2012Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository (Widya Mandala Catholic University Surabaya)Requires access

Perkembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia

Ferry Danu Prasetya

Open publisher page 5 citations

Abstract

Adanya lingkungan dan kondisi hukum, sosial politik dan \nekonomi yang berbeda-beda antar negara menyebabkan standar \nakuntansi juga berbeda. Standar Akuntansi Keuangan yang \nberkualitas merupakan salah satu prasarana penting untuk \nmewujudkan transparasi tersebut. Standar Akuntansi Keuangan \nmerupakan kerangka acuan dalam prosedur yang berkaitan dengan \npenyajian laporan keuangan. Keberadaan Standar Akuntansi \nKeuangan dibutuhkan untuk membentuk kesamaan prosedur dalam \nmenjelaskan bagaimana laporan keuangan disusun dan disajikan. \nDi Indonesia Standar Akuntansi Keuangan dikenal dengan istilah \nStandar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan hasil \nperumusan Komite Prinsipal Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 \nmenggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984. Standar \nAkuntansi Keuangan terdiri dari sebuah pernyataan kerangka dasar \npenyusunan dan penyajian laporan keuangan serta seperangkat \nStandar Akuntansi Keuangan dengan 35 pernyataan. SAK ini mulai \nberlaku efektif tanggal 1 Januari 1995. Sebagai pedoman \npenyusunan dan penyajian laporan keuangan SAK menjadi peraturan \nyang mengikat, sehingga pengertian yang bias terhadap suatu pos \nlaporan keuangan dapat dihindari. Demikian halnya ketika Indonesia \nmelakukan harmonisasi dari SAK US GAAP ke SAK IFRS \nmenyebabkan terjadi perubahan prinsip dari rules-based system ke \nprinciples-based system. IFRS (Internasional Financial Accounting \nStandard) merupakan suatu upaya untuk memperkuat arsitektur \nkeuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap \nkurangnya transparansi informasi keuangan.

Open-access reader

About this research paper

What this paper is about

Adanya lingkungan dan kondisi hukum, sosial politik dan \nekonomi yang berbeda-beda antar negara menyebabkan standar \nakuntansi juga berbeda. Standar Akuntansi Keuangan yang \nberkualitas merupakan salah satu prasarana penting untuk \nmewujudkan transparasi tersebut. Standar Akuntansi Keuangan \nmerupakan kerangka acuan dalam prosedur yang berkaitan dengan \npenyajian laporan keuangan. Keberadaan Standar Akuntansi \nKeuangan dibutuhkan untuk membentuk kesamaan prosedur dalam \nmenjelaskan bagaimana laporan keuangan disusun dan disajikan. \nDi Indonesia Standar Akuntansi Keuangan dikenal dengan istilah \nStandar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan hasil \nperumusan Komite Prinsipal Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 \nmenggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984. Standar \nAkuntansi Keuangan terdiri dari sebuah pernyataan kerangka dasar \npenyusunan dan penyajian laporan keuangan serta seperangkat \nStandar Akuntansi Keuangan dengan 35 pernyataan. SAK ini mulai \nberlaku efektif tanggal 1 Januari 1995. Sebagai pedoman \npenyusunan dan penyajian laporan keuangan SAK menjadi peraturan \nyang mengikat, sehingga pengertian yang bias terhadap suatu pos \nlaporan keuangan dapat dihindari. Demikian halnya ketika Indonesia \nmelakukan harmonisasi dari SAK US GAAP ke SAK IFRS \nmenyebabkan terjadi perubahan prinsip dari rules-based system ke \nprinciples-based system. IFRS (Internasional Financial Accounting \nStandard) merupakan suatu upaya untuk memperkuat arsitektur \nkeuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap \nkurangnya transparansi informasi keuangan.

Why it matters

OpenAlex reports 5 citations for this work. Citation counts describe recorded attention and do not establish research quality.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Adanya lingkungan dan kondisi hukum, sosial politik dan \nekonomi yang berbeda-beda antar negara menyebabkan standar \nakuntansi juga berbeda. Standar Akuntansi Keuangan yang \nberkualitas merupakan salah satu prasarana penting untuk \nmewujudkan transparasi tersebut. Standar Akuntansi Keuangan \nmerupakan kerangka acuan dalam prosedur yang berkaitan dengan \npenyajian laporan keuangan. Keberadaan Standar Akuntansi \nKeuangan dibutuhkan untuk membentuk kesamaan prosedur dalam \nmenjelaskan bagaimana laporan keuangan disusun dan disajikan. \nDi Indonesia Standar Akuntansi Keuangan dikenal dengan istilah \nStandar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan hasil \nperumusan Komite Prinsipal Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 \nmenggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984. Standar \nAkuntansi Keuangan terdiri dari sebuah pernyataan kerangka dasar \npenyusunan dan penyajian laporan keuangan serta seperangkat \nStandar Akuntansi Keuangan dengan 35 pernyataan. SAK ini mulai \nberlaku efektif tanggal 1 Januari 1995. Sebagai pedoman \npenyusunan dan penyajian laporan keuangan SAK menjadi peraturan \nyang mengikat, sehingga pengertian yang bias terhadap suatu pos \nlaporan keuangan dapat dihindari. Demikian halnya ketika Indonesia \nmelakukan harmonisasi dari SAK US GAAP ke SAK IFRS \nmenyebabkan terjadi perubahan prinsip dari rules-based system ke \nprinciples-based system. IFRS (Internasional Financial Accounting \nStandard) merupakan suatu upaya untuk memperkuat arsitektur \nkeuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap \nkurangnya transparansi informasi keuangan.

Key concepts: Accounting, Accounting standard, Financial accounting, Accounting management, Financial statement, Mark-to-market accounting, Business, Accounting information system

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
Perkembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia — Research Paper | ScholarLens