2013Unpublished venueRequires access

DOUBLE HERMENEUTIC READING OF DYSTOPIAN FUTURE INH. G. WELLS’THE TIME MACHINE

Eko P. P. Paulus

Open publisher page 0 citations

Abstract

Skripsi ini menguak ideologi tak sadar yang ditemukan pada novel karya George Hebert Wells “The Time Machine”. Novel ini sendiri bercerita tentang seorang karakter yang dipanggil The Time Traveler, membuat sebuah mesin yang dapat menjelajahi waktu. The Time Traveler pun melakukan perjalan waktu beribu-ribu tahun kedepan hingga sampaiditahun 802.701 dan bertemu dengan dua mahluk penghuni bumi yaitu Eloi dan Morlocks. Penulis menemukan, dalam Distopia yang diceritakan H. G. Wells pada novelnya, terdapat sebuah isu tentang kehidupan sosial dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini tersendiri adalah mengungkap kadaan sosial ekonomi yang terlihat melalui dystopia yang dapat dilihat dalam novel fiksi ilmiah The Time Machine dari H. G. Wells. Untuk mengungkap ideologi dalam cerita The Time Machine, penulis menggunakan teori Political Unconsciousness yang dikembangkan oleh kritikus asal Amerika Frederic Jameson melalui pendekatan ‘Marxist’. Political Unconsciousness sendiri bermaksud mengungkap makna terdalam dari sebuah pembacaan Marxist dalam setiap karya sastra dan budaya. Dalam menyampaikan hasil penelitiannya, penulis menerapkan metode penjabaran data yang kualitatif dengan temuan yang dianggap mampu mewakili semua aspek dalam karya ini. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa The Time Machine adalah sebuah karya yang membawa ideologi yg mendua. Disatu sisiThe Time Machine adalah sebuah karya progressive yang sarat dengan kritik terhadap kontradiksi kehidupan sosial masyarakat dan disisi lain The Time Machine juga merupakan karya reactionary dengan ditemukannya isu politik pribadi dari The Time Traveler yang menyimpan kepentingan pribadi dan kelompok sosialnya.

About this research paper

What this paper is about

Skripsi ini menguak ideologi tak sadar yang ditemukan pada novel karya George Hebert Wells “The Time Machine”. Novel ini sendiri bercerita tentang seorang karakter yang dipanggil The Time Traveler, membuat sebuah mesin yang dapat menjelajahi waktu. The Time Traveler pun melakukan perjalan waktu beribu-ribu tahun kedepan hingga sampaiditahun 802.701 dan bertemu dengan dua mahluk penghuni bumi yaitu Eloi dan Morlocks. Penulis menemukan, dalam Distopia yang diceritakan H. G. Wells pada novelnya, terdapat sebuah isu tentang kehidupan sosial dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini tersendiri adalah mengungkap kadaan sosial ekonomi yang terlihat melalui dystopia yang dapat dilihat dalam novel fiksi ilmiah The Time Machine dari H. G. Wells. Untuk mengungkap ideologi dalam cerita The Time Machine, penulis menggunakan teori Political Unconsciousness yang dikembangkan oleh kritikus asal Amerika Frederic Jameson melalui pendekatan ‘Marxist’. Political Unconsciousness sendiri bermaksud mengungkap makna terdalam dari sebuah pembacaan Marxist dalam setiap karya sastra dan budaya. Dalam menyampaikan hasil penelitiannya, penulis menerapkan metode penjabaran data yang kualitatif dengan temuan yang dianggap mampu mewakili semua aspek dalam karya ini. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa The Time Machine adalah sebuah karya yang membawa ideologi yg mendua. Disatu sisiThe Time Machine adalah sebuah karya progressive yang sarat dengan kritik terhadap kontradiksi kehidupan sosial masyarakat dan disisi lain The Time Machine juga merupakan karya reactionary dengan ditemukannya isu politik pribadi dari The Time Traveler yang menyimpan kepentingan pribadi dan kelompok sosialnya.

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Skripsi ini menguak ideologi tak sadar yang ditemukan pada novel karya George Hebert Wells “The Time Machine”. Novel ini sendiri bercerita tentang seorang karakter yang dipanggil The Time Traveler, membuat sebuah mesin yang dapat menjelajahi waktu. The Time Traveler pun melakukan perjalan waktu beribu-ribu tahun kedepan hingga sampaiditahun 802.701 dan bertemu dengan dua mahluk penghuni bumi yaitu Eloi dan Morlocks. Penulis menemukan, dalam Distopia yang diceritakan H. G. Wells pada novelnya, terdapat sebuah isu tentang kehidupan sosial dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini tersendiri adalah mengungkap kadaan sosial ekonomi yang terlihat melalui dystopia yang dapat dilihat dalam novel fiksi ilmiah The Time Machine dari H. G. Wells. Untuk mengungkap ideologi dalam cerita The Time Machine, penulis menggunakan teori Political Unconsciousness yang dikembangkan oleh kritikus asal Amerika Frederic Jameson melalui pendekatan ‘Marxist’. Political Unconsciousness sendiri bermaksud mengungkap makna terdalam dari sebuah pembacaan Marxist dalam setiap karya sastra dan budaya. Dalam menyampaikan hasil penelitiannya, penulis menerapkan metode penjabaran data yang kualitatif dengan temuan yang dianggap mampu mewakili semua aspek dalam karya ini. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa The Time Machine adalah sebuah karya yang membawa ideologi yg mendua. Disatu sisiThe Time Machine adalah sebuah karya progressive yang sarat dengan kritik terhadap kontradiksi kehidupan sosial masyarakat dan disisi lain The Time Machine juga merupakan karya reactionary dengan ditemukannya isu politik pribadi dari The Time Traveler yang menyimpan kepentingan pribadi dan kelompok sosialnya.

Key concepts: Humanities, Art

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
DOUBLE HERMENEUTIC READING OF DYSTOPIAN FUTURE INH. G. WELLS’THE TIME MACHINE — Research Paper | ScholarLens