Daniel Defoe’s Patriarchal Perspectives as Reflected in MollFlanders; A Sexual Politics Approach
Oktavionita Putri
Abstract
Oktavionita Putri
Abstract
Skripsi ini memaparkan bagaimana Daniel Defoe mendiskreditkan posisi perempuan di abad ke-18 di Inggris sebagai objek penindasan melalui sosok Moll dalam novel yang berjudul The Fortunes and Misfortunes atau lebih dikenal dengan Moll Flanders. Penulis memilih Moll Flanders sebagai objek penelitian karena karya ini ditulis oleh Defoe berdasarkan pengalaman pribadinya ketika dia berada di penjara sehingga validitas yang terdapat dalam karya ini cenderung lebih kuat. Penelitian ini memakai pendekatan feminisme yaitu teori politik seksual (sexual politics) yang dikemukakan oleh Kate Millet, yang menyatakan adanya muatan politis penulis lakilaki dalam merepresentasikan tokoh perempuan di dalam karyanya untuk membentuk pendapat publik. Hasil dari analisis ini menunjukan bahwa pertama, Defoe menggunakan dua istilah patriarki, yakni ‘gentlewoman’ dan ‘market’, untuk membangun citra negatif perempuan melalui tokoh Moll. Kedua, Daniel Defoe sebagai penulis laki-laki tidak bisa lepas dari sebuah pola pikir patriarki yang cenderung merendahkan perempuan. Kata kunci: patriarki, perempuan, gender, stereotip, politik seksual
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Skripsi ini memaparkan bagaimana Daniel Defoe mendiskreditkan posisi perempuan di abad ke-18 di Inggris sebagai objek penindasan melalui sosok Moll dalam novel yang berjudul The Fortunes and Misfortunes atau lebih dikenal dengan Moll Flanders. Penulis memilih Moll Flanders sebagai objek penelitian karena karya ini ditulis oleh Defoe berdasarkan pengalaman pribadinya ketika dia berada di penjara sehingga validitas yang terdapat dalam karya ini cenderung lebih kuat. Penelitian ini memakai pendekatan feminisme yaitu teori politik seksual (sexual politics) yang dikemukakan oleh Kate Millet, yang menyatakan adanya muatan politis penulis lakilaki dalam merepresentasikan tokoh perempuan di dalam karyanya untuk membentuk pendapat publik. Hasil dari analisis ini menunjukan bahwa pertama, Defoe menggunakan dua istilah patriarki, yakni ‘gentlewoman’ dan ‘market’, untuk membangun citra negatif perempuan melalui tokoh Moll. Kedua, Daniel Defoe sebagai penulis laki-laki tidak bisa lepas dari sebuah pola pikir patriarki yang cenderung merendahkan perempuan. Kata kunci: patriarki, perempuan, gender, stereotip, politik seksual
Key concepts: Humanities, Art, Cartography, Gender studies, Sociology, Geography