, kebijakan, pertanian, pembangunan pedesaan, ekonom-teknorat

About this research paper

What this paper is about

Tulisan ini membandingkan perkembangan ekonomi antara Indonesia dan Nigeria pada periode tahun 1965-1985. Kedua negara merupakan negara pascakolonial yang kaya akan minyak, padat penduduk, multietnis, dan pihak militer mendominasi kehidupan politik. Faktor struktural maupun institusional yang terintegrasi ke dalam ranah sosial dan sejarah politik perlu dinyatakan untuk memahami perkembangan kedua negara. Tulisan ini akan menunjukkan bahwa teknokrasi beroleh peran penting dalam menata perkembangan ekonomi, khususnya dalam pengembangan pertanian dan pembangunan pedesaan yang terpengaruh kuat oleh politik pembangunan pedesaan. Faktor struktural yang saling memengaruhi ini, baik secara exogenous maupun endogenous, menjadi penopang bagi kebijakan yang mendukung rakyat miskin maupun strategi untuk mereduksi angka kemiskinan, dan kebijakan itu dapat diterapkan dalam waktu jangka panjang. Stabilitas politik pada masa Orde Baru di Indonesia merupakan faktor penting bagi para perencana ekonomi untuk menerapkan kebijakan ekonomi mereka. Sedangkan di Nigeria, faktor-faktor struktural yang tidak memiliki benang merah, utamanya permasalahan antara negara dan masyarakat, memeperlihatkan adanya kelemahan institusi politik yang mengakibatkan para elit-teknokrat tidak dapat merumuskan maupun mengimplementasikan pembangunan ekonomi. Kesukesan pembangunan ekonomi pada periode tahun 1965-1985 di Indonesia terlaksana berkat adanya kelompok ekonom-teknokrat yang membantu perkembangan ekonomi dan sebagian besar dari mereka mengurusi pembangunan pedesaan. Kata kunci: pembangunan ekonomi, kebijakan, pertanian, pembangunan pedesaan, ekonom-teknorat

Why it matters

OpenAlex reports 2 citations for this work. Citation counts describe recorded attention and do not establish research quality.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Tulisan ini membandingkan perkembangan ekonomi antara Indonesia dan Nigeria pada periode tahun 1965-1985. Kedua negara merupakan negara pascakolonial yang kaya akan minyak, padat penduduk, multietnis, dan pihak militer mendominasi kehidupan politik. Faktor struktural maupun institusional yang terintegrasi ke dalam ranah sosial dan sejarah politik perlu dinyatakan untuk memahami perkembangan kedua negara. Tulisan ini akan menunjukkan bahwa teknokrasi beroleh peran penting dalam menata perkembangan ekonomi, khususnya dalam pengembangan pertanian dan pembangunan pedesaan yang terpengaruh kuat oleh politik pembangunan pedesaan. Faktor struktural yang saling memengaruhi ini, baik secara exogenous maupun endogenous, menjadi penopang bagi kebijakan yang mendukung rakyat miskin maupun strategi untuk mereduksi angka kemiskinan, dan kebijakan itu dapat diterapkan dalam waktu jangka panjang. Stabilitas politik pada masa Orde Baru di Indonesia merupakan faktor penting bagi para perencana ekonomi untuk menerapkan kebijakan ekonomi mereka. Sedangkan di Nigeria, faktor-faktor struktural yang tidak memiliki benang merah, utamanya permasalahan antara negara dan masyarakat, memeperlihatkan adanya kelemahan institusi politik yang mengakibatkan para elit-teknokrat tidak dapat merumuskan maupun mengimplementasikan pembangunan ekonomi. Kesukesan pembangunan ekonomi pada periode tahun 1965-1985 di Indonesia terlaksana berkat adanya kelompok ekonom-teknokrat yang membantu perkembangan ekonomi dan sebagian besar dari mereka mengurusi pembangunan pedesaan. Kata kunci: pembangunan ekonomi, kebijakan, pertanian, pembangunan pedesaan, ekonom-teknorat

Key concepts: Political science, Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Indonesia and Nigeria, 1965-1985: Structural Factors, Technocracy and the Politics of Rural Development — Research Paper | ScholarLens